Bab 9 Tuhan Yang Sakit Jiwa

“Secara sistematis tahap demi tahap, langkah demi langkah, Kami akan menghukum mereka dengan cara-cara yang bahkan tidak bisa mereka bayangkan.”

Setelah selamat dari banjir kebencian di bab sebelumnya, mari kita kembali menyelami Qur’an. Bagaimanapun, Islam telah merayu satu milyar jiwa; pastilah ada sesuatu yang baik di suatu tempat. Qur’an 68:1” Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,” [tuhan Islam meminta benda mati/pena untuk memperkuat kredibilitasnya dengan bersaksi atas namanya.] berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.” Dengan semua bukti yang menyatakan sebaliknya, Muhammad menemukan roh yang tidak menganggap dia gila.

Walau terasa menentramkan bagi banyak orang, ayat ini termasuk salah satu ayat bermasalah yg kubaca dalam dokumen yg dimaksudkan u/menjadi kitab suci. Karena jika dinilai sewajarnya, tuhan Islam ternyata merasa perlu menegaskan pada utusannya yang terakhir dan terpenting bahwa ia tidak dirasuki setan.

Qur’an 68:3, “Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.” Menggelikan. Islam adalah transaksi bisnis antara pria yang mendambakan kekuasaan, seks dan uang dengan sebentuk roh gelap yang hendak memuaskan keinginannya.

Selanjutnya, manusia paling tak bermoral yang mengklaim status kenabian ini, menilai dirinya sendiri sebagai Qur’an 64:4, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu). Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku, kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak.” “You are an exalted character of tremendous morality. Soon you will see, and they will see, which of you is afflicted with madness. Surely the Lord knows best who errs from His way, and who follows the right course. So don’t listen to those who deny, or those who would form compromises with you to get you to relent. Heed not despicable men or contemptible swearers or back-biters, neither obey feeble oath-mongers, or slanderers, going about defaming, hindering good, transgressing beyond bounds, crude, deep in sin, violent and cruel, greedy, and intrusive, ignoble, and besides all that, mean and infamous because they possesses wealth and numerous sons.” Sungguh mengherankan, ada orang yang begitu pahit hatinya hingga mampu memasukkan kata-kata kasar penuh kebencian dan bernuansa jahat ini sebagai bagian kitab suci. Ada banyak penghinaan dalam ayat ini saja. Satu saja sudah lebih dari cukup.

Qur’an 68:15 “Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala”. Kelak akan Kami beri tanda dia di belalai(nya).” “When you recite Our proofs and verses (from the Qur’an) they cry, ‘Tales of the ancients, mere fables of long ago.’ Soon shall We muzzle them and brand the beast on the snout!” Aduh! Tuhannya Muhammad dongkol waktu dikatakan penjiplak. Pastilah tuduhan ini benar sehingga sangat memalukan. Kita lihat seberapa benar…. Ishaq:180 “Berdasarkan informasi, Rasul sering duduk di dekat seorang budak Kristen bernama Jabr. Penduduk Mekah berkata, ‘Ia-lah yang mengajari Muhammad sebagian besar isi ajaran yang dibawanya.’” Kemudian Allah menurunkan wahyu, Qur’an 16:103 “Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: “Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)”. Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa ‘Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.” Ketika dituduh menjiplak, jawaban terbaik Tim (Para Pembela) Islam adalah mengklaim bahwa Alkitab yang dikutip Jabr tidak tertulis dalam bahasa Arab. Itulah kesalahannya. Pertama, dengan menjawab tuduhan penduduk Mekah bahwa Muhammad tidak gila, tidak kerasukan, dan tidak menjiplak kitab suci, justru menunjukkan bahwa Qur’an menegaskan bahwa tuduhan ini punya alasan yg sah. Kaum kerabat Muhammad yakin ia dirasuki setan dan gila.

Kedua, Qur’an terus menerus merefleksikan manusia sbg mahluk yang kurang beradab, bukannya mengedepankan sisi manusia yang senantiasa inspiratif dan termotivasi. Julukan yang diberikan pada manusia tidak bermartabat (bukan berasal dari Tuhan yg Pengasih) dan argument tak berkesudahan tidak mendorong ke arah yg positif/memotivasi. Lagipula, tanpa ‘ayat-ayat suci tambahan’ dari hadist, Qur’an hanyalah omong kosong. Tanpa hadist, tak seorangpun akan punya cara untuk mengetahui siapa bicara pada siapa, atau mengapa. Materi Qur’an yang tidak masuk akal, mengambang tanpa tujuan, diluar konteks tempat, situasi dan waktu tidak mewakili sebuah buku yang katanya diwahyukan kata demi kata dari Tuhan.

Ketiga, jika bahasa Arab dipilih Allah sebagai bahasa wahyu, mengapa sosok yg diklaim ‘sama’ menurunkan wahyu-wahyu yang lebih awal dalam bahasa Ibrani dan Yunani? Dan bagai orang buta huruf, Tim Islam tetap bingung bagaimana terjemahan bekerja. Mereka tidak paham, kata-kata hanyalah alat, sarana yang digunakan manusia untuk mengungkapkan/menyampaikan ide atau pesan. Setiap bahasa memiliki kata tersendiri untuk setan, tuhan, gila, dan penjiplak. Inilah sebabnya mengapa umat Islam dewasa ini berkata bahwa pesan yang terkandung dalam Qur’an mereka tidak dapat diterjemahkan — mereka masih belum memahami fungsi bahasa. Hanya sedikit yang mereka tahu, Injil Yunani yang sangat sering mereka maknakan secara harfiah, awalnya adalah terjemahan dari percakapan dalam bahasa Aramaik.

Keempat, sumber inspirasi Qur’an dan audiensnya (umat Islam) begitu dungu, menelan mentah-mentah dalil perubahan bahasa akan mengaburkan makna sumbernya. Sama bodohnya dengan mengatakan Muhammad tidak mungkin mencuri ayat-ayat Qur’an dari Alkitab karena ia tidak bisa membaca, hanya untuk menunjukkan bahwa surah-surah Qur’an itu mukjizat. Bahkan Qur’an sendiri mematahkan argument ini dengan mengatakan kaum Yahudi tidak membacakan isi kitab suci mereka dengan benar kepada Muhammad, menyampaikan kata-kata yang tidak tercantum di gulungan kitab mereka. Demikian pula sumber Kristiani, yang perlu dilakukan hanyalah menyampaikan secara verbal inti kisah-kisah yang tercantum dalam Alkitab. Dan hanya dengan membaca kualitas materi Qur’an, kita paham dengan cara inilah sang nabi yang sangat berkualifikasi dalam hal pencontekan, memutarbalikkan kisah Alkitab yang didengarnya.

