Wawancara Radio dengan Craig Winn

Radio interviews Craig Winn:
http://www.prophetofdoom.net/events.aspx?g=4703

http://www.prophetofdoom.net/article.as … 0&i=410001

Apakah Jalal membuktikan Craig Winn salah ? “SAMA SEKALI TIDAK !”

Jalal Abualrub mengumumkan “Saya telah membuktikan Craig salah dalam debat.” Ia dan teman2 Muslim2nya begitu girang sampai mereka menyebarkan press release dan menggembar gemborkannya di puluhan situs. Cuma, problemnya : pernyataannya tidak benar dan yang dibuktikan sebenarnya oleh Jalal adalah justru bahwa ia maupun agamanya tidak dapat dipercaya.

Sebelum kami membahasi substansi debat, kami ingin mengucapkan terima kasih pada Jalal karena menunjukkan wajah Islam sebenarnya. Terima kasih kami juga ajukan kpd teman2 Muslimnya yg girang menyebarkan tipuan ini. Dgn tipuan secara terbuka ini, Jalal membuktikan kebenaran kami ttg Islam. Dan ini juga membuktikan bahwa Muslim sangat risih dgn Dogma Teroris dlm Kata2 Muhamad Sendiri, dlm buku kami, Prophet of Doom.

Memang sudah ada ratusan buku yg memaparkan bukti2 yang begitu meyakinkan bahwa Muhamad adalah penipu, dan bahwa agamanya, tuhannya dan Qur’annya diciptakan tidak lain utk memenuhi nafsu Muhamad akan TIGA TA : tahta, harta dan wanita. ‘Prophet of Doom’ menggunakan kata2 Muhamad dan contoh kelakuannya sendiri bahwa ia memang teroris.

Bukannya membahas bukti2 yang kuat dalam Prophet of Doom, Jalal malah mengalihkan perhatian penonton dgn kebohongan telak. Namun, pendekatan macam ini efektif karena kebanyakan penonton tidak tahu menahu ttg Islam.

Utk membereskan sampah Jalal, kami harus menanggapi gossip yg sangat dibesar2kan dlm dunia Islam bahwa “Jalal membuktikan bahwa Craig salah dalam debat dlm ‘the Mike Gallagher Show.’”

Keseluruhan argumen Jalal hanya terdiri dari satu hal : ia menuntut agar Craig membuktikan bahwa Qur’an ataupun Sunnah memerintahkan Muslim utk membunuh anak2 dan wanita.

Memang ada peristiwa2 dimana Muhamad dan Sahabat2nya membunuh wanita dan anak2, tetapi ini pengecualian. Sunnah Nabi menegaskan bahwa Muhamad secara rutin memperbudak wanita dan anak2. Muhamad lebih suka memperbudak anak utk alasan ekonomi dan seksual, ketimbang membunuh mereka. Tetapi utk menjelaskan ini Craig memerlukan waktu utk membacakan surah2nya, dan Jalal tahu ini.

Diselang2 interupsi dan ceplas ceplos pihak Muslim selama show itu, Craig tetap menjawab tantangan Jalal. Ia membacakan Surah 8:7 dari Quran terjemahan Ahmed Ali. Jadi setelah membacakan ayat itu, si pembawa acara, Mike Gallagher bertanya kpd Jalal, ‘Betulkan Surah 8:7 berisi: “Tuhan ingin menegaskan kebenaran dgn kata2Nya, menghancurkan kafir sampai orang terakhir ? (God wished to confirm the truth by His words, wipe the unbelievers out to the last) “?’ Jalal menjawab dgn tegas “SAMA SEKALI TIDAK !”

Silahkan anda baca surahnya sendiri dan buktikan pada diri anda sendiri apakah Jalal memang benar atau tidak.

Belum lagi pertanyaan Jalal yang OOT: “Dimana Quran menyuruh Muslim menyandera kapal terbang dan menghantamnya ke gedung tinggi yg berisi orang2 ?”

Yah, karena 1300 tahun yang lalu kapal terbang memang belum diciptakan, maka kata2 spesifik ini jelas tidak tertulis dalam Quran maupun Sunah. Jalal malah bertanya dimana Quran meminta Muslim utk ‘meledakkan diri’ dan ‘pergi ke gereja2 dan meledakkannya’ karena 1000 tahun yang lalu teknologi bom memang belum ada. Tetapi menurut argumen Jalal, karena Quran tidak menyebut kata2 ‘kapal terbang’ dan ‘bom’ maka, Islam terbukti damai.

