Bab 10 PESAN MEMBINGUNGKAN

“Dia ini (Nabi Muhammad) adalah seorang dukun, seseorang yang licik, tukang sihir yang suka berbohong.”

“Allah berkata, ‘Aku sedang menyusun rencana melawan mereka.’”

Dengan memeriksa Qur’an dalam urutan pewahyuannya dan dalam konteks tradisi Islam (Hadist), muncullah suatu gambaran yang sangat mengkhawatirkan. Tuhannya Islam bermigrasi dari tak bernama, kemudian menjadi Ar-Rahman, dan baru setelah itu menjadi Allah. Roh tersebut tiba-tiba mulai dengan nuansa Iblis yang begitu suka pada siksaan neraka. Selanjutnya ia bertransformasi dari sosok yang tidak tahu-menahu menjadi sosok yang kejam, dari sekedar cacian emosional menjadi brutal total. Pesan yang terkandung dalam Qur’an berkembang dari tradisi Hanif simplistik, ke Talmud Yahudi yang tidak ditafsirkan secara serampangan, dan terakhir kepada ritual-ritual pagan Qusayy. Hasil kesemuanya ini adalah sebuah manifesto teroris yang diberikan sebuah tameng agama. Dan ironisnya, kaum yang menjadi sumber bahan mentah penyuplai ajaran Islam ini kemudian dijadikan musuh utamanya. Kaum Hanif ditewaskan dalam pertempuran berdarah ‘War of Compulsion’ (Perang Ridda). Kaum Yahudi dibunuh secara masal sampai tidak tersisa (genosida) atas perintah Muhammad sendiri. Bahkan, penduduk Mekah yang memelihara penipuan berkedok agama warisan Qusayy juga habis dihancurkan oleh agama yang mereka ciptakan.

Muhammad selalu lari menjauh dari tuhannya. Seolah kedekatan menjadi masalah. Saat ia di Mekah dengan Allah (di Ka’abah), roh gelapnya bernama Ar-Rahman. Jauh setelah bermigrasi ke Medinah, sosok tsb berubah nama menjadi Allah. Tuhannya senantiasa berada dalam jarak yang cukup jauh untuk melindungi nabinya dari para pengejek yang mencela ketiadaan kinerja sosok tuhannya.

Ada suatu hal yang juga aneh. Semakin Muhammad menjauhkan diri dari Allah, dan mendekat ke kaum Yahudi beserta sumber kitab-kitab suci mereka yang kaya, semakin Qur’an terasa mirip Alkitab Ibrani, atau setidaknya Talmud. Namun, semakin lama Muhammad tinggal bersama kaum Yahudi, semakin tuhannya membenci kaum ini. Puncaknya, ia memerintahkan nabinya untuk membinasakan para ahli Kitab yang menjadi sandaran kredibilitas Islam.

Sejarah mengutuk Islam, oleh karena itulah umat Islam berusaha menulis ulang sejarah. Dengarkan usaha yang dilakukan Maududi, pakar Qur’an kita:“Kekacauan dan kebingungan yang terjadi di tanah Arab, dimana terjadi huru-hara di seluruh negeri, dipersembahkan sebagai alasan. Pertumpahan darah, penjarahan dan perampasan terjadi di semua sudut negri. Suku-suku saling menjarah dan tak seorangpun dapat tidur tentram di malam hari, karena takut suku-suku lain akan menyerang pemukiman mereka saat fajar. Setiap orang Arab tahu benar akan hal ini dan menyadari bahwa ini salah.” Ini sebuah teori yang sangat mengada-ada, mendakwa dan bodoh. Namun demikian, gambaran ‘bangsa Arab pra-Islam sebagai penyerang yang haus darah’ inilah yang diterima secara luas oleh umat Islam. Nada menghina tersebut selalu didengungkan dalam dakwah karena hal ini penting bagi kelangsungan hidup Islam. Teori ‘orang-orang Arab buas’ ini dijadikan dalil untuk menipu orang bahwa dalam konteks periode waktu kehidupannya, Muhammad adalah orang yang baik dan Islam mengubah orang-orang jahat menjadi baik.

Namun tiada satupun hipotesis tersebut benar. Tidak ada bukti historis bahwa orang-orang Arab pra-Islam menaklukkan negara2 tetangga mereka. Justru dengan kedatangannya, Islam menyerang negara2 sebelah sampai ujung dunia. Sebelum Islam, tidak ada bukti orang-orang Arab menjadi penjarah yang melancarkan teror kekerasan. Semuanya berubah dengan munculnya Muhammad. Setelah gagal menjadi nabi sebuah agama di Mekah, si rasulullah menjadi pengeruk kekayaan dan perompak di Medinah. Umat Islam menciptakan huru-hara di tanah Arab, menumpahkan darah untuk menjarah. Mereka menjadi gerombolan yang menteror, merampok pemukiman2 damai dan tidak bersalah beserta kafilah-kafilah kaya. Mereka tahu bahwa menteror, membunuh, merampok dan berdagang budak hal yang salah, namun mereka melakukan itu semua. Gejolak hati nurani mereka diredakan ayat-ayat Qur’an. Muhammad dan tuhannya berkata bahwa harta jarahan itu baik dan membunuh adalah cara paling pasti untuk mencapai surga Islam.

Orang-orang Arab di abad ke-7 buta huruf, terisolir, dan bahkan mungkin agak bodoh. Namun, tak ada bukti bahwa mereka perampok-perampok yang haus darah. JUSTRU Islam mengubah orang baik menjadi jahat. Itulah sebabnya mengapa umat Islam dewasa ini merasa perlu merevisi masa lalu mereka serta membolak balik kebenaran.

Mari kita simak Qur’an. Surah ke-106, yang diberi nama suku asal Muhammad, ‘Quraish,’ menunjukkan keadaan sebelum Islam. Qur’an 106:1, “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan” Ini merupakan gambaran yang cukup akurat ttg Mekah di masa pra-Islam, kafilah-kafilahnya, perjanjian-perjanjian, bulan-bulan perlindungan dan Ka’abah.

Surah ke-100 menjadi pertanda apa yang kelak terjadi. Qur’an 100:1, “Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh” Serangan rampok Islam yang paling ganas mengerahkan pasukan berkuda. Maka, sang nabi memberikan penghargaan bagi yang bertempur dengan menunggang kuda. Jenis pertempuran atas nama agama yang diisyaratkan dalam surah ke-100 yang kemudian dikenal sebagai ‘Jihad.’ Qur’an mengatakankannya sebagai ‘Kehendak Allah.’ Apapun definisinya, yang jelas itu menjadi atribut utama Islam dan simbolnya yang paling abadi. Bukhari VB52N44, “Seorang pria mendatangi Rasullullah dan berkata, ‘Perintahkan aku perbuatan yang pahalanya sebesar Jihad.’ Ia menjawab, ‘Tidak ada perbuatan seperti itu.’ Lantas ia menambahkan, ‘Dapatkah engkau, disaat para pejuang Islam dalam peperangan, masuk ke dalam mesjid untuk sholat tanpa henti dan berpuasa selamanya.’ Pria tsb menjawab, ‘Tapi siapa yang dapat melakukannya?’” Dengan kata lain, bahkan puasa dan sholat abadi masih kurang ‘relijius’ dibanding menjadi seorang Jihadi.

Pasukan berkuda merupakan kunci kesuksesannya, lalu sang nabi mengukir ayat untuk menghargai prajurit serta kuda tunggangannya. Bukhari V4B52N104,“Nabi berkata, ‘Kebaikan akan tetap berada di dahi kuda-kuda jihad karena mereka membawa pahala surgawi atau harta jarahan.” ‘Terbaik di kedua dunia’ (mati masuk surga, hidup mendapat jarahan) adalah tema yang akhirnya senantiasa dijual Muhammad dalam Islam pada gerombolan rampoknya.Bukhari V4B52N105, “Nabi berkata, ‘Jika seseorang memelihara kudanya karena ‘Kehendak Allah,’ didorong janjiNya, maka ia akan mendapat pahala atas apa yang dimakan dan diminum kuda tersebut dan atas kotoran dan air seni kuda tersebut.” Bukhari V4B52N112, “Rasullullah berkata, ‘Kuda-kuda dipelihara karena satu dari tiga alasan. Bagi sebagian orang, kuda tsb adalah sumber pahala, bagi yang lain sebagai tunggangan, dan sebagian lagi sebagai sumber dosa. Yang menjadikannya sebagai sumber pahala, ialah orang yang memelihara kuda karena ‘Kehendak Allah’ (Jihad).” Seraya kita berpindah dari delusi Mekah ke terror Medinah, ingatlah hadis ini. Bagi Muhammad, ‘Kehendak Allah,’ sinonim dengan ‘Jihad,’ dan keduanya melibatkan PERANG!!! :axe:

Versi Blitzkrieg/serangan tiba-tiba dari Qur’an abad ke-7 tersebut, dilanjutkan dengan ayat Qur’an 100:6, “Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil (keras/kejam—penerjemah) karena cintanya kepada harta.” Pada hari ia menginjakkan kaki di Medinah hingga saat kematiannya, Muhammad menyaksikan sendiri ‘keingkarannya’ berupa ‘tindak kekerasan/kekejaman.’ Ia memimpin serangan teroris karena ‘cintanya pada harta.’ Nabi Islam adalah manusia paling kejam dan serakah yang berbicara atas nama Tuhan. Dengan demikian, kata-kata ayat diatas menunjukkan kemunafikannya.