Kelima, dengan mengemukakan argument ini, Qur’an menyerang dirinya sendiri. Sanggahan tim Islam adalah dusta. Qur’an tidak murni ditulis dalam bahasa Arab. Banyaknya tanda kurung dalam teks Qur’an yang membuktikannya. Tanda ini diletakkan untuk mengisi huruf-huruf yang hilang, membetulkan kesalahan tata bahasa, memecahkan masalah frase, dan membuat pesan masuk akal. Terlebih lagi, sebagaimana tercantum dalam lampiran “Bahan Referensi” di buku ini, kata-kata terpenting dalam Qur’an justru dari kata-kata asing. Ada yang berasal dari Kristen Syria atau Rabinik Ibrani. Buku Allah juga mengandung banyak kata-kata yang tak punya makna dalam bahasa apapun, termasuk bahasa Arab. Untuk membela diri, Qur’an mengatakan hanya Allah yang mengetahui maknanya. Tapi hal ini justru meruntuhkan keseluruhan tujuan keberadaan kitab suci.

Seraya mengekspos untaian kata-kata tolol (tak bijak) dalam Qur’an, surah ke-16 mengatakan Qur’an 16:101, “Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.” “When we replace a message with another, and Allah knows best what He reveals, they say: ‘You have made it up.” Penduduk Mekah mengetahui kutipan-kutipan Qur’an Muhammad saling berkontradiksi, dan sang nabi tidak bisa konsisten dengan ceritanya. Mereka paham, kontradiksi internal adalah tanda paling pasti bahwa sesuatu itu palsu. Karena Muhammad tidak mampu menyanggah orang-orang yang mengkritiknya, roh kegelapan, temannya, bertindak mencerca mereka. Bahkan saat ini, bila tidak mampu membela Islam, umat Islam memfitnah dan mengancam pengritik mereka.

Peringatan: “Sesungguhnya Kami akan mencobai mereka …” dalam surah 68, diikuti oleh tujuh ayat omong kosong membingungkan. Kuambil contoh ayat 25:

Sahih International
And they went early in determination, [assuming themselves] able.
Muhsin Khan
And they went in the morning with strong intention, thinking that they have power (to prevent the poor taking anything of the fruits therefrom).
Pickthall
They went betimes, strong in (this) purpose.
Yusuf Ali
And they opened the morning, strong in an (unjust) resolve.
Shakir
And in the morning they went, having the power to prevent.
Indonesian
Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya). –>(membingungkan. terj. Ind. banyak kurungnya –anne)

Selengkapnya:

“Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya). Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: “Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)”. Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?” Mereka mengucapkan: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela mencela. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas”.Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita. Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui.” “So, they [Muhammad’s Meccan tormentors] departed, conversing in secret, saying, ‘We have lost our way.’ And when they saw it [?], they said: ‘We are in error! We are made to suffer.’ They turned, one against another, in reproach, blaming each other. They said: ‘Alas for us! We were disobedient.’ Said they: ‘Woe to us! Such is the punishment (in this life), but greater is the punishment in the hereafter.’” Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi seorang pria yang gelisah dan teraniaya daripada pemikiran para pengritiknya merendahkan diri di kakinya -– mengakui bahwa mereka telah salah. Dan sewaktu mereka memohon ampun, tidak diberikan. Qur’an tak lebih dari cermin yang memantulkan kekurangan Muhammad.

“Ada apa denganmu? Bagaimana kau menilai? Apa kau memiliki kitab suci untuk dipelajari, atau buku untuk dibaca?” Ya. Firman Yahweh – dikenal juga sebagai Alkitab. Terdiri dari Taurat, Mazmur, Kitab Para Nabi, Injil dan Surat-surat. Kelak Muhammad akan belajar ttg buku ini. Mencuri isinya, menyebutnya wahyu dan kemudian membantahnya. Namun, saat ini dia hanyalah seorang buta huruf dan miskin informasi. Saat diejek orang-orang, ia berkata bahwa dia lebih baik dari mereka karena mereka tak punya buku untuk dibaca. Padahal, Muhammad-lah yang tak punya buku dan tak bisa membaca. Sepanjang hidup Muhammad Qur’an tak pernah berbentuk sesuatu yang menyerupai buku – tak masalah entah berapa kali dia dan sosok tuhannya menyebutnya. Surah-surah tetap bertebaran dimana-mana dan berupa kumpulan kutipan tak beraturan selama beberapa dekade.

Qur’an 68:41 “Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka adalah orang-orang yang benar.” “Or do you have Partners? Then let them produce their partners, if they are truthful!” Ini adalah taktik murahan. Muhammad mengatakan berhala-berhala Ka’aba lebih rendah, tidak setara dengan tuhannya. Namun, karena ia tidak mampu membuat satupun mukjizat, bahkan walau hanya sedikit goyangan dari kedua tuhan batunya, Ar-Rahman atau Allah, menunjukkan ia hanya seorang munafik. “Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera.” “On the day when the great calamity of doom befalls them in earnest, and they are ordered to prostrate themselves, they will not. On that day there shall be a severe affliction. Their eyes will be downcast, abasement stupefying them; ignominy will cover them. Seeing that they had been summoned beforehand to bow in adoration, while they were still whole and unhurt, they refused.” Memerintahkan para tahanan membungkuk selagi mereka ‘masih utuh dan belum terluka’ (terj. Ind. berbeda)kedengarannya lebih seperti kamp tawanan perang daripada tempat yang di desain, dibuat dan dikelola Tuhan, kecuali tentu jika yang dimaksud ‘tuhan’ disini Iblis.

Qur’an 68:44,”Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran).” “Then leave Me alone with such as reject this Message and call Our pronouncements a lie.” Sekali lagi, roh kegelapan Islam ingin ditinggal sendiri dengan korbannya sehingga ia bisa menyiksa manusia secara pribadi. Sulit membayangkan sosok roh, selain Iblis, yang ingin menghabiskan hari-harinya menganiaya manusia. “Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.” “Systematically by degrees, step by step, We shall punish them in ways they can not even imagine.” Suatu gagasan baru: Tuhan yang Sakit Jiwa. (Ind: kata ‘menghukum’ jadi ‘menarik’)

Qur’an 68:48, “Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).” “So wait with patience for the Lord’s Judgment, and be not like the companion of the fish, when he cried out in agony, choked with anger.” Muhammad berusaha menjadikan kisah Yunus dan ikan paus, yang dipelajarinya dari Zayd, relevan dengan situasi yg ia hadapi. Dan bukan kebetulan keempat karakter Alkitab yg telah ia sebutkan sejauh ini semuanya berasal dari puisi Hanif paling terkenal. Tapi sekali dungu tetaplah dungu. Muhammad tidak bisa mengingat nama Yunus, walau kaum Hanif sudah memberitahunya. Dan jika lupa dapat dimaafkan, tidak demikian dengan pernyataan tuhan menyiksa Yunus (cried out in agony, choked with anger: berteriak kesakitan, tersedak marah — terj. Ind. ga jelas). Menyoroti pria ini dan seluk beluk misinya, akan mengungkap karakter Muhammad sebenarnya.