Kembali kpd Q 8:7. Craig sekali lagi membuka Qurannya dan membacakan kembali ayat tsb. Sampai ketiga kalinya tetapi Jalal terus mengatakan bahwa ayat itu TIDAK ADA dalam Quran. Ini jelas kebohongan telak.

Jika kau sempat memeriksanya sendiri kau akan melihat bahwa terjemahan dalam bahasa Inggris yang lebih tua menerjemahkan ayat ini secara metaforis, yi : memotong akar2 orang tidak beriman (kafir). Karena keseluruhan topic surah 8 adalah Pertempuran Badr dimana Muslim dibawah pimpinan Muhamad mencoba meneryang caravan Mekah, kau akan melihat bahwa apa yg dimaksudkan penerjemah bukan ‘akar’nya tumbuhan, melainkan ORANG.

Craig mendedikasikan satu bab khusus berjudul “War Made a Profit/Perang Membawa Untung” dlm Prophet of Doom kpd petempuran ini serta surah 8:7 tsb.

Kami menganjurkan agar anda membacanya dan anda akan mudah melihat bahwa keinginan Muhamad dan Allah adalah memerangi semua non-Muslim dan semua Muslim damai sampai Islam adalah satu2nya sistim agama dan politik di muka bumi ini.

Kalau kau masih asing dgn sifat biadab Islam, mulai saja dgn membaca surah-surah 8 & 9 Quran. Karena Quran memang tidak berurutan, tidak terorganisasi secara kontekstual maupun kronologis, kau bisa mulai dari ayat mana saja dalam surah2 itu. Bacalah sendiri dan kau akan lihat bahwa ayat2 itu tidak di-salah tafsir Muslim.

Pada akhir show tsb, Craig juga membacakan ayat2 yg bercerita ttg seorang ibu beranak 5** yang dieksekusi atas perintah Muhamad. Tetapi sang pembawa acara malah memotong kalimat Craig. (Jelas bahwa sang pembawa acara telah tunduk pada ancaman Muslim sebelum dimulainya acara ini.)

**Wanita ini, Asma bint Marwan, mengritik Muhamad secara keras, memperingatkan sukunya agar berhati2 terhdpnya. Katanya: “‘Kalian mematuhi orang asing yg mendorong kalian membunuh utk merampas harta. Kalian lelaki rakus. Tidak adakah kehormatan diantara kalian ?’ Mendengar kata2 ini Muhamad mengatakan, ‘Tidakkah ada yang ingin membebaskan saya dari wanita ini ?’ Umayr, seorang Muslim yang taat, memutuskan utk melak,ukan perintah nabi. Malam itu juga ia menyusup kedalam rumah Asma yg sedang tertidur dikelilingi kelima anak2nya. Malah bayinya masih menyusu padanya. Umayr memindahkan bayi dari tubuh ibunya dan menancapkan pedangnya ketubuh wanita naas itu. Keesokan harinya di mesjid, Muhamad, yg tahu akan pembunuhan itu mengatakan, ‘Kau telah membantu Allah dan rasulNya.’ Umayr mengatakan, ‘Ia memiliki 5 putera; patutkah saya merasa berasalah?’ ‘TIDAK,’ kata nabi. ‘Membunuhnya sama sekali tidak ada artinya spt dua kambing menyeruduk kepala mereka.'” (Ishaq: 676)**

Dlm Prophet of Doom, Craig mencatatkan ratusan contoh ayat2 dlm kitab2 suci Islam bawha Muslim memperkosa wanita2 hasil jarahan dan menjual mereka dan anak2 mereka sbg budak. Yang paling interesan dapat anda temukan dalam bab2 “Islam’s Holocaust” dan “Blood & Booty”.

Dlm Surah 33:26 Quran, Allah berbicara ttg serangan teroris Muhamad terhdp penduduk Yahudi, Qurayza, di Yathrib (kini Medinah) : “Allah mengalahkan Ahlul Kitab. Ia menanamkan terror didalam hati mereka. Ada yang kau bunuh dan ada yang kau jadikan tawanan. Dan IA membuat kalian pewaris tanah2 mereka, rumah2 mereka dan harta mereka, memberikanmu tanah yang belum pernah kalian injak sebelumnya. Dan Allah memiliki kekuasaan atas semua hal.”