Qur’an 100:9, “Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.” Rahasia yang berada di balik kubur para korbannya menuntut: Muhammad harus ditelanjangi perbuatannya!

[…]

Tema-tema selanjutnya adalah tema favoritnya Muhammad. Kita mulai dengan contoh bagaimana sosok ilahi Islam merespon orang-orang yang menantang kredibilitas nabinya. Qur’an 76:4, “Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.”

Qur’an 77:39, “Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.”
Qur’an 78:28, “dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.”
Qur’an 78:40, “Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.”[
Qur’an 83:10, “Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,….yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu.”
Qur’an 83:29, “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. ….Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
Qur’an 84:22, “bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya). Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih,”
Qur’an 84:20, “Mengapa mereka tidak mau beriman? dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud.”
Qur’an 85:10, “Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar…Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras….padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka. Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia,”
Qur’an 86:15, “Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.”
Sangat direct dan Langsung sekaligus mengerikan. Terima Muhammad atau rasakan siksa pedas! Perbedaan pendapat tidak akan ditolerir.

Setelah rentetan peringatan pada para pengejek tsb., muncul pula ayat2 yang berisi TEROR nan HORROR!! :axe:
Qur’an 77:29, “(Dikatakan kepada mereka pada hari kiamat): “Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka”. Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana. Seolah-olah ia iringan unta yang kuning.”
Qur’an 78:21, “Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pambalasan yang setimpal.”
Qur’an 84:11, “maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”
Qur’an 85:1, “Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari yang dijanjikan, Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit,”
Qur’an 85:5, “yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,”
Qur’an 101:8, “Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.”
Api neraka adalah tempat peristirahatan yg disediakan Allah untuk para pembangkang yang tidak sudi takluk pada Allah dan nabinya.

Untuk menghidari azab neraka ini, tunduklah pada Muhammad dan patuhi dia! :snakeman: Rumah bordil dan minuman memabukkan akan menjadi pensiunmu.
Qur’an 76:5, “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (maksudnya: Muslim—penerjemah) gelas (berisi minuman) [anggur] yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.” :drinkers:
Qur’an 76:19, “Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda [pria-pria muda, untuk para pria Islam yg menyukai anak muda] yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.
Qur’an 76:21, “Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih [anggur].”
Qur’an 77:41,“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan.”
Qur’an 78:3, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja[gadis berpayudara montok, terj. Ind diubah] yang sebaya , dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta. Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,” “Verily for those who follow Us, there will be a fulfillment of your desires: enclosed Gardens, grapevines, voluptuous full-breasted maidens of equal age, and a cup full to the brim of wine. There they never hear vain discourse nor lying – a gift in payment – a reward from your Lord.”
Qur’an 83:22, “Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya)”
Qur’an 85:11, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.”
Muhammad bukan saja menciptakan tuhan dalam imajinasinya, ia meramu surga yang merupakan pencerminan fantasinya yang dipenuhi singgasana, sungai khamar yang mengalir bebas, perawan2 abadi menggairahkan yang bisa digauli selama2nya!

Namun semuanya ini omong kosong jika Allah Islam ternyata bukan Tuhan. Ayat2 berikut membuktikan ia bukan sosok Tuhan sejati.

[…]

[Tapi] ayat berikutnya paling fatal bagi Allah! Qur’an 78:37: “ Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia, tidak ada yang bisa menyapaNYa.” Jika ini benar, apa gunanya sholat 5 kali sehari? Untuk apa solat dan punya Tuhan kalau kita tidak dapat berbicara denganNya??

Peringatan: materi Islam akan membuatmu mengantuk. Buku yang satu ini ditulis tak terorganisir dan tanpa arah. Jangan coba-coba menjalani kehidupan di bawah pengaruh ayat-ayatnya karena akibatnya adalah cedera serius atau bahkan kematian.

Halaman-halaman berikut mengekspose surah-surah awal. Sebagian besar kacau balau. Tanpa konteks dan kronologi, surah-surah ini merupakan kata-kata kasar yang diulang-ulang dan mengandung kebencian. Namun demikian ayat-ayat yang campur aduk inilah esensi ajaran cult Islam, maka untuk itu kita harus membahasnya.

Maududi ingin kita percaya bahwa kebalikannya-lah yang benar. Ia mengklaim bahwa agama Islam, sebagaimana yang dinyatakan dalam Qur’an, terdiri dari tiga doktrin fundamental yang cemerlang: “Tauhid (keesaan Allah) [yang keberadaannya saja tidak bisa dibuktikan], kerasulan Muhammad [yang kerasulannya tercakup di Sunnah, bukan di Qur’an], dan kebangkitan orang mati secara jasmani [bukan secara spiritual]. Surah ke-112, ‘Al-Ikhlas,’ mengajarkan Tauhid yang murni, tak bercela. Sebab itulah, Nabi menganggap surah satu ini setara dengan sepertiga isi Qur’an.”

Qur’an 112:1, Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. Alhamdulileeee … :rolleyes: syukurlah cuma ada SATU tuhan seperti ini. Kalau sampai ada DUA rasanya gak kebayang deh… Tapi, gagasan Muhammad bahwa surah yang berisi satu kalimat ini setara dengan sepertiga Qur’an, sangat menggelikan.

Dua surah terakhir Qur’an memperkuat apa yang kita sudah ketahui. Dengan masuknya kedua surah ini, kita telah menganalisa tiap surah dari surah ke-67 hingga ke-114, sebagian besar secara keseluruhan. Inilah pengakuan pengakuan akhir, Qur’an 113:1 “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya,” “Say: I seek refuge with the Lord of the Dawn from the mischief of the evil He created.”
Muhsin Khan
Say: “I seek refuge with (Allah) the Lord of the daybreak, from the evil of what He has created;
Pickthall
Say: I seek refuge in the Lord of the Daybreak, from the evil of that which He created;
Yusuf Ali
Say: I seek refuge with the Lord of the Dawn, from the mischief of created things;

‘Tuhan Yang Menguasai subuh’ atau Lord of the Dawn, seperti dibahas dalam bab sebelumnya, bukan mengacu pada Allah (karena dalam Surah ini namaAllah belum dikenal). TAPI ini adalah NAMA sebuah dewa Quraisy, yi Dewa Subuh yang sebenarnya adalah Dewa Kegelapan — Nahhh .. dewa inilah yang kita lebih mengenal dengan nama IBLIS! DIA-lah yang menginspirasi Muhammad.
Qur’an 113:3, “dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki” :rolleyes: Nah bingung gak tuh?? Bagi saya, ayat ini menunjukkan bahwa Muhammad telah mendakwa perilakunya sendiri. Ia melakukan hal-hal yang ia sendiri mengatakan sbg bernuansa Iblis.

Sebagai bukti bahwa Muhammad bersalah atas ‘kejahatan malam apabila telah gelap gulita’ dan praktek ‘sihir yang menghembus pada buhul-buhul,’ kuhadirkan pengakuan berikut: Bukhari:V7B71N643, “Aku mendengar Nabi berkata, ‘Bila seseorang melihat sesuatu yang tidak ia sukai, ia harus meniuptiga kali di sisi kirinya dan kejahatan tidak akan menyakitinya.”
Bukhari:V6B61N535, “Bilamana Nabi sakit, ia biasa meniup sekujur tubuhnya berharap berkat.”
Bukhari:V6B61N536, “Ketika Nabi hendak tidur ia akan menangkupkan kedua tangannya dan meniupnya sambil melafalkan surah-surah. Ia kemudian menggosokkan tangannya ke bagian tubuh mana saja yang terjangkau, mulai dari kepala, wajah dan sekitar ubun-ubun.” Kalau orang-orang yang melakukan ‘sihir yang menghembus pada buhul-buhul’ itu bersifat jahat, Muhammad telah memperkenalkan kita pada roh yang menginspirasinya. :finga:

Hadis berikut ini sangat memberatkan karena sepenuhnya bernuansa Iblis. Sumbernya Aisya, istri favorit Muhammad. Bukhari:V4B54N490-V7B71N658, “Nabi kena sihir sehingga ia mulai percaya bahwa ia melakukan sesuatu yang tidak benar-benar ia lakukan. [Dengan kata lain, mantra jahat menyebabkan ia berhalusinasi dan berbohong. Ini ciri-ciri orang yang dirasuki setan.] Suatu hari ia berkata, ‘Aku merasa bahwa Allah [Iblis] telah mengilhamiku cara menyembuhkan diriku sendiri. Dua sosok [setan] datang dalam mimpiku. Yang satu bertanya pada yang lain, ‘apa penyakit pria ini?’ ‘Ia telah terkena sihir. Ia dibawah pengaruh mantra sihir. ‘Siapa yang memberi mantra sihir?’ ‘Seorang Yahudi.’ ‘Apa benda yang digunakannya?’ ‘Sebuah sisir, rambut rontok yang ada di sisir itu, dan bagian luar serbuk sari kurma jantan.’ ‘Darimana asalnya?’ ‘Dari sumur/mata air Dharwan…’ Lantas, sang Nabi pergi ke mata air tersebut. Sewaktu pulang, ia berkata, ‘Pohon-pohon korma tersebut seperti kepala-kepala setan.’ Aku bertanya, ‘Apakah kau meniup benda-benda yang membuat sihir itu bekerja ?’ Ia berkata, ‘Tidak, karena aku telah disembuhkan Allah dan aku khawatir tindakan tsb akan menyebarkan kejahatan diantara orang-orang.’”
Penyangkalan, halusinasi, paranoia dan dusta, semuanya adalah bagian ramuan resep setan. Muhammad tak ingin kisahnya keluar karena begitu menmberatkan. Ia menjadi apa yang ia kutuk – dan ia sadar akan hal itu. :snakeman:

Surah ke-114 menjadi surah terakhir karena sangat singkat. Umat Islam mengakui bahwa susunan ayat2 Qur’an campur aduk, disusun berdasar panjang pendeknya surah, namun mereka tidak berusaha menyusun ulangnya secara kronologis atau menjelaskannya sesuai dengan konteks kehidupan Muhammad. Alasannya jelas: ketidakteraturan ayat dan ketiadaan konteks membawa kebingungan, TAPI justru keteraturan ayat dan penjelasan sesuai dengan konteks malah nantinya akan membawa kehancuran.

Qur’an 114:1, “Katakanlah : Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia”

TERJEMAHAN versi Indonesia ini rada berbeda dgn bahasa Inggrisnya. Versi Indonesia mengabaikan kata ‘JIN’ (Jadi seharusnya versi Indonesia sesuai dgn Inggrisnya harus berbunyi: ‘Aku berlindung kepada Tuhan manusia dan jin’) : “Say: I seek refuge in the Lord of men and jinn [demons], the King of men and jinn, the Ilah (God) of men and jinn.” Perhatikan bahwa dalam terjemahan Inggris dan Indonesia diatas, Lord/Tuhan, King/Raja dan Ilah/Sembahan ditulis dalam huruf besar. TAPI dalam semua terjemahan, kecuali dua (Muhsin Khan dan Dr. Ghali), kata ‘Ilah’ untuk ‘God’ menggunakan ‘god’ dengan ‘g’kecil.

Muhsin Khan: The Ilah (God) of mankind,
Pickthall: The god of mankind,
Yusuf Ali: The god (or judge) of Mankind,-
Shakir: The god of men,
Dr. Ghali: The God of mankind.
Indonesian: Sembahan manusia.

Karena Muhammad dan rekan-rekannya biasa menggunakan huruf besar tanpa alasan yang jelas, terjemahan ‘god’ dengan huruf kecil ini menjadi berarti. Juga karena posisi dan jabatan politis ‘Lord’ dan ‘King’ menggunakan huruf besar, tidak meninggikan ‘god’ menimbulkan tanda tanya siapa sebenarnya tuhannya Muhammad.

Bahkan nama Iblis saja dianugerahi huruf besar dalam versi bhs Inggrisnya. Tapi dlm versi bhs Indonesia tidak! Bingung deh! Lihat saja dibawah ini:

Qur’an 114:4, “Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” “From the evil of the sneaking Devil who Whispers Evil and withdraws after his whisper, the slinking Satan, the same who whispers into the hearts of mankind from among the jinn and men.” Nah, anda sudah bisa lihat sendiri: Qur’an diakhiri dan dimulai dengan roh jahat. Iblis mengintai dipersembunyiannya, membisikkan kejahatan pada jin dan manusia. Pas banget! \:D/

Sayangnya, akhir dari Qur’an bukan berarti akhir dari Islam. MIssi Muhammad di Mekah tidak berjalan lancar. Sumber ajaran Hanif telah mengering diconteknya namun penduduk Mekah masih belum dapat diyakinkan. Maka sang nabi ngebet ini memutuskan untuk mengubah: kiblatnya, tuhannya, dan sumber wahyunya. Di ke-39 surah berikutnya kita memasuki periode Mekah kedua. Pada bagian Quran ini, kaum Yahudi berangsur menggantikan posisi kaum Quraysh, pada saat bersamaan, Alkitab Yahudi mulai mendominasi kitab Islam. Kita akan tahu bahwa saat itu adalah masa-masa yang tak menyenangkan bagi Muhammad.

Dalam pencarian kita untuk memahami fundamen Islam, mari menyelami surah ke-56, ‘Hari Kiamat,’ yang mengungkapkan surga dan neraka dalam imajinasi Muhammad … Begitu mengerikan hingga tidak mungkin ini gambaran ilahi.

Sebagaimana sebagian besar isi Qur’an, ‘Hari Kiamat’ adalah gaya paparan tanpa substansi. Memang khas Muhammad untuk memaparkan pengetahuan terdalamnya mengenai surga dan neraka, yang menawarkan kita ancaman dan siksaan yang begitu gamblang. Bagi Muhammad, hal ini memang jalan menuju kekuasaan. Namun jalan Islam tetap gelap. Walau neraka yang menyala-nyala dan surga penuh nafsu digambarkan dengan rinci, tidak banyak doktrin berharga yang bisa kita ambil dari kepercayaan baru Muhammad ini. Ancaman ‘Menyerah atau mati’ rasanya cukup jelas, tapi ini tidak cukup untuk menyatakan Islam sbg sebuah agama.

Berikut, Surah 56 menunjukan ramalan datangnya Muhammad sebagai Nabi Bencana/Prophet of Doom. Qur’an 56:1, “Apabila terjadi hari kiamat, tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.” Penduduk Mekah mengejek hampir semua yang dikatakan Muhammad, maka sang wannabe prophetmenarik diri ke dalam dunia imajinernya, sebuah tempat ciptaannya dimana tak seorangpun dapat membantahnya.
Qur’an 56:3, “(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan” Menurut sang ‘nabi,’ goncangan dan penghancuran tersebut terjadi di tahun 1110 M, 500 tahun sejak penobatannya sebagai utusan Allah yang terakhir. Karena peristiwa bencana yang dikenal sebagai Hari Kiamat merupakan ramalan/nubuatan Muhammad yang paling penting dan paling sering diulang-ulang, dan ternyata masih belum terpenuhi juga dalam 900 tahun, kita berhak mempertanyakan mandat kenabiannya!

Qur’an 56:7, “dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam jannah kenikmatan.” Siapa yang menjadi sahabat ‘golongan kanan’? Siapa yang menjadi sahabat ‘golongan kiri’? Pertanyaan-pertanyaan ini tetap tak terjawab di seluruh ‘wahyu ilahi’ ini. Jika tuhan menganggap hal ini cukup penting sampai perlu menyebutnya dalam sebuah ayat, tentunya ini harus diperjelas. Tapi ternyata tidak!

Qur’an 56:13, “Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda [/i](versi bhs Inggris menyebutnya sbg LAKI2 muda!—penerjemah) yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir [anggur], mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.” “A multitude of those from among the first, and a few from the latter, (will be) on couch-like thrones woven with gold and precious stones. Reclining, facing each other. Round about them will (serve) boys of perpetual (freshness), of never ending bloom, with goblets, jugs, and cups (filled) with sparkling wine. No aching of the head will they receive, nor suffer any madness, nor exhaustion. And with fruits, any that they may select: and the flesh of fowls, any they may desire. And (there will be) Hur (fair females) with big eyes, lovely and pure, beautiful ones, like unto hidden pearls, well-guarded in their shells. A reward for the deeds.”Bordil Allah: rumah bordil kecil terbaik (Ka’aba) di Mekah.

Mari periksa hadits Muhammad mengenai hal ini. Yang dikatakan pahala di surga (seks bebas, anggur) ternyata tidak diijinkan selagi hidup. Aneh! Ngeseks didunia gak boleh tapi ngeseks disurga, OKAYYY!! Bukhari:V7B69N494, “Aku mendengar Nabi berkata, ‘Diantara para pengikutku akan ada yang menganggap hubungan seks bebas, memakai kain sutra, minuman beralkohol (anggur) dan memainkan alat musik itu halal. :rock: Allah akan menghancurkan mereka di malam hari dan membiarkankan gunung jatuh menimpa mereka. Ia akan mengubah sisa mereka menjadi kera dan monyet dan mereka akan tetap demikian hingga Hari Bencana.” Bukhari:V4B54N476-544, “Nabi berkata, “… Setiap orang akan mendapat dua perawan yang sangat cantik dan bertubuh transparan sehingga tulang-tulang betisnya akan terlihat di balik dagingnya.”

Kembali ke deskripsi Qur’an tentang surga: Qur’an 56:25, “Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.” “There hear they no vain speaking nor backbiting, only saying the word, ‘Peace! Peace.'” Hanya mendengat ucapan salam sepanjang waktu akan membuat surga Islam menjadi suatu tempat membosankan. Tak heran Allah menyajikan berbagai pilihan menu hiburan sebagai gantinya. :finga:

“Dan Sahabat Golongan Kanan, alangkah bahagianya Golongan Kanan itu?” “The Companions of the Right Hand, what will be the Companions of the Right Hand?” Lagi-lagi pertanyaan diajukan tapi tidak dijawab. Surah ini memberitahu nasib Golongan Kanan tanpa petunjuk siapa mereka atau apa yang mereka telah lakukan sehingga masuk ke rumah bordil Allah.