Qur’an 68:49, “Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.”“Had not grace from his Lord reached him, he would have been cast off, corrupt on a barren plain, in disgrace while he was a reprobate.” Yunus tidak berbuat jahat atau bukan orang jahat. Misinya adalah menyelamatkan orang Asyur, musuh bebuyutan Yahudi, manusia paling jahat di bumi. Ia pergi ke kota mereka, Niniveh, dan berkhotbah. Yahweh melakukan mukjizat dan Asyur bertobat, menyelamatkan bangsa tsb selama seabad (sesuatu yg mungkin layak dipertimbangkan Amerika.)

Qur’an 68:51, “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila.” “And the unbelievers would almost smite you (Muhammad) with their eyes, tripping you when they hear the Message. And they say: ‘Surely he is possessed!'” Sekali lagi, orang-orang semasa hidup Muhammad yang mengenalnya lebih baik daripada kita sekarang, berkata bahwa ia dirasuki setan. Roh kegelapan Islam yang bersaksi ttg itu di buku sucinya. Mungkin ia menganggapnya pujian, karena berhasil merasuki Muhammad.

Kita telah meninjau ayat-ayat awal surah ke-73, yang diduga telah ‘diwahyukan’ segera setelah masa kebisuan selama 3 tahun. Sekarang waktunya menyingkap secara lengkap sisa ayat-ayat. Terakhir kita mendengar roh kegelapan berkata, Qur’an 73:11, “Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.”“Leave Me alone to deal with the beliers (those who deny My Verses). Respite those who possess good things for a little while. Verily, with Us are heavy shackles (to bind them), a raging fire (to burn them), food that chokes, and a penalty (torment) of a painful doom.”

Ayat ke-14 berbunyi, “Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan. Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu [bukan untuk tapi terhadap),sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun.” Dengan mengaitkan Muhammad pada Firaun, Qur’an mengatakan pada kita mengapa kisah Alkitab telah diubah. “Maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat. Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.”

Ayat terakhir surah ke-73 sangat berbeda dari ayat lain – benar-benar keluar konteks dan waktu. Sepuluh kali lebih panjang dari ayat terpanjang lain, dan berbicara ttg kehidupan di Medinah, bukan Mekah. Dikatakan, ada banyak orang percaya, dan Qur’an terlalu panjang bila dikutip dalam satu malam. Muhammad bicara ttg perjalanan, perang di jalan Allah, jarahan, zakat, serta memberi Allah ‘pinjaman yang baik’

Untuk tetap tinggal di Mekah, kita tinggalkan saja ayat tsb dan kembali ke kawanan setan. Ternyata mereka ini senang pembicaraan tak henti-hentinya ttg api neraka, merobek tubuh manusia, belenggu dan rantai. Di Arab abad ke-7, setan disebut juga jin. Roh yang menginspirasi Qur’an amat mencintai kawanannya, sehingga ia menamakan surah ke-72 untuk menghormati mereka: ‘Surah al-Jinn’ Dengarkan apa yang Iblis, eh maksudku Tuhannya Muhammad, katakan ttg klub penggemar nabinya yang ragu-ragu. Qur’an 72:1, “Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami,” “Say (Muhammad): ‘It has been revealed to me that a group of (three to ten) Jinn listened (to the Qur’an). They said, “We have heard a really wonderful recital (of this Qur’an)! It guides to the Right Path. We have come to believe it. We shall not associate anything with our Lord.’” Ini membuktikan bahwa Muhammad dan para setan menyembah tuhan yang sama. Mereka percaya kitab suci yang sama. Mereka punya agama yang sama.

Qur’an 72:3, “dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami [Iblis], Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak. Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah, dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.” “And exalted be the majesty of our Lord. He has taken neither wife nor son. There were some foolish ones among us, who used to utter preposterous things, atrocious lies against the Lord; We Jinn had thought that no man or jinn would ever say anything untrue about the Lord.” Kawanan setan ini tidak hanya mencintai Tuhan Islam dan Qur’annya, mereka juga bersedia menyerang pesaing dan penentang tuhan mereka. Ya, tuhannya Muhammad punya pesaing, berkisar dari berhala-berhala batu setempat seperti putrid-putrinya Allah: Manat, Al-Uzza dan Al-Lat hingga Yahweh.

Lagi-lagi mencuri dari puisi Zayd, Qur’an mengatakan, Qur’an 72:6, “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun.” “But there were men among mankind who took shelter with the male jinn. But they (jinn) increased them in waywardness, folly, and revolt. And surely they came to think as you thought, that the Lord would not raise up any Messenger.” Kalau saja umat Islam tidak membunuh kita, usaha menyedihkan ini akan terlihat lucu. Kisah dimulai mirip surah ke-46 yang kita bahas sebelumnya, dengan menyatakan bahwa jin beranggapan Qur’an itu menakjubkan. Mereka mendukung lantunan kutipan Muhammad dengan mengatakannya jalan yang benar ke Tuhan mereka. Lalu, di dua ayat berikutnya, jin yang sama dituduh menambah ketidakpatuhan, kebodohan dan pemberontakan (Ind. dosa dan kesalahan). Pengarang surah ini kelihatannya irasional.

Kita telah diberitahu bahwa tuhan Islam menangkap manusia dan ia menempatkan penjaga neraka memastikan ciptaannya terbakar di api yang menyala-nyala. Sekarang Qur’an mengatakan ttg hal-hal yang menakutkan di surga. Qur’an 72:8, “dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” Roh-nya si Muhammad bingung membedakan antara surga dan neraka (sama-sama penuh api—anne).