(“Allah took down the People of the Scripture Book. He cast terror into their hearts. Some you slew, and some you made prisoners. And He made you heirs of their lands, their houses, and their goods, giving you a land which you had not traversed before. And Allah has power over all things.”)

Al-Tabari, komentator Quran pertama dan paling dipercaya, mengatakan
“Rasulullah memerintahkan agar semua anak2 dan laki2 Yahudi yg mencapai pubertas HARUS DIPENGGAL. Lalu nabi membagi2kan harta, isteri dan anak2 Yahudi Banu Qurayza kpd para Muslim.” (Tabari VIII:38)

Nah, silahkan anda menilai sendiri komentar diatas.

Penulis pertama biografi Muhamad, Ibn Ishaq, satu2nya Muslim yg menulis sesuatu ttg nabi Islam ini, 200 tahun setelah kematiannya juga menuliskan lembaran hitam sang nabi: “Lalu sang nabi membagi2kan harta, isteri dan anak2 kpd Muslim. Rasulullah mengambil 1/5 dari jarahan. Ia mengumumkan pada hari itu, saham tambahan bagi kuda dan pengendara mereka – memberikan kuda dua saham dan sang pengendara satu saham. Seorang Muslim yang tidak memiliki kuda akan mendapatkan bagian dari jarahan perang. Ini jarahan pertama dgn menggunakan lemparan dadu.” (Ishaq:465)

Mengapa melempar dadu ? Bukannya judi dilarang dlm Islam ? Mudah saja : Muhamad ingin menghindari percekcokan, perebutan gadis2 yang paling cantik, diantara gangnya dan oleh karena itu mereka melemparkan dadu. Memang ada budak yang labih cantik dari yang lain.
Dengarkan yang satu ini :
“Nabi memilih bagi dirinya sendiri dari antara para wanita Yahudi Qurayza, Rayhanah bt. Amr. Ia menjadi gundiknya. Ketika ia mati, Rayhanah masih tetap sbg budaknya. Ketika Rasulullah mengambilnya sbg tawanannya, ia menunjukkan ketidaksukaan kepada Islam dan bersikeras utk teguh pada Yudaisme.” (Tabari VIII:38)

Cerita ini terulang lagi dibawah ini :
“Nabi memilih salah satu wantia Yahudi bagi dirinya. Namanya adalah Rayhanah. Ia tetap bersamanya (nabi) sampai ia (Rayhanah) mati, dalam kekuasaannya. Rasulullah mengusulkan agar menikahinya dan memasang tudung padanya dan ia mengatakan, ‘Biarkan saya dibawah kekuasaanmu, karena itu akan lebih mudah. Ia menunjukkan kejijikan terhdp Islam ketika ia ditangkap.” (Ishaq:466)

Muhamad memperkosa Rayhanah setelah membunuh, memperbudak dan mengobrak abrik keluarganya. Kalau kau ingin mengerti doktrin submisi/penundukan dlm Islam, bayangkan dirimu berada di tempat rayhanah dan pandanglah dalam2 mata lelaki yang melecehkan harga dirimu. Bayangkan kengerian menjadi seorang budak sex sang lelaki yg membantai ayah dan kakak2 laki2mu. Bayangkan anda dipaksa sex dgn lelaki yg membiarkan ibumu diperkosa gangnya, dan menjual adik2 perempuanmu kedalam perbudakan agar gangnya dapat membeli pedang utk dipakai merampok, membunuh dan menyiksa suku2 berikutnya.

Muhammad tidak lain dari orang yang paling biadab yg pernah hidup di muka bumi ini.

Ya, Muhamad juga membunuh ayah2 dan saudara laki2 para wanita yg diperkosanya. Buktinya ? Baca saja : “Allah mengalahkan Ahlul Kitab. Saya memaksa Qurayza dari rumah2 mereka dan menanamkan terror kedalam hati mereka. Beberapa kalian bunuh dan beberapa kalian tahan. Kalian membunuh lelaki mereka dan memperbudak wanita dan anak2 mereka. Dan saya membuat kau mewarisi tanah mereka, rumah mereka, dan harta mereka. Allah bisa berbuat segalanya.'” (Ishaq:468)

Nah, mari kita kembali kpd tantangan Jalal : dimana dalam Quran dan Sunah dikatakan Muslim boleh membunuh wanita dan anak2.