Cuma ini saja inpo ttg Golongan Kanan. Qur’an 56:39, “segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.” ](*,) “A numerous company from among the first, And a (goodly) number from those of later times.”

“Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.” “Among thorn-less lote trees. And among Talh (banana-trees) with flowers piled high, in shade long-extended, by water flowing constantly, and fruit in abundance, whose season is not limited, nor forbidden.” Surga Islam terus merefleksikan pandangan Muhammad, sang anak yatim yang terbuang dan berjuang untuk bertahan ditengah2 kerasnya kehidupan padang pasir. Buah-buahan, unggas, naungan, air yang mengalir, tempat duduk yang nyaman, pelayan yang penuh perhatian, anggur Viagra dan perawan segar. Inilah tempat menghabiskan hidup. Namun aku sama sekali tak percaya pada sosok tuhan yang memberi pahala surgawi berupa kemabukan dan percabulan— segala hal yang ia larang di bumi.

Qur’an 56:34, “dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. penuh cinta lagi sebaya umurnya.” ..Muhammad mengatakan pada para prajurit muda yang direkrutnya bahwa para perawan mereka akan dipulihkan keperawanannya untuk setiap penaklukan – ‘mereka akan kembali perawan.’ Ia juga mengatakan surga Islam hanyalah untuk kaum pria. Para kekasih mereka adalah ‘ciptaan khusus’ – bukan perempuan dari dunia ini. Dan untuk memuaskan hasrat tak terbatas mereka – ada cukup banyak pasangan seks, lebih dari satu. ‘Gadis-gadis cantik, pasangan-pasangan khusus, perawan-perawan, kekasih-kekasih’ selalu dalam bentuk jamak. Inilah orgy ala Islam.

CUKUUUUUP segini dulu segala perilaku tak karuan ini. Sekarang saatnya memanggang orang-orang kafir.

Qur’an 56:41, “Dan Golongan Kiri, siapakah Golongan Kiri itu? Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.” Pelanggaran terberat Golongan Kiri ini sebenarnya mengabaikan sang anak yatim (baca: Muhammad), merampas haknya dalam bisnis keluarga, kemudian menolak klaim kenabiannya.

Qur’an 56:47, “Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali? apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)? Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.” Inilah Hari Kiamat Muhammad dimana manusia dibangkitkan dari kubur, tulang belulang dan daging dipulihkan, hingga sebagian diantaranya dapat terbakar birahi di surga dan sebagian lagi terbakar di neraka. Tubuh jasmani-lah yang dipuaskan dan dipanggang—bukan roh.

Qur’an 56:51, “Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan.” Muhammad paling tidak harus dipuji dari segi orisinalitas. Sulit membayangkan sosok tuhan yang begitu menghibur, meskipun dengan cara yang gila.

Qur’an 56:57, “Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?” Inilah Islam secara singkat. Akuilah Muhammad sbg nabi dan takluklah pada kehendaknya, atau kau akan makan duri dan minum air mendidih. “Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah [sperma] yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” TIdak mengherankan! Dewa nafsu birahi so pasti juga dewa sperma.:finga:

“Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan, untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.” Muhammad dan Allah mempunyai banyak kemiripan, termasuk ide bahwa manusia degnan mudah bisa disingkirkan dan diganti. Mereka menggunakan ancaman mengerikan atau godaan penuh nafsu untuk merayu pasokan martir yang tak ada habis-habisnya agar berjuang dan rela mati demi sesuatu yang mereka dambakan. Islam tidak hadir untuk menyelamatkan manusia melainkan untuk menginjak2 manusia.

[…]

[color] Ada lagi…. Qur’an 56:75, “Maka Aku bersumpah (Aku bersaksi pada bintang-bintang yang jatuh–versi bhs Inggris) dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia.” “Furthermore I call to witness the falling Stars, and that is indeed a mighty adjuration, a tremendous oath, if only you knew, that this is indeed a noble recitation (of the Qur’an).” Diantara serangkaian ayat-ayat tak berarti, baris ayat yang ini cukup menonjol. Dari ‘bersumpah atas bintang jatuh/bebatuan angkasa yang terbakar’ lantas melompat ke ‘Qur’an yang mulia.’ (terj. Ind. beda sendiri)
Muhsin Khan
So I swear by Mawaqi (setting or the mansions, etc.) of the stars (they traverse).
Pickthall
Nay, I swear by the places of the stars –
Yusuf Ali
Furthermore I call to witness the setting of the Stars,-
Shakir
But nay! I swear by the falling of stars;
Indonesian
Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.

“… pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan” “In a Book kept hidden that is protected which none shall touch but those who are clean, the purified ones.” Ampun deh! Mengapa wahyu ilahi disembunyikan? “Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin (rabbi manusia dan jin—versi bhs inggris). Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?” “A Revelation from the Lord of men and jinn. Is it such a talk that you would hold in light esteem, a statement to scorn? Do you then hold this announcement in contempt?” YA JELAS!! HAK KITA DONG MEREMEHKAN QURAN KALAU ISINYA MEMANG AMBURADUL BEGINI sebagaimana penduduk Mekah yang benar-benar kenal dan paham ttg Muhammad dan Qurannya??

Sepuluh ayat berikutnya begitu membingungkan, pesannya kacau, bahkan translator Arabnya menambahkan 47 kata dalam kurung untuk membantu tuhannya. Qur’an 56:82 “kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.” “And instead (of thanking) for the provision He gives you, you deny (Him by disbelief). To give (it) the lie you make your means of subsistence. Then why do you not (intervene) when (the soul of the dying man) reaches the throat, And you the while (sit) looking on, But We (Our angels who take souls) are nearer unto him than you, but you see not. Then why do you not, if you are exempt from (future) account (punishment), and not in bondage (unto Us), Do you not force it (the soul) back (into its body), if you are true (in the claim of independence)? Thus, then, if he (the dying person) is of those drawn nigh, (There is for him) breath of life and plenty, and a Garden of Delights. And if he is of those on the Right Hand, Then (the greeting) ‘Safety and peace’ (from the punishment of Allah).”

Jika tulisan kacau seperti ini disebut wahyu ilahi, maka sebutlah aku William Shakespeare. :rolleyes:

Pada ayat terakhir surah 56, roh gelap Muhammad kembali ke subjek favorit-nya, Qur’an 56:92, “Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam jahannam. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar.”

Menakjubkan. Hiburan bagi yang menolak dogma kegelapan ini adalah air mendidih dan dipanggang di neraka. Tuhan macam apa yang memerintahkan nabinya untuk ‘merayakan’ penyiksaan terhadap manusia? Karena tak mungkin sosok Tuhan begitu terganggu dan gila seperti ini, haruskah kita membenci Muhammad atas penipuannya, atau justru mengasihaninya? Haruskah umat Islam dibebaskan dari delusi semacam ini, atau kita hanya duduk diam menyaksikan mereka merayakan tindakan terror keji mereka dewasa ini?

Dalam mengekspos Islam, aku selalu mengulang-ulang seperti yagn juga dilakukan Qur’an dan Hadist. Dengan menyusun doktrin-doktrin buku paling ‘suci’ ini secara kronologis dan menempatkannya dalam konteks waktu dan tempat, bukti-bukti semakin menumpuk. Kebenaran akhirnya tak terbantahkan. Sebab itu, aku akan terus menyajikan kitab suci mereka selengkap mungkin. Dengan mengamati pola perilaku yang berulang, kau akan dapat menilai secara akurat.

Dengan cara ini, mari kita bedah surah ke-52, yang setali tiga uang dengan surah ke-56. Qur’an 52:1, “Demi bukit, dan Kitab yang ditulis, pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Ma’mur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api,” “I call to witness Tur (Mount Sinai) and a Scripture Book inscribed, written on a fine parchment scroll unrolled, and the House ever-peopled, and the roof raised high, and the sea kept filled.”Roh Islam mencoba menipu. DLm versi Inggrisnya, Ka’aba dikatakan selalu berpenghuni (House everpeopled), Ka’abah (hanya terj. Ind. dan Muhsin Khan yg merefer ke Baitul Ma’mur/Ka’abahnya malaikat. Terj. lain merefer ke Ka’abah itu sendiri). Padahal Ka’abah tidak ‘selalu berpenghuni.’ Sebagaimana yang tercantum di lampiran ‘Sumber Referensi’ buku ini, tidak ada bukti arkeologis atau historis yang menandai Mekah berpenghuni. Eksistensinya saja sebelum abad 6 diragukan. Sebab itulah, Islam didasarkan pada kebohongan, karena bila tak ada manusia penghuninya, takkan mungkin bisa disampaikan apapun yang mirip ritual Islam dari Abraham ke Qusayy.