Qur’an 72:10, “Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.” “And we Jinn know not whether harm or evil is the intended fate of all men on earth, or whether the Lord intends to give them some guidance.” Tuhan Islam telah menjerumuskan dirinya lebih dalam. Ia memulai ‘wahyu’nya dengan mengatakan bahwa jin-jin mendengar Muhammad melantunkan Qur’an-nya– buku petunjuk bagi manusia. Jin-jin ini memberi pengesahan Qur’an sbg jalan kebenaran tuhan. Sekarang tuhan ini bilang jin-jin tsb tidak tahu apa-apa. Mereka tidak tahu apakah tuhan akan membimbing manusia ataukan hendak masak barbeque ala tuhan Islam dan memanggang manusia. Meskipun aku yakin bukan Tuhan sejati yang menginspirasi kekacauan ini, timbul jua pertanyaan: Siapa yang berkeinginan mempromosikan penipuan yang begitu jelas ini? Siapa yang hendak menciptakan surga dan neraka dengan sipir-sipir disertai misil-misil api? Siapa yang merasa perlu disembah sekaligus ditakuti? Siapa yang menganggap dekadensi moral dan nafsu birahi itu surgawi? Siapa yang hendak memancing manusia ke arah kehancuran? (sejak di Eden –anne)

Roh yang memimpin manusia ke kesesatan dengan berpura-pura saleh tsb berkata, Qur’an 72:11, “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada)Nya dengan lari.” “There are among us [jinn] some who are upright, some otherwise; we follow divergent ways (religious sects). But we came to realize that we could not weaken the Lord on earth, nor by any means frustrate Him. We cannot escape, outpacing Him by flying away.”

Roh-roh jahat yang mencintai Qur’an, menolak keras Islam shg menanggung hukuman tambahan. Qur’an mengatakan bahwa jinn dibuat dari api, sama dengan Iblis, dan masuk dalam golongannya. Dikatakan di Qur’an 18:50 bahwa Iblis dari golongan jin, sementara malaikat dibuat dari cahaya. Yang menarik, satu-satunya sumber cahaya yg berasal dari bumi di dunia Mekah-nya Muhammad adalah api. Malaikat dan Iblis dengan demikian tidak dapat dibedakan berdasarkan perspektif dan definisi Muhammad. Ia tak akan dapat membedakan antara Jibril dan Iblis (walau tentu saja ia akan jauh lebih menyukai Iblis).

Untuk memastikan kebenaran masalah jin setan ini, kita lihat beberapa hadist Bukhari dan Muslim. Mungkin Iblis benar-benar dikira Jibril. Bukhari: V6B60N332,”Tadi malam setan dari kaum jinn mengganngu sembahyangku, tapi Allah memberiku kekuatan untuk mengalahkannya. Aku bermaksud mengikatnya ke salah satu tiang mesjid hingga pagi agar kalian semua dapat melihatnya.’” Jika kauingat lagi, Muhammad pernah merasa diteror dengan kehadiran Jibril. Tapi dengan Iblis tidak ada masalah. Seperti yang kukatakan, dia tak bisa membedakan keduanya.

Qur’an berkata bahwa jin tidak terlihat, membuat orang bertanya-tanya, bagaimana Muhammad bisa tahu mereka mendengar lantunan kutipannya. Ia menawarkan penjelasan ini Bukhari:V5B58N199, “Wahai Nabi, siapa yang memberitahumu ttg Jinn saat mereka mendaengar Qur’an.’ Katanya, ‘Sebatang pohon yang memberitahuku ttg mereka.’”

Peramal yg adalah hamba Iblis bekerjasama dengan jinn, bersaksi ttg kebenaran Qur’an: Bukhari: V9B93N650, “Orang-orang bertanya pada Nabi mengenai para peramal. ‘Rasulullah! Beberapa pembicaraan mereka jadi kenyataan.’ Sang Nabi berkata, ‘Kata-kata yang menjadi kenyataan itu bagian-bagian yang dicuri jin (dari Surga) dan menuangkannya dalam telinga peramal dengan suara seperti kotek ayam betina. Para peramal mencampurnya dengan seratus kebohongan.”

Berikut ini sebuah hadist yang menakjubkan sekaligus memberatkan: Bukhari: V6B60N475, “Rasulullah sakit dan tak dapat melaksanakan sembahyangnya. Seorang wanita terhormat datang dan berkata, ‘Muhammad, kupikir Iblismu telah meninggalkanmu, sebab aku tak melihat dia bersamamu selama dua atau tiga malam!’ Mengenai ini Allah mewahyukan: ‘Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. (Qur’an 93:1).” Dituduh telah ditinggalkan Iblis, Muhammad berkata bahwa tuhannya tidak akan meninggalkan dia. Ia tidak menyangkali Iblis tsb.

Pria yang tak pernah mengizinkan Qur’an ditulis atau dibaca, hanya dilantunkan, sepanjang hidupnya, mengungkapkan bahwa pidato yang mengesankan adalah sihir. Bukhari: V6B60N662, “Rasulullah berkata, ‘Beberapa pidato yang mengesankan sama efektifnya dengan sihir.” Bukhari:V9B87N127, “Nabi berkata, ‘Kepadaku telah diberikan kunci-kunci pidato yang mengesankan dan kunci-kunci kemenangan melalui terror.’” Lantas, berbicara ttg sihir, alat Iblis yang paling mengesankan, kita belajar Bukhari:V6B60N658, “Seorang pria melakukan sihir thp Rasulullah sampai ia melakukan sesuatu yang tidak benar-benar dilakukannya.”

Sebelumnya, penduduk Mekah berkata bahwa ‘meludah dan meniup’ adalah tanda-tanda seseorang dirasuki setan, peramal dan tukang sihir. Apa Muhammad tidak melakukan hal-hal ini? Bukhari:V7B71N643, “Kudengar Nabi berkata, ‘jika salah seorang diantaramu mimpi sesuatu yg tidak ia sukai, saat bangun, tiuplah tiga kali sisi kirimu.” Di saat lain, pertanyaan serupa diajukan, ia menjawab, Bukhari:V9B87N115, “Jika engkau meludah di sisi kiri tempat tidurmu, mimpi buruk tidak akan mengganggumu.”

Bukhari:V6B60N373, “Nabi mengatakan, ‘Surga dan Neraka berdebat….Allah berkata pada Api Neraka, ‘Kau adalah (alat) penghukumku untuk menyiksa siapapun yg kukehendaki diantara budak-budakku. Kau akan melakukannya. Karena bagi neraka, tak akan melakukannya sampai kujejakkan kakiku di atasnya.” Allah tidak mendelegasikan penyiksaan. Ia pelaku langsung.

Setelah dirasuki setan, Muhammad memiliki otoritas atas mereka. Ia bahkan mengaku punya satu pembantu setan tapi katanya Allah yang memerintahkan. Muslim: B039N6757, “Rasulullah berkata: ‘Setiap orang yang mengambil pembantu dari kalangan jin (setan).’ [Penerjemah tahu jin dan setan tak dapat dibedakan.] Para sahabat Nabi bertanya: ‘Rasulullah, ada satu yang bersamamu juga.’ Katanya: ‘Ya, tapi Allah menolongku sehingga aku aman dari jamahannya dan ia tidak memerintahku kecuali untuk kebaikan.’” Iblis punya definisi tersendiri untuk kata ‘kebaikan,’ mengingat nuansa kegilaan dan tak bermoral dalam Qur’an.