Kalau kau masih merasa bahwa hadis2 diatas ini belum cukup, teruslah baca dibawah ini dank au akan semakin mengenal sifat Islam yang mengagungkan pembunuhan, pemerkosaan, penjarahan dan ketakutan yg terus menerus diulang2i dan mendominasi kitab2 Islam.

—-belum diterjemahkan—
Bukhari, who compiled the most revered Hadith Collection, had this to say: “Sa’d [one of Muhammad’s militants] came riding a donkey, and when he approached the mosque, the Prophet said, ‘Get up for the best amongst you.’ Then the Apostle said, ‘O Sa’d! These people have agreed to accept your verdict.’ Sa’d said, ‘I judge that their men should be killed and their offspring and women should be taken as captives.’ The Prophet said, ‘You have given a judgment similar to Allah the King’s Judgment.'” (Bukhari:V5B58N148-B59N447) Another Hadith, or Oral Report from the Prophet and his Companions, reveals: “They then surrendered to the Prophet’s judgment but he directed them to Sa’d to give the verdict. Sa’d said, ‘I give my judgment that their men should be killed, their women and children should be taken as captives, and their properties distributed.'” (Bukhari:V5B59N448) A third Islamic Hadith proclaims: “The Nadir and Qurayza violated their peace treaty, so the Prophet exiled the Nadir and then he killed the Qurayza men. He distributed their women, children and property among the Muslims.” (Bukhari:V5B59N362)

And what do you suppose the Muslim militants did to their women? The Qur’an says that they forced them into prostitution. The Hadith says that they raped them. “I entered the Mosque, saw Abu, sat beside him and asked about sex. Abu Said said, ‘We went out with Allah’s Apostle and we received female slaves from among the captives. We desired women and we loved to do coitus interruptus.'” (Bukhari:V5B59N459)

As for the claim of mass murder: “The Jews were made to come down, and Allah’s Messenger imprisoned them. Then the Prophet went out into the marketplace of Medina (it is still its marketplace today), and he had trenches dug in it. He sent for the Jewish men and had them beheaded in those trenches. They were brought out to him in batches. They numbered 800 to 900 boys and men.” (Tabari VIII:35/Ishaq:464)

“The Apostle slew them in their own town. With our troops he surrounded their homes. We shouted out cries in the heat of battle. The Jews were given the Scripture and wasted it. Being blind, [the illiterate man said] they strayed from the Torah. You Jews disbelieved the Qur’an and yet you have tasted the confirmation of what it said. May Allah make our raid on them immortal. May fire burn in their quarter. They will no longer ruin our lands. You [Jews] have no place here, so be off!” (Ishaq:481)

We saved some of the worst for last… “The Qurayza met their misfortune. In humiliation they found no helper. A calamity worse than that which fell upon the Nadir befell them. On that day Allah’s Apostle came to them like a brilliant moon. We left them with blood upon them like a pool. They lay prostrate with the vultures circling round.” (Ishaq:480)

These poetic lines were also recited during the Islamic Holocaust: “We attacked them fully armed, sharp swords in hand, cutting through heads and skulls.” (Ishaq:470) This could serve as Islam’s byline: “We were steadfast trusting in Him. We have a Prophet by whom we will conquer all men.” (Ishaq:471) All means all, that’s all “all” means.

Here are Ishaq’s next three lines depicting peace, love, and tolerance – Islam style: “Muhammad’s Companions are the best in war.” (Ishaq:472) “Muhammad and his Companions humiliated every doubter.” (Ishaq:473) “Allah commanded that horses should be kept for His enemy in the fight so they might vex them. We obeyed our Prophet’s orders when he called us to war. When he called for violent efforts we made them. The Prophet’s command is obeyed for he is truly believed. He will give us victory, glory, and a life of ease. Those who call Muhammad a liar disbelieve and go astray. They attacked our religion and would not submit.” (Ishaq:475) If these words don’t make you sick, you are probably a Muslim.

Since Craig said that children were enslaved rather than killed because it was more profitable, consider this his proof from Islam’s first historian: “Then the Messenger of Allah sent Sa’d bin Zayd with some of the Qurayza captives to Najd, and in exchange for them he purchased horses and arms.” (Tabari VIII:39)—-belum diterjemahkan

Debat sudah selesai. Islam adalah manifesto teroris. Jalal tidak membuktikan Craig salah; ia justru membuka pintu selanjutnya bagi Craig utk membuktikan bahwa Islam salah dan Muslim tukang menipu.

Terima kasih, Jalal.

Advertisements
This entry was posted in WAWANCARA and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s