Di bagian lain Qur’an dikatakan bahwa ‘Buku’ tersebut diukir di sebuah Prasasti Abadi/mushaf, bukan pada gulungan-gulungan perkamen yang bisa rusak.:rolleyes: Justru itulah pernyataann Qur’an yang paling tak masuk akal. Quran sendiri dan bahkan Maududi, mengatakan bahwa ‘Qur’an sudah tertulis sebelum penciptaan, disampaikan dan dipertahankan dalam bentuk aslinya.’ “Qur’an yang kau hormati itu tidak berubah: ‘Tertulis dalam Tablet Abadi yang tak dapat rusak dengan cara apapun.’”

Karena klaim Qur’an ttg asal-mula dan keberadaannya penting untuk pemahaman kita, kita perlu membedahnya lebih lengkap lagi. ‘Buku’ Allah sendiri menyatakan: Qur’an 12:1, “Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).” “These are verses of the immaculate Book, a clear discourse.” Immaculate (terj. lain: perspicuous, maketh plain, clear) berarti sempurna, tanpa cela, jelas. Nyatanya kita telah menemukan sejumlah kesalahan, besar maupun kecil. Qur’an 12:3, “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik (tapi dlm bhs Inggrisnya: sejarah yang paling baik) dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” “Through the Qur’an We narrate the best of histories.” PADAHALLL Qur’an sama sekali tidak mengandung sejarah. Bahkan tidak memiliki konteks. :rolleyes:

Qur’an 2:1, “Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” MOSOK sih tidak ada keraguan dlm Quran? Qur’an 10:37, “Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.” Masak sih? Isi Qur’an sendiri, jangankan mengkonfirmasi wahyu yang katanya datang terlebih dulu, tapi justru saling bertentangan. Terlebih lagi, kualitas penulisannya amat memalukan. Saat berkuliah ttg penciptaan, si nabi Allah mengaku, “Segala yang terjadi, tertulis di Tablet Abadi sebelum semuanya diciptakan.” Dan ini sangat aneh, karena semua yang telah kita baca sejauh ini hanya terpaku pada ambisi seseorang akan harta dan kekuasaan. Dengan kata lain: ayat-ayat Qur’an bersifat temporer dan hanya melayani ambisi Muhammad.

Alasanku mengemukakan hal ini adalah untuk menyingkirkan klaim Islam bahwa Qur’an adalah cerminan isi tablet abadi/mushaf yang asli di surga. Inskripsi pada koin mata uang dari tahun 685 A.D. memperlihatkan ketidakcocokan dengan surah-surah Qur’an yang beredar masa kini. Tulisan yang terdapat di dalam Dome of the Rock (691 A.D.) juga berbeda. Terlebih lagi, salinan-salinan Qur’an paling awal ditulis tanpa tanda vocal dan titik-titik diakritik yang digunakan bahasa Arab modern untuk menentukan huruf apa yang dimaksud. Baru di akhir abad ke-8, 150 tahun setelah Muhammad meninggal, kaum ulama Islam menambahkan tanda diakritik untuk memperjelas ambiguitas yang tak terhitung banyaknya. Dalam proses pelaksanaannya, mereka memilih huruf-huruf dan vokal, yang berarti membuat kata-kata, tanda baca dan makna yang baru. Mereka menterjemahkan apa yang pada dasarnya hanya berupa kode-kode kedalam bualan yang kita baca saat ini.

Kemudian mengenai masalah perkamen itu sendiri. Fragment tertua berasal dari abad ke-8 bukan ke-7. Ditemukan di ruang atas dekat atap diantara tumpukan karung kentang di mesjid Sana’a, ibukota Yaman, tahun 1972. Tak terbilang banyaknya penyimpangan dari teks yang telah beredar, termasuk susunan ayat-ayat, variasi teks, dan hiasan artistik. Dr. Gerd Puin, ahli Qur’an pemimpin tim peneliti Jerman yang meneliti gulungan-gulungan perkamen tersebut mengatakan, “Revisi yang dibuat sangat jelas tertulis di atas versi sebelumnya, dihapus dan ditulis ulang. Qur’an versi Yaman memperlihatkan teks Qur’an mengalami perkembangan dalam hal penulisan, bukan kata-kata Tuhan yang diwahyukan langsung begitu saja pada Muhammad.” Puin melanjutkan, “Qur’an mengklaim diri sebagai ‘mubeen’ atau jelas, namun bila anda cermati, akan terlihat bahwa di setiap kalimat kelima sama sekali tidak masuk akal. Seperlima isi Qur’an membingungkan. Inilah yang menyebabkan stress para penterjemahnya. Jika Qur’an tidak jelas, bahkan jika dalam bahasa Arabnya saja tidak dapat dipahami, maka ia tidak dapat diterjemahkan dalam bahasa apapun.” Kenyataan pahit ini menakutkan bagi Muslim ortodoks yang hanya membeo klaim nabinya bahwa Qur’an terpelihara—tak berubah dan tak ada kesalahan—persis seperti yang ditulis Allah.

Klaim sempurna Allah atas Qur’annya, amatlah mustahil bahkan bila Allah itu tuhan. Bahasa adalah alat yang tidak sempurna. Satu kata bisa mengandung banyak hal dan makna yang seringkali berubah dengan adanya infleksi (pada intonasi atau grammarnya). Konotasinya juga berubah sesuai konteks, sesuatu yang tidak ada pada Qur’an. Pengetahuan akan waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terlibat diperlukan untuk memahami maksudnya. Sebagai contoh, kata Arab klasik yang dipakai untuk ‘berperang’ dapat dengan mudah diterjemahkan sebagai ‘membunuh.’ Dan kata untuk ‘perawan’ tidak dapat dibedakan dari kata Arab klasik untuk ‘anggur putih.’

Yahweh lebih pandai, ternyata. Ia tidak pernah mengatakan Kitab-Nya sempurna. Ia katakan itu sudah cukup. Tapi selagi kita di pokok bahasan ini, aku ingin berbagi sesuatu yang mungkin menarik bagimu. Ada ribuan nubuatan dalam Alkitab, hampir semuanya telah tergenapi. Tak ada yang terluput. Ada ribuan penggambaran sejarah secara rinci dalam teks—tak ada yang terbukti invalid.

Obsesi Qur’an terhadap siksaan yang gila-gilaan adalah bukti inspirasi dari jenis yang berbeda. Qur’an terpaku pada fatalisme, tidak adanya pilihan dan karenanya tiada ruang bagi cinta kasih. Inilah bukti akan keberadaan roh gelap dalam Islam. Qur’an 52:7 “Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya.”

Ini adalah sosok ‘tuhan’ yang kejam dan menjijikkan: Qur’an 52:9, “Pada hari ketika langit benar-benar bergoncang, dan gunung benar-benar berjalan. Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebathilan, pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya.” Ini benar-benar sakit jiwa! :axe:

Qur’an 52:14, “(Dikatakan kepada mereka): ‘Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya. Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat? Masukklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.”
Ini juga jelas-jelas bernuansa Iblis.

Bagi mereka yang takluk pada roh gelap ini akan diberikan pahala yang sudah dijanjikan (kalau ia bukan Iblis): Qur’an 52:17, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan[merampok, memperkosa, memperbudak, dan membunuh untukku]. Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.” Fakta bahwa surga dan neraka yang secara konsisten memperlihatkan pandangan Muhammad, adalah tanda bahwa hasratnya-lah yang menginspirasi ayat-ayat Qur’an ini, bukan Tuhan.

Qur’an 52:21, “Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” Bayangkan. Para istri dan anak-anak akan bergabung dengan suami dan ayah yang asyik dengan para perawan. Pastilah menyenangkan, “Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) [anggur] yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.” Ramuan minuman buatan Allah kelihatannya seperti obat untuk seks saat kencan.

Gambaran surgawi berlanjut dengan ayat mengejutkan berikut: Qur’an 52:24 , “Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda (versi bhs inggris: lelaki muda) untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.” “Round about them will serve, (devoted) to them, young boy servantsof their own (handsome) as well-guarded pearls.” Di ayat sebelumnya, Allah menggunakan kata “mutiara yang tersimpan” yang merujuk pada para perawan, bidadari bermata jeli, hadiah bagi para pria. Sekarang Q merujuk pada anak-anak muda yang tampan dan melayani .. jangan-jangan ini pesta kaum homoseksual? “Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)”. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.” Apakah Allah berkata bahwa martir2nya dahulu menekan hasrat homoseks karena takut murka keluarga, tapi sekarang di surga bebas mengumbar keinginannya?

Qur’an 52:28, “Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.” Sosok penyiksa yang ramah dan penyayang; membingungkan. Aku hanya bisa bertanya-tanya, bagaimana umat Islam membenarkan kontradiksi yang begitu jelas antara definisi tuhan dan perilakunya. “Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila.” “Therefore remind: By the Grace of your Lord, you are no vulgar soothsayer, nor are you a possessed madman.” Terjemahan lain:“Therefore warn (men, Muhammad). By the grace of Allah you are neither soothsayer nor madman.” Apapun bunyinya, ini bukti bahwa baik Muhammad sendiri maupun penduduk Mekah yakin kalau Muhammad berperilaku bak orang gila, hingga perlu ditegaskan Allahmya.