Muhammad tahu kebenaran ttg Allah-nya, sebab itu ia tak ingin orang mempertanyakan ke-Tuhan-annya. Muslim:B001N0244/Bukhari:V4B54N496, “Rasulullah berkata, ‘Setan datang kepada setiap orang diantaramu dan berkata, ‘Siapa yang menciptakan ini dan itu,’ sampai ia berkata ‘Siapa yang menciptakan Tuhanmu?’ Bila ia mengajukan hal itu, ia harus mencari perlindungan dan menjauh dari pemikiran tak berguna seperti itu.’” Iblis diciptakan Yahweh, membuktikan bahwa ia bukan Tuhan.

Berikut Muhammad bicara ttg misi dakwahnya sendiri: Bukhari:V4B55N554 “Rasulullah berkata, ‘Tidakkah kuceritakan kepadamu kisah yang tidak diceritakan nabi pada kaumnya? Seseorang akan membawakan apa yang serupa Neraka dan Surga kepadanya, dan ia akan menyebut Surga padahal itu Neraka.”

Sebuah tradisi yg dinyatakan baik Bukhari maupun Muslim memprotes peristiwa kerasukan setan Muhammad tidak sah secara historis. Bagaimana bisa?“Nabi mengunjungi sebuah perayaan dengan beberapa Sahabat. Di perjalanan sekelompok jin melintas. Ketika mereka mendengar Qur’an sedang dilantunkan, mereka berdiam mendengarkan penuh perhatian. Peristiwa ini digambarkan di Qur’an dan memperlihatkan bahwa jin yg mendengar Qur’an tsb politeis dan menyangkal kenabian Muhammad. Lalu, secara historis dikonfirmasikan bahwa Nabi mampu meyakinkan mereka hanya menyembah Allah saja.”

Selagi membahas ttg tuhan yang sakit jiwa, pertimbangkan yang ini: Bukhari:V4B54N482, “Rasulullah berkata, ‘Api Neraka mengeluh pada Tuhannya, ‘Wahai Tuhanku! Bagian-bagian diriku yang berbeda salaing memakan satu sama lain.’ So, Tuhan mengijinkannya mengambil dua nafas, satu di musim dingin, satu di musim panas. Inilah sebabnya mengapa terjadi cuaca panas yang sangat dan dingin yang menggigit.’” Bayangkan, umat Islam percaya Tuhan yang menginspirasikan hal ini. Tapi belum seberapa dibandingkan yang ini Bukhari: V4B54N487, “Nabi berkata, ‘Api neraka panasnya 69 kali panas api di dunia.’ Lantas seseorang berkata, ‘Rasulullah, tidakkah api biasa saja cukup untuk menyiksa orang-orang kafir?’” (duhh…)

Tim Islam tahu bahwa setan mencintai kegelapan malam Bukhari: V4B54N533, “Muhammad berdakwah, ‘Tutup peralatanmu, ikat kantung kulit airmu, tutup pintumu, dan jagalah anak-anakmu di malam hari, karena jin menyebar di saat itu dan mencuri barang-barang. Saat tidur padamkan lampumu, karena ia mungkin menggunakan pelita untuk membakarmu dan rumahmu.’ Ata menambahkan, ‘Nabi sebenarnya berkata, setan, bukan jin.’” (nabi bingung ngebedain setan sama jin)

Sebelum membaca dua hadist berikut, ingatlah, umat Islam mengklaim ini bagian dari tuntunan suci mereka. Bukhari: V4B54N516, “Rasulullah berkata, ‘Jika seseorang bangun dari tidur dan melakukan wudhu, ia harus mencuci hidungnya dengan memasukkan air kedalamnya dan meniup keluar tiga kali, karena setan tinggal di bagian atas hidungnya sepanjang malam.’” Bukhari: V4B54N492, “Disampaikan pada Nabi ttg seorang pria yang tertidur dan melewatkan sembahyang subuh. Nabi berkata, ‘Setan buang air kecil di telinganya.’”

Kecenderungan Muhammad bermain-main dengan setan-setan tsb, mengerikan. Setiap pertemuan mengungkap struktur kredibilitas Islam. Aku mengambil kesempatan menarik analisa dari komentar ttg Qur’an Maududi. “Para jin biasanya mencuri dengar kabar rahasia di surga tapi tiba-tiba mereka menemukan bahwa para malaikat telah dijadikan penjaga dan batu-batu meteor dilemparkan dari setiap arah hingga mereka tidak bisa menemukan tempat aman untuk mendengar kabar rahasia tsb. Mereka telah berusaha mencari-cari hal yang tak lazim yg terjadi di bumi untuk menjelaskan mengapa langkah-langkah keamanan telah diperketat. Banyak sahabat kaum jin sedang mencari-cari ketika salah satu diantara mereka, setelah mendengar lantunan Qur’an dari Nabi, membentuk opini bahwa itulah yang meyebabkan semua gerbang surga ditutup bagi mereka.” Membaca komentar ini, pastilah ada sesuatu di Islam yang mengubah otak manusia menjadi setolol ini.

Maududi meneruskan komentarnya, “Sebelum seseorang mempelajari surah ‘Al-Jin’ ia harus paham realitas jin untuk menghindari kebingungan mental. Banyak yang salah paham, mengira bahwa jin tidak nyata melainkan hanya isapan jempol tahyul dan mitos kuno. Mereka tidak membentuk opini berdasarkan mereka telah mengetahui ttg semua realitas dan kebenaran alam semesta. Mereka tidak bisa mengklaim memiliki pengetahuan tsb…..Orang yang berpikir bahwa apa yang tidak ia rasakan berarti tidak eksis, dan semua yang eksis tentu bisa dirasakan, membuktikan sempitnya pikiran mereka. Dengan cara pikir seperti ini, jangankan bicara ttg jin, manusia bahkan tak bisa paham realitas apapun…..Umat Islam telah memberikan interpretasi aneh u/ pernyataan jelas Qur’an ttg jin, Iblis dan setan. Mereka berkata bahwa ini tidak mengacu ke makhluk ciptaan yg tersembunyi, tapi menyiratkan sisi hewani dalam diri manusia, yang disebut bersifat setan. Tapi pernyataan Qur’an ttg hal ini begitu jelas dan eksplisit bahwa ini tidak mengandung relevansi. Qur’an tidak menyisakan ruang menganggap jin sbg spesies manusia. Saat penciptaan Adam, Iblis bertekad menyesatkan manusia, dan sejak itu jin terus menerus berusaha menyesatkan manusia. Mereka menipu dengan ide-ide jahat, berbohong, dan membuat kejahatan tampak baik.” Maududi sama sekali tidak menolong Islam. Dengan mencoba meyakinkan kita bahwa jin tidak hanya nyata tapi juga penipu, ia telah mengutuk Islam. Surah ‘Al-Jin’ mengungkapkan bahwa jin mendukung Qur’an. Maududi menegaskan bahwa Qur’an menyatakan jin eksis untuk ‘menipu dengan ide-ide jahat, berbohong, dan membuat kejahatan tampak baik.’ Dengan demikian, pastilah Qur’an dirancang untuk ‘menyesatkan umat manusia.’ Pekerjaan bagus, professor!