Qur’an 52:30, “Bahkan mereka mengatakan: “Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya. Katakanlah: “Tunggulah, maka sesungguhnya akupun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu. “Or do they say: ‘A Poet! We await for him some evil accidental calamity (hatched) by time.’ Say: ‘Await you! I too will wait along with you!'” Terjemahan lain (Pickthall): “Say (unto them): Except (your fill)! Lo! I am with you among the expectant.” Bila kata-kata yang dengan semaunya ditambahkan ulama Islam agar ayat tsb terlihat masuk akal, disingkirkan, ayat akan terbaca: “Katakanlah: Kecuali! Sesungguhnya! Aku bersamamu diantara orang yang menunggu.” Sementara para ulama mungkin cekcok mengenai maknanya, kupikir satu hal sudah jelas: seorang buta huruf seharusnya tidak menulis kitab suci.

Salah satu terjemahan menjelaskan: “Do they say: He is a poet from whom we expect an adverse turn of fortune?” “Apakah mereka berkata: Dia seorang penyair yang darinya kita mendapat kemalangan?” Penerjemah cepat mengerti: memang penduduk Mekah melihat Muhammad sebagai seorang penipu yang siap merampas pundi-pundi uang mereka. Dan ia melakukannya: sang ‘penyair’ merampok kafilah mereka, merampas kota mereka dan kemudian merebut semua hak kepemilikan terkait penipuan agama mereka.

Untuk menjawab para pengritiknya, Muhammad balik menuduh mereka dengan apa yang ia sendiri lakukan. Qur’an 52:32, “Apakah mereka diperintah oleh fikiran-fikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?” Sementara argumen tanpa akhir antara penduduk Mekah dan Muhammad mengenai cacat pada mandat kenabian Muhammad terasa melelahkan, ayat ini menunjukkan ketiadaan inpirasi ilahi. Tuhan yang maha tahu tidak akan pernah mengajukan pertanyaan seperti itu.

Seiring merebaknya perselisihan, para kerabat Muhammad semakin yakin bahwa sang wannabe prophet mengarang mandat kenabiannya hanya untuk mencuri uang mereka. Qur’an 52:33, “Ataukah mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) membuat-buatnya”. Sebenarnya mereka tidak beriman. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar.” Penduduk Mekah tahu apa yang telah kita pelajari – Muhammad telah membual. Dan yang dapat dikatakannya untuk membela diri hanyalah, “Buktikan aku berbohong dengan membuat ayat seindah ini.”

Puisi awal kaum Hanif oleh Zayd yang merupakan basis surah-surah awal, malah mudah dipahami dan bagus jika tidak dibilang lebih baik. Dan Alkitab, sumber contekan surah-surah selanjutnya, jauh lebih rasional, lebih ilahi dan beradab. Sebab itu, berdasarkan tantangannya, ayat-ayat Muhammad terbukti palsu. Kita telah penuhi tantangannya. Dan ini sama sekali tidak sulit. Sebagaimana yang kelak akan kau lihat, kata-kata kasar Hitler malah tampak lebih baik bila dibanding ayat-ayat Muhammad.

Qur’an 52:35, “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa [atas Ka’aba Inc.]?” Nah, ini baru Muhammad. Ia memandang dirinya sendiri sebagai penggerak otoritas absolut—untuk melakukan apapun yang ia sukai. Dengan demikian ia merasa berhak untuk menjarah, merampok dan bebas berlaku tak bermoral tanpa dicela. Nyatanya, ia benar-benar lolos melakukan semua itu.

Menegaskan wibawanya, si tuhan bertanya, “Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata.” Menurut Muhammad, Adam terbentur kepalanya ke langit. So, surganya Islam pastilah tidak begitu tinggi. Sebuah tangga sudah mencukupi. Tapi, karena Mekah tak memiliki kayu dan tukang kayu, membangun sebuah tangga saja bisa menjadi suatu mukjizat dibanding apa yang sudah dilakukan Muhammad dan roh gelapnya.

Qur’an 52:39, “Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki?” Muhammad harusnya berhenti saat sedang jatuh dan membiarkan kita dalam keraguan. Ayat ini menunjukkan tuhannya Muhammad merendahkan Allah, berhala batu Mekah. Ia berkata bahwa ‘Ia’ tak berharga karena punya anak-anak perempuan, bukan anak laki-laki. Anak perempuan Allah adalah sesama berhala batu: Al-Lat, Al-Uzza, dan Manat dari ayat-ayat Setan yang terkenal. Karena anak laki-laki dipandang lebih baik dari anak perempuan, roh gelap Muhammad menyiratkan Allah adalah pecundang. Dan jangan salah, Allah adalah satu-satunya dewa penduduk Mekah yang memiliki anak perempuan. Ayat yang persis sama kemudian diulang dalam Qur’an sebagai cara mengeluarkan Muhammad dari dilemma iblisnya, saat ia mengaku salah mengira Iblis sebagai Allah.

Qur’an 52:40, “Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang? Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya? Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu merekalah yang kena tipu daya.”Tuhannya Muhammad bilang bahwa penduduk Mekah beruntung karena ia tidak minta upah/menuntut karena mereka tidak memuliakan Islam. Lantas menyiratkan kemiskinan pengetahuan mereka karena tidak menulis kitab apapun. Sekedar mengingatkan, Muhammad sendiri belum menuliskan apapun saat itu. Andaipun mereka memiliki tulisan, tak satupun bisa membacanya. Kemudian si roh gelap berlanjut dengan teori konspirasi favoritnya—semua orang hendak melakukan tipu daya terhadap jagoanku. Yang tentu saja tidak benar. Hanya yang mengenal Muhammad-lah yang tertarik mengungkap tipu dayanya.

Ayat ini diakhiri dengan satu dari sekian banyak pengakuan. Tuhan Islam adalah penipu licik. Ia melakukan tipu daya terhadap manusia. So, mengapa umat Islam percaya pada ‘firman’ sosok roh yang mengaku penipu? Bagaimana mereka tahu kalau ia tidak menipu mereka?

Sebagaimana sebagian besar isi Qur’an, ayat berikut ini tidak cocok dengan sisa surah—kemungkinan diturunkan belakangan. Sampai pada titik ini, sosok Tuhan masih belum bernama, dan Allah telah direndahkan. Sekarang kita diberitahu bahwa tiada tuhan (ilah) selain Allah. Qur’an 52:43, “Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” “Or have they an ilah (god) other than Allah? [pertanyaan aneh untuk penduduk Mekah, karena berhala utama mereka bernama Allah] Glory be to Allah from what they set up.”

Qur’an 52:44, “Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan: “Itu adalah awan yang bertindih-tindih. Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan, (yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong. Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” Roh Islam berada di jalurnya: langit runtuh, manusia dibinasakan dan ada lebih banyak tipu daya dan hukuman. Tak peduli kemanapun kita melihat, Qur’an adalah sebuah buku yang sangat … mengerikan.

Kembali ke Hadist, kita temukan Tabari, dalam usahanya menyenangkan tuan besar Shiah-nya, mengatakan bahwa ALI adalah orang pertama yang tunduk pada Islam. Tabari VI:83, “Ali adalah yang pertama menerima Islam. Ia berserah diri di usia sembilan tahun.”

Sekarang ada TIGA umat Islam, mari kita inventaris secara cepat. 1) Khadijah .., yang mendirikan Islam untuk menyelamatkan reputasi suaminya yang compang-camping: menyendiri di gua-gua gelap, dan berkeinginan bunuh diri. Kemudian si 2) Muhammad sendiri, yang berambisi jadi CEO Ka’aba Inc. Lalu 3) Ali bin Talib, yang diadopsi Muhammad saat ia berusia 9 tahun.

Tabari VI:83, “Salah satu nikmat Allah yang dianugerahkan pada Ali bin Talib [Ali adalah putra paman Abu Talib, berarti sepupu Muhammad] adalah Rasul menjadi walinya sebelum Islam.” Dan hal ini terjadi karena: “Kaum Quraysh menderita bencana kekeringan. Muhammad berkata pada pamannya, al-Abbas, salah seorang anggota kaya klan Banu Hashim [klannya Muhammad] , ‘Abbas, saudaramu Abu Talib punya banyak tanggungan, dan kau lihat bagaimana orang-orang menderita. Aku akan mengambil salah seorang anaknya dan kau ambil satu.” ”Abu Talib berkata pada mereka, ‘Selama kau meninggalkan aku Aqil, lakukanlah sesuai kehendakmu.”

“Sesama rekan ulama sepakat,” kata Tabari, “bahwa Ali masuk Islam setahun setelah Nabi memulai misinya, dan ia tetap tinggal di mekah selama 12 tahun.” Dengan demikian kedudukan di akhir tahun pertama nabi adalah: Islam 1, Pagan 4.999.

Tapi, walau sedikit dari segi pemeluk, dari segi kontroversi Islam sudah cukup bikin heboh. 4) Abu Bakr, rekan Muhammad yang paling kaya, calon mertua dan Kalif kelak, mengklaim ia mendahului Ali, “Wahai Rasul, siapa yang telah mengikutimu dalam agama ini.’ Ia menjawab, ‘Dua pria telah mengikutiku, seorang pria bebas dan seorang budak; Abu Bakr dan Bilal.’”

Nabi salah bicara waktu mengatakan Bilal. 5) Zayd bin Harithah (orang yang berbeda dengan Zayd, sang Hanif) adalah budak pertama yang masuk Islam. Ia budak Khadija yang diberikan pada Muhammad, dan selang beberapa waktu, Muhammad mengadopsi anak tersebut, menjadikannya anak lelaki nomor dua. Para sahabat nabi berkata, “Orang pertama yang percaya dan mengikut Nabi adalah Zayd bin Harithah, budaknya [budak] dan anak angkat.” Ibn Ishaq berkata budak yang kemudian jadi anak angkat tersebut adalah Muslim kedua: :rolleyes: “Zayd adalah pria pertama yang masuk Islam dan sembahyang setelah Ali. Kemudian Abu Bakr memeluk Islam.”

BIngung deh! Jadi siapa neh yg Muslim pertama, kedua dan ketiga? :rolleyes: :rolleyes: :rolleyes:

Yah sudah, daripada bingung, ktia sebut saja di akhir tahun ke-empat, Islam:4 (atau 5??) , Pagan 4.996. Tabari menegaskan si nabi siluman mulai dengan lambat. Tabari VI:89, “Tiga tahun setelah permulaan misinya, Allah memerintahkan Nabinya untuk menyatakan wahyu ilahi yang telah ia terima secara terbuka pada orang-orang.” “Di tiga tahun pertama misinya, sampai ia diperintahkan menyampaikan secara terbuka, ia telah berdakwah secara rahasia dan tersembunyi.” Di saat pengikutnya “baru sedikit dan menjalankan kepercayaan mereka secara rahasia.”

Kemudian Tabari menyatakan bahwa Allah mewahyukan Muhammad melalui ‘firman’nya di surah ke-15, “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” Namun, para ulama Islam berkata bahwa surah ke-15 berada di urutan ke-57 pewahyuan, bukan ke-3. :rolleyes: Entah karena surah-surah tsb sudah campur aduk, ataukah karena Tabari salah fatal, yang jelas ini merupakan masalah besar bagi Islam, karena Tabari adalah penulis komentar Qur’an yang paling awal dan paling dihormati.

Di paragraf selanjutnyanya, Tabari menegaskan, bahkan umat Islam pertama sama sekali buta bila menyangkut urutan ayat2 Qur’an. Setelah memperlihatkan surah ke-15 berada di urutan ke-3, Tabari mengajukan surah ke-26 untuk posisi ke-4. Padahal tiga ahli kronologi Qur’an mengatakan bahwa surah ke-26 mendahului surah ke-15. :rolleyes: :rolleyes:

Terlepas dari masalah jumlah atau urutan, Abu Bakr dikatakan sebagai salesman yang lebih baik daripada sang mesias Islam. “Banyak yang menuruti perintahnya dan masuk Islam.”

Namun, beberapa lainnya, perlu sedikit dorongan: “Mereka memukul, dan Sa’d menghantam salah seorang musrik dengan tulang rahang unta dan memecahkan kepalanya.”

Hal ini membawa kita ke pertarungan di pondok lumpur paman Abu Talib. Percakapan ini serupa dengan yang telah ditulis sebelumnya di Sirat Ishaq, namun diletakkan Tabari belakangan dalam Sejarahnya. Ia mengatakan delapan putra Hajjaj: Tabari VI:93, “pergi kepada Abu Talib dan berkata, ‘Keponakanmu [Muhammad] telah menghina tuhan-tuhan kami, mencela agama kita, mengejek nilai-nilai tradisional kita, dan mengatakan pada kami bahwa leluhur kita telah sesat [dan terbakar di neraka]. Kendalikanlah ia atau biarkan kami berurusan dengannya, karena kau berada di posisi yang berlawanan dengannya, sama seperti kami.’” Hadist ini menyatakan bahwa Muhammad sendirilah penyebab dari semua kesulitannya. Dia mencela nilai-nilai tradisional Arab dan mengutuk leluhurnya. Penduduk Mekah hanya ingin ia menghentikan perbuatannya. Tapi lihatlah “ia meneruskan perilakunya.”

Para pemimpin Mekah datang “Talib, sekali lagi,” mereka berkata, ‘Kami memintamu untuk melarang keponakanmu menyerang kami, tapi kau tidak melakukan apapun. Demi Allah, kami tak bisa lagi menanggung fitnahan terhadap leluhur kita, ini ejekan pada nilai-nilai tradisional kita, dan penghinaan terhadap tuhan-tuhan kita.’” Akhirnya, “Pelanggaran dan permusuhan Muhammad dengan sukunya menjadi beban bagi Abu Talib.”

Penduduk Mekah adalah orang-orang yang penuh pertimbangan, rasional dan terkendali. Mereka kembali ke Abu Talib untuk ketiga kali, keempat kali, dan kelima kali. “Engkau adalah tetua dan pemimpin kami, maka berikanlah keadilan pada kami terhadap keponakanmu dan perintahkan ia untuk berhenti mencerca tuhan-tuhan kita, dan kami akan membiarkan ia dengan tuhannya.” Pada titik ini, tuhannya Muhammad bukan lagi salah satu dewa Mekah – bukti lagi adanya migrasi dari Ar-Rahman ke Allah.

Tabari VI:95, “Abu Talib menyampaikan pada Muhammad. ‘Ponakan, ini adalah para sheik dan orang-orang terhormat dari sukumu. Mereka meminta keadilan terhadapmu. Engkau harus berhenti mencerca tuhan-tuhan mereka dan mereka akan membiarkan engkau dengan tuhanmu.’ ‘Paman.’ Katanya, ‘tak bolehkan aku meminta mereka memeluk sesuatu yang lebih baik dari tuhan-tuhan mereka?’” Muhammad protes bahwa tuhannya, Ar-Rahman, lebih baik daripada tuhan mereka, Allah. Tapi bagaimana bisa? Agama Islam didasarkan atas klaim bahwa Muhammad adalah rasul Allah. LOH, jadi pigimana kok bisa Muhammad meminta penduduk Mekah menyembah tuhan yang lebih baik dari Allah yg ia sendiri sembah ???? :rolleyes:

Tabari VI:96, “Abu Talib berkata pada Muhammad, ‘Ponakan, bagaimana ini, kaum sesukumu mengeluh mengenai engkau dan mengatakan kau mencerca tuhan-tuhan mereka dan mengatakan ini, itu, dan lainnya.’ Rasul berkata, ‘Aku ingin mereka mengatakan satu ucapan. Jika mereka mengatakannya, bangsa Arab akan tunduk pada mereka dan non-Arab akan membayar jizyah [pajak takluk] pada mereka.” Dengan kata lain, terima Islam dan kau akan kusuap dgn duit!

Para sheik dan orang terhormat Mekah diduga telah mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan Hadist sebelumnya. Namun hal itu tidak mempengaruhi lemahnya klaim keilahian Allah. “Apakah Muhammad membuat tuhan-tuhan menjadi satu tuhan? Memang ini sesuatu yang mengejutkan.”Muhammad menggabungkan karakter 6 berhala pagan–Ar-Rahman, Ar-Rahim, Allah, Al-Lat, Al-Uzza, dan Manat—menjadi satu sosok tuhan. Ia membuat tuhan bagi dirinya.

Qur’an menegaskan hal ini di surah ke-38, “Shaad, [nama dewa bulan Arab] demi Al Quran yang mempunyai keagungan.” “Sad, I swear by the Qur’an, full of reminding.” Qur’an punya pembukaan berbeda di surah ‘Sad’ ini:

Ingat bahwa kata Sad ini dianggap sbg salah satu mukjizat Quran karena kata tsb a tidak diketahui artinya!

Muhsin Khan:
Sad [These letters (Sad etc.) are one of the miracles of the Quran and none but Allah (Alone) knows their meanings]. By the Quran full of reminding.
Pickthall:
Sad. By the renowned Qur’an,
Yusuf Ali:
Sad: By the Qur’an, Full of Admonition: (This is the Truth).
Shakir:
Suad, I swear by the Quran, full of admonition.
Dr. Ghali:
Sad (This is name of a letter of the Arabic alphabet, and only Allah knows its meaning here) and (by) the Qur’an comprising the Remembrance.

Bayangkan: Qur’an menyatakan bahwa tak seorangpun memahami ayat ini. Dan begitu putus asanya umat Islam mendambakan mukjizat, sampai-sampai sesuatu yang tak dapat dipahami disebut sbg tanda ilahi… wallahualamm adzubileh minakjabib!!! \:D/

Kemudian tuhan Islam berkata bahwa orang yang menolak hal yang tak masuk akal tersebut adalah orang yang sombong dan keliru. Qur’an 38:2,“Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit.” .

Ini diikuti sedikit bualan Islam, Qur’an 38:3, “Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri. Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.”