Sekarang setelah kita paham mengenai kaum jin, waktunya menyelesaikan surah mereka. Qur’an 72:13, “Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Quran), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.” “So, since we [Jinn] have listened to the guidance (of this Qur’an), we have accepted (Islam): and any who believes in his Lord has no fear of loss, force, or oppression.” Jika itu yang terjadi, mengapa begitu banyak ayat-ayat Qur’an yang terpaku pada penindasan (oppression) yang dialami oleh Muhammad? (terj. Ind. beda) Sehingga hanya tersisa 3 alternatif: Muhammad tidak mempercayai tuhannya, tuhan tsb berbohong, atau sosok tuhan Islam tsb mandul dan tak bisa melindungi nabinya. Mungkin kita telah menemukan sesuatu.

Qur’an 72:14, “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.” “Amongst us are some Muslims (who surrendered, submitting), and some who are disbelievers. Those who submit in Islam – they have sought the path of right path.” Tunduk patuh pada tuhan dan utusannya adalah esensi Islam. Muhammad mampu memperoleh apa yang ia dambakan dengan mengancam manusia dengan api neraka, membujuk mereka dengan perawan-perawan surga, dan memaksa mereka tunduk melalui jihad.

Qur’an 72:15, “Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.” But the Qasitun (disbelievers) are the firewood of hell.”“ Silahkan pilih, mana yang lebih terdengar sakit jiwa: tuhan yang mengubah ciptaannya menjadi kayu bakar, atau manusia yang mengancam dengan omong kosong spt itu untuk memaksa manusia lain agar mematuhinya.

Qur’an 72:16, “Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” “If they (non-Muslims) had remained on the right path, We should have given them plenty to drink that We might try them by that means.” (terj. Ind. beda sendiri)

Muhsin Khan
If they (non-Muslims) had believed in Allah, and went on the Right Way (i.e. Islam) We should surely have bestowed on them water (rain) in abundance.
Pickthall
If they (the idolaters) tread the right path, We shall give them to drink of water in abundance
Yusuf Ali
(And Allah’s Message is): “If they (the Pagans) had (only) remained on the (right) Way, We should certainly have bestowed on them Rain in abundance.
Shakir
And that if they should keep to the (right) way, We would certainly give them to drink of abundant water,

Bagaimanapun diinterpretasikan – ayat ini tetap aneh. Bagaimana bisa non-Islam berada di jalan yang benar? Bagaimana minum air bisa dijadikan ujian(ada di ayat 17 – anne) Dan mengapa mencobai orang-orang yang berada di jalan yang benar?

Tuhan Islam bukanlah roh yang manis, Qur’an 72:17, “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat.” “If any turns away from the reminder of his Lord (the Qur’an), He will thrust him into an ever growing torment, and cause for him a severe penalty.” Sekali lagi tuhan Islam turun tangan sendiri memasukkan dan menyiksa.

Jika jin mendengar dan memberi dukungan pada Qur’an, mengapa Muhammad diperintahkan berkata ia tak dapat memimpin mereka ke jalan benar versi Muhammad. Qur’an 72:19, “Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya. Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya”. Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) suatu kemanfaatan” “Yet when the Devotee stood up to invoke his Lord, the Jinn crowded around Him to listen. Say (Muhammad): ‘I invoke my Lord alone, and ascribe unto Him no partner.’ Say: ‘It is not in my power to cause you Jinn harm. I cannot hurt or benefit you, nor bring you to right conduct.”

Sebelum kita mendengar apa yang Tuhan kaum Jin inginkan Muhammad katakan selanjutnya, penting untuk mengekspos keberadaan wahyu ini. Sang tuhan Islam tidak berbicara untuk dirinya sendiri. Format ‘Katakanlah’ adalah cara Muhammad berbicara atas namanya sendiri seraya mempertahankan polesan atau hiasan tambahan bagi nuansa keagamaan. Ia meniru gaya Zayd. Qur’an 72:22, “Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya. “Akan tetapi (aku hanya)menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya [Sebagai penyampai saja, berarti, sisa ayat ini harusnya tuhan sendiri yang bicara. Mengabaikan fakta bahwa tuhan menyebut dirinya sendiri dengan sebutan orang ketiga tunggal]. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” “Say: ‘No one can save me from God’s punishment, nor can I find a place of refuge apart from Him unless I deliver the communications I receive from Him and deliver His Message.’ Whoever disobeys the Lord and His Messenger then there is for him the fire of Hell where they shall abide forever.” Inilah Islam sebenarnya, di balik bungkus ‘baik’ nya. Patuh pada Muhammad atau kau akan dipanggang di neraka.

Mungkin ada yang menyanggah kesimpulanku karena aku mengabaikan kata ‘Allah.’ Nyatanya, baik Allah maupun Ar-Rahman, tidak ada yang pernah bicara. Satu-satunya bukti eksisitensi mereka hanya dari kesaksian Muhammad. Dan karena kredibilitas kisahnya dipertanyakan, kita dibiarkan dengan omelan tak waras/hiperbol dari seorang korban pelecehan yang paranoid dalam usahanya membalas dendam melalui Rencana Nabi yang Menguntungkan. Kau lihat, yang dilakukan Muhammad hanyalah menyalahgunakan segelintir jiwa-jiwa dengan menjanjikan harta jarahan. Sekali mereka menuruti, dukungan mereka membuat sang bajak laut berada dalam posisi memaksa jiwa-jiwa lain untuk patuh. Dan ia berhasil, mendapat kekayaan lewat kejahatan serta memuaskan hasrat orang-orang yang putus asa yg berhasil dipikatnya masuk ke kawanannya. Umat Islam menjadi militant. Militan menjadi pembunuh. Pembunuh menjadi teroris. Teroris menjadi seperti Muhammad. Dan Muhammad menjadi lebih dan lebih menyerupai tuhan ciptaannya. Lingkaranpun lengkaplah sudah.