Orang-orang yang tinggal dengan Muhammad, berurusan dengannya, bekerja dengannya, dan mendengarkan dia, tahu persis siapa dia: “Ia seorang ahli sihir, seorang penipu, seorang penyihir yang berdusta.” Mereka tahu yang dilakukannya, “Ia telah menggabungkan tuhan-tuhan mereka jadi satu tuhan.”Dan mereka tidak pernah ragu bahwa “pasti ada motif di balik ini – sesuatu yang dicari.” Mereka bahkan paham maknanya, “Ini adalah penipuan.” Para saksi mata sepakat dalam kesaksian mereka: telah terjadi penipuan. Kesaksian mereka malah tercatat dalam Qur’an. Tapi sayangnya, baik umat Islam maupun kafir tidak mendengarkan perkataan orang-orang yang mengenal Muhammad dengan baik. Dan mungkin inilah kejahatan manusia yang terbesar.

Lantas, sebagaimana perilaku seorang godfather mafia, roh gelap Islam mengancam para saksi mata dan mengintimidasi para juri terpilih: Qur’an 38:7,“Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan, mengapa Al Quran itu diturunkan kepadanya di antara kita?” Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al Quran-Ku, dan sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku. Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi? Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit). Suatu tentara yang besar yang berada disana dari golongan-golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan.”

Selamanya, sosok Allah lumpuh dalam hal pembelaan diri, dan justru mengkonfirmasi kejahatannya. Ia baru saja mengatakan surganya bernuansa neraka, tempat dimana orang-orang ditaklukkan.

Namun, si nabi congkak belum puas. Ia mendaftar prestasi tuhan ‘all-in-one’ nya. Qur’an 38:12, “Telah mendustakan (rasul-rasul pula) sebelum mereka itu kaum Nuh, ‘Aad, Fir’aun yang mempunyai tentara yang banyak, dan Tsamud, kaum Luth dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul). Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku.” Aku pernah mendengar tentang pembunuhan yang dibenarkan, tapi tidak pernah siksaan yang dibenarkan.

Setelah menegaskan asal pagannya, surah ke-38 mengungkap keterbelakangan mental roh gelap tersebut. Allah memperkenalkan para pendengarnya pada Daud, raja Yahudi terbesar. Ia mengklaim Raja Daud sebagai fans berat-nya, dan bahwa ia taat padanya, bukan pada Yahweh. [-( [-( Muhammad tidak peduli dengan bukti2 yg justru menantang pernyataannya itu. Persetan dengan bukti, pikirnya. Ia sekarang perlu menaklukkan orang, merebut kredibilitas dan merampas kekuasaan sambil tentunya mencuri uang.

Qur’an 38:17, “Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah.” Qur’an 38:20 “Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.”

Delusi oh delusiii!! #-o #-o :-" ](*,)
Selanjutnya: Qur’an 38:24, “Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.”

Menurut Allah, Raja Daud adalah orang Islam! Luar Biasa!! Bahkan raja diraja orang Yahudipun dideklarasikan sbg Muslim! \:D/ \:D/

Setelah Qur’an menghancurkan sisa kredibilitas yang mungkin dimiliki tuhan dan nabinya, waktunya kini untuk mengucapkan selamat tinggal pada surat ‘Sad’: Qur’an 38:27, “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” Sembilan kata pertama yang kupercaya.

Kembali ke Mekah: Tabari VI:98, “Situasi memburuk, permusuhan semakin sengit, dan orang-orang saling menjauh, memperlihatkan kebencian terbuka.”Mencoba untuk menyelamatkan situasi, “para pemimpin Mekah bersepakat untuk membujuk putra mereka, saudara, dan kerabat untuk menjauh dari agama baru tersebut. Ini adalah cobaan yang sangat mengguncang umat Islam pengikut nabi. Beberapa orang tergoda.” Lantas untuk menyelamatkan jumlah pengikutnya, Muhammad memerintahkan umat Islam “untuk bermigrasi ke Abyssinia.”

Tabari VI:98 “Pengikut utama pergi ke Abyssinia karena paksaan yang mereka alami di Mekah. Ia khawatir mereka akan berpaling dari agama mereka.” “Ada perbedaan pendapat mengenai jumlah orang yang hijrah secara diam-diam dan rahasia. Ada yang mengatakan sebelas pria dan empat wanita…Ibn Ishaq katakan ada sepuluh orang.”

Kata-kata Islam tidak terlihat meyakinkan. Hanya sedikit paksaan saja dan ikatan mereka rapuh. Di tahun kedelapan Muhammad menjadi nabi, kedudukannya: Islam 15, Pagan 4.985. Tak heran negara-negara Islam melarang kebebasan beragama. Bahkan Muhammad sendiri tak bisa menjual agamanya.

http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doo … sage.Islam

Advertisements
This entry was posted in BAB 10 and tagged , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Bab 10 PESAN MEMBINGUNGKAN

  1. Mr.Nunusaku says:

    Setan telah menciptakan agama islam kedunia ini dan Muhammad bin Abdulah dijadikan rasul setan untuk dapat memerangi Yahadi dan kresten setan memang telah berhasil menciptakan islam kedunia sebagai anti Kristus, Roh setan tetap berada dalam pengikut agama islam dan Al Quran adalah wahyu setan dengan jelas terlihat apa yang Quran katakan untuk memerangi Yahudi dan kresten.

    Setan telah berhasil menciptakan islam dan Muhammad serta semuanya pengikutnya sebaagai alat setan
    untuk memerangi Allah dan semua pengikutnya didunia ini. Kita harus mengenal musuh kita ialah islam dengan system pengajaran setan tetap harus memuhusi Yahudi dan kresten…ini jelaskan terlihat dalam islam memeng setan telah berhasil misinya didunia ini…dengan keberadaan agama islam.

    Hanya didalam agama islam ciptaan setan dan Muhammad….dia telah berkata ; Aku telah dimenangkan melalui unjung tombakku, untuk menakuti musuhku yang tidak akan tunduk dalam islam dan tidak mengakui Muhammad adalah nabih terakhir….mereka wajib dibunuh…samap mereka mengakaui tiada tuhan disembah, melainkan Allah SWT, dan harus mengakui bahwa Muhammad adalah nabi terakhir.
    Ini adalah ancaman yang kita sudah mengenal bahwa islam adalah ciptakan setan dan manusia bangsa Arab biadabn yang darah dan sukah membunuh dan merampok harta Yahudi saat di Medinah dan Khaybar. Nabi babi Muhammad telah mati sedang berada dalam siksaan kuburan, tetapi ajaran belum musnah…oleh sebab itu kita berkewajiban memerangi islam dimanapun….saat ini kita telah melihat agama setan islam ini dalam proses kehancuran, dan banyak muslim telah meurtad meninggalkan ajaran sesat bangsa Arab biadab.

    • islam bukan ciptaan setan bodoh!! sudah saya jawab di bawah. kalau itu memang ayat setan tidak mungkin di dalam islam diajarkan tidak boleh mencuri,tidak boleh free sex, dll. Islam mengajarkan toleransi pada qs Al-Baqarah 256, Al-Kafirun 6, Al An’am ayat 108. itu hanya beberapa ayat. jika tidak tahu ajaran islam ya jangan menuduh, hukum bunuh dalam islam hanya diperuntukan bagi mereka yang menghujat Allah, Rasul, dan Al-Quran, dan Islam. Jika tidak diserang tidak boleh menyerang terlebih dahulu. tetapi jika diserang baru boleh membela hak sebagai seorang muslim yang beriman. jangan tolol! ingat itu! tetapi memang tolol sih! semua bangsa selain Arab juga ada yang biadab ada yang tidak. buktinya beberapa suku ada yang sudah masuk kristen tetapi masih memraktekan tradisi sukunya zaman dahulu dengan memakai sihir bukan??

  2. yohanestoto says:

    ternyata bener keturunan yahudi pemberontak rendah kayak si kafir nih.dengki sama islam.benarlah firman Allah
    S U R A T A L – M A A I D A H

    5:64. Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.

    S U R A T A T – T A U B A H

    9:32. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

  3. Pikir dong bodoh… kalau islam adalah antikristus, islam pasti penyembah Iblis tetapi nyatanya Al-Quran menentang iblis, mana mungkin penyembah iblis menentang iblis itu sendiri?? beberapa ustad yang benar benar juga bisa mengusir setan.
    Ini ayat dari Alkitab Matius 12:22-29
    22 Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. 23 Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: “Ia ini agaknya Anak Daud.” 24 Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.”
    25 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan. 26 Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? 27 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. 29 Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu.

    Tidak mungkin sang antikristus menentang iblis dan mengusir iblis. dan buktikan apakah islam mengandung unsur 666?? bilangan bismillah mengandung huruf numerik 168 namun jika bismillah irrahman irrahim mempunyai huruf numerik 786. Sudah terbukti jika Walid Shoebat adalah salah. karena tidak adil jika huruf Allah diputar balik lalu ditambahkan simbol negara arab di sebelahnya menjadi “chi si stigma” atau dalam bahasa yunani 666. 666 tidak ada kaitan sama sekali dalam literatur suci islam.Walid Shoebat salah baca.Begitu saja sudah sok tahu. kata Allah mempunyai numerik 66 ,sungguh tidak adil dong jika 66 dikaitkan dengan 666?? karena 600nya kemana?? lalu yang terakhir huruf muhammad bernumerik 92 dan coba sebutan yang mana yang 666?? oh iya satu lagi. jumlah ayat alquran yang benar 6236 bukan 6666.
    wallahu’alam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s