Selanjutnya kita diberitahu bahwa tuhan tidak bisa menyimpan rahasia, dan roh yang katanya maha mengetahui, maha melihat ternyata perlu pengawal yang mengekor utusannya kemana-mana, memastikan pesan-pesannya disampaikan. Para jendral biasanya menunjuk pengawal, juga para pemimpin politik, tetapi sosok tuhan selayaknyalah berlaku sebagai tuhan. Qur’an 74:24 “Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya Katakanlah: “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu masa yang panjang?”. (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” “Until they see with their own eyes that [Hell] which they are promised, they will not know who is weaker and less important. Say: ‘I do not know whether (the punishment) which you have promised is near, or whether my Lord prolongs its term. (He is) the knower of the unknown, and He does not divulge His secrets to any except to an Apostle He has chosen. And then he makes a band of guards march before him and behind him that He may know that they have delivered the Messages of their Lord. He counts all things.”

Upaya Muhammad membuat suatu ‘agama’ begitu rapuh. Banyak isi Qur’an di masa awal Islam tidak lebih dari kata-kata kasar kemarahan. Begitu menyedihkan, hingga menimbulkan pertanyaan: mengapa repot-repot mencoba memahaminya? Muhammad sudah jelas seorang penipu yang amat terganggu jiwanya, sehingga apapun yang dikatakannya menjadi tidak relevan. Apa iya? Belum begitu lama, buku lain yang juga menyemburkan kata-kata kasar kemarahan, ‘Mein Kampf’ dianggap tak bernilai karena alasan yang sama persis.

Walaupun kelam dan kacau, memahami Qur’an penting untuk kelangsungan hidup kita. Muhammad, seperti halnya Hitler, berhasil merayu sejumlah besar orang yang gamang dalam kepatuhan total untuk menteror dunia. Korbannya diracuni dengan doktrin-doktrin. Islam dan Nazi – mengubah orang-orang baik menjadi jahat. Hati nurani terkikis sedikit demi sedikit, akal menjadi berkarat, dan korban aniaya menjadi penganiaya. Mereka menjadi seperti nabi mereka, der Fuhrer. Dan dunia membayar dengan harga yang mengerikan.

Surah ke-7 adalah salah satu yang mengaitkan Islam dengan terror. Dibuka dengan Allah yang melakukan serangan tiba-tiba pada sejumlah warga kota yang tak menaruh curiga. Baris: “datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari [sedang lelap tidur], atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari,” begitu mengerikan. Setengah bagian awal wahyu ini tercakup di dalam bab ke-3 mengenai percakapan yg cukup mengganggu antara Allah, Iblis dan Adam. Sekarang waktunya kembali menyelesaikannya. Qur’an 7:39, “Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,” Qur’an mungkin satu-satunya kitab yang lebih rasis, penuh kebencian dan kekerasan dibanding ‘Mein Kampf.’ Hitler memberi tikar tidur dan selimut api neraka pada 6 juta Yahudi. Roh kegelapan Muhammad mungkin telah menginspirasinya.

Aku punya salinan ‘Mein Kampf’ yg diterbitkan segera setelah Chamberlain menandatangani Pakta Munich yg memberikan sebagian besar Czechoslovakia pada Hitler. Pada saat itu ‘Land-for-peace’ versi Hitler disepakati; padahal perang belum lagi dimulai. Dengan pemikiran tsb, aku ingin mengutip dari kata pengantar penerjemah Mein Kampf. Kuingin kau mencantumkan peristiwa 9/11 ganti aneksasi Czechoslovakia, Muhammad ganti Hitler, Qur’an untuk Mein Kampf, dan Islam untuk Nazisme: “Pakta Munich [Peristiwa 11 September] telah menyadarkan masyarakat Amerika, yang belum pernah terjadi sebelumnya, akan dampak serius program Nazi [Islam] terhadap dunia dan terhadap diri mereka sendiri, sebagai konsekuensi adanya peranan penting setiap lembar halaman buku yang dapat dianggap sebagai kitab suci Nazi [Islam]. Di dalam keseluruhan buku, untuk dibaca dan dinilai sendiri oleh masy. Amerika, yang telah terjual di Jerman [negara-negara Islam] sebanyak jutaan eksemplar, merupakan bukti tertulis terbaik ttg karakter dan kejiwaan Adolf Hitler [Muhammad] dan pemerintahannya. Mein Kampf [Qur’an] mewakili cita rasa penuh yg ada di benak penulisnya, menyuarakan motivasinya.”
Seakan bicara ttg Qur’an dan pengarangnya Muhammad, penerjemah berkata, “Hitler [Muhammad] bukan seorang sastrawan, melainkan seorang calo politik yang tak perduli pada tata bahasa dan siktaksis. Mein Kampf [Qur’an] adalah esai propaganda seorang partisan kekerasan. Dengan demikian, seringkali membungkus kebenaran sejarah, bahkan kadangkala benar-benar mengabaikannya. Oleh sebab itu, kita bertanggungjawab menyertakan informasi faktual thp teks tsb, yang merupakan kritik thp teks aslinya. Tidak ada warga Amerika yang mau memikul tanggung jawab menyebar teks pada publik, yang jika tidak diuji dengan penelitian yang benar, bisa memberi kesan bahwa Hitler [Muhammad] menulis sejarah bukannya propaganda.”

50 juta orang tewas karena kita tidak mengindahkan kata-kata ini: “Akhir kata, membaca Mein Kampf [Qur’an] dengan mata jernih akan memperlihatkan, perilaku manusia yang dipanggil der Fuhrer [Nabi] tak lebih dari seorang anak yang tak punya apa-apa selain keyakinan penuh bahwa Jerman [Negara-negara Islam] harus mendapatkan wilayah yang lebih besar di bawah matahari dengan pertolongan pedang. Mesin-mesin industri sekarang tersendat-sendat, sementara mesin-mesin perang bertambah secara membabi buta, membentuk piramid yang semakin dan semakin tinggi. Generasi berikutnya yang menanggung akibatnya – generasi sebelumnya hanya mengabdi untuk menciptakan ilusi. Tidak akan ada yang menghentikan doktrin ini sampai hadir ide-ide atau cita-cita yang lebih kuat daripada yang terkandung di dalam Mein Kampf [Qur’an]. Ini keyakinan mendalam kami bahwa segera setelah cukup banyak orang melihat melalui buku ini, hidup dengan kenyataan di dalamnya, sampai maknanya terpampang secara gamblang, sehingga saat keyakinan tsb memudar karena ada pembanding, maka arus-pun akan berbalik.”

Mereka berkata: “Kami memiliki rasa hormat mendalam bagi masyarakat Jerman [Arab]…. Sehingga kami memilih untuk mengungkapkan tanpa rasa benci, namun dengan segala kebenaran yang ada, catatan ttg Hitler [Muhammad] serta usahanya [ayat-ayatnya].” Dewasa ini, taruhannya bahkan lebih tinggi. Dengan adanya senjata pemusnah massal, jutaan orang mungkin akan tewas karena ketidaktahuan kita. Untuk mencegah apa yang mungkin tak terhindarkan di dalam bab-bab Mein Kampf, aku akan membandingkan kata-kata kasar Hitler dengan Qur’an, serta Nazi dengan Islam (Bab-16) Tapi sementara itu, tahan nafas sejenak dan kita teruskan pengembaraan ke dalam benak dan motivasi si kembaran Hitler, Nabi Muhammad.

Umat Islam mengklaim bahwa surah ke-103 adalah contoh karya tak tertandingi. Maududi menyanjung: “Keseluruhan makna dunia dipadatkan dalam kata-katanya yang ringkas, yang terlalu besar kandungan isinya untuk diungkapkan bahkan dalam satu buku. Para Imam berkata benar bahwa jika orang-orang hanya bersandar pada surah ini saja, sudah cukup sebagai bimbingan.”

Qur’an 103:1, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” “I swear by time, most surely man is in loss, except those who believe, and do good, and enjoin on each to bear in fortitude the trials that befall.” Yupz …Cuma itu — itulah yg disanjung sbg keseluruhan makna dunia, dari awal sampai akhir. Sbg kalimat, tak benar-benar baik, tidak juga buruk, tapi setidaknya benar-benar pendek.

Kita coba surah dahsyat lain, Qur’an 104:1, “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, [Nah, ini dia. Kita kembali ke Muhammad yang kita kenal] yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya,” Setiap kali Muhammad melibatkankan diri dalam agama, ia justru mencemarkannya. Pertama kali mencoba, ia mengklaim bahwa perkosaan –seks dengan budak – adalah sarana ke surga. Sekarang ia berkata bahwa orang kaya adalah tukang fitnah karena mereka pikir kekayaan, bukan iman yang akan membawa keabadian. Tapi itu omong kosong. Kekayaan seringkali dikumpulkan oleh orang-orang yang pintar dan rajin. Mereka jarang berkhayal. Muhammad justru sebaliknya, dan kekayaan jualah yang akhirnya membawa keabadian baginya. Perampokan di Medinah menyelamatkan Islam dan membuat seorang nabi yang gagal dan keji, hidup abadi dalam benak milyaran orang.

Qur’an 104:4, “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah..” “By no means! He will be sure to be thrown into that which breaks him into pieces. (Yusuf Ali) Nay, but verily he will be flung to the Consuming One. (Pickthall) No! he shall most certainly be hurled into the crushing disaster (Shakir). Kucantumkan beberapa versi terjemahan agar kau tak tertipu oleh ayat mutiara yang menakjubkan ini. Qur’an 104:5, “Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” “And what will explain to you that which Breaks him into Pieces? (or) what the Consuming One is! (or) what the crushing disaster is? It is the fire kindled by Allah which leaps up over them penetrating the hearts of men. It shall be made to vault over them. Lo, it has closed in on them. In pillars outstretched.” Allah sendiri yang menyalakan api neraka, tolong camkan dalam pikiran anda. Neraka Islam tidak terpisah dari Allah; neraka adalah tempat tinggal Allah (untuk membakar 999 dari setiap 1000 orang)!

Surah ke-79 dibuka dengan sumpah dari para malaikat, serupa sumpah S.S. Nazi. Ulama terkenal kita menjelaskan: “Orang-orang telah diberitahu: ‘Siksaan neraka yang kau anggap mustahil, bukanlah hal yang sulit bagi Allah, meskipun Ia harus membuat persiapan yang cukup lama. Hanya dengan satu sentakan saja akan menumbangkan sistem dunia ….dan orang-orang yang sama yang terbiasa meremehkannya akan gemetar ketakutan, dilanda terror yang mereka anggap mustahil.” Ia melanjutkan: “Lalu, berkaitan dengan kisah Nabi Musa dan Firaun, orang-orang telah diperingatkan: ‘Kalian tahu betul apa yang terjadi pada Firaun karena mengingkari Utusan serta menolak ajaran yang ia bawa dan berusaha mengalahkan misinya dengan tipu daya dan kebohongan. Jika kalian tidak mengambil pelajaran dari hal tsb serta tidak merubah cara hidup dan perilaku, kalian akan bernasib serupa.” Dengan kata lain, kesimpulan saya identik dengan kesimpulan ulama Islam. Hanya berbeda ttg sumber inspirasi dan motivasi Muhammad.

Aku tak percaya Tuhan akan bisa menjadi begitu satanis dan bodoh. Tapi umat Islam percaya. Qur’an 79:1 “Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).” “I swear by those (angels) who violently tear out (the souls of the wicked), and drag them forth to destruction, by those who gently take out (the souls of the believers), by those meteors rushing by, swimming along (angels or planets), and by those who press forward as in a race, and by those who regulate the affair.” Muhammad bertentangan dengan dua elemen penting Islam. Ayat-ayat Qur’an ini jauh dari sempurna. Bahkan tidak dapat dipahami. Di sepanjang Qur’an, tuhan menyatakan bahwa ia akan memperbaharui tubuh manusia saat membangkitkan mereka dari kubur. Jika tubuh jasmani dibangkitkan, apa perlunya merobek-robek roh dengan kasar? Dan mengapa pemisahan ini terjadi sebelum kiamat?

Qur’an 76:6, “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut, Pandangannya tunduk.” “On the Day the earth and mountains will shake in violent commotion, followed by oft-repeated commotions (and everybody will die). Hearts on that day shall palpitate, beating painfully in fear and anxiety. Cast down will be their owner.’ Eyes.” Muhammad bersuka hati sekarang mendapati semua terjadi seturut keingiannya. Qur’an 79:10, “(Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?” “They say: ‘Shall we be restored to (our) former state? Even after we have become rotten crumbled bones?” Persis seperti yang kukatakan. Tubuh jasmani dibangkitkan, sehingga pemisahan roh menjadi tak masuk akal. (bagi Islam ya!)

Sekali lagi, tanpa ada transisi yang dapat dimengerti, kita ditanya: Qur’an 79:15, “Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.” Satu-satunya sumber darimana penduduk Mekah dan Muhammad tahu ttg Musa adalah dari kaum Hanif (yang mendengarnya dari kaum Yahudi) – dua sumber contekan Muhammad. “Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa; Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan).” “When his Lord called upon him in the holy valley of Tuwa twice, ‘Go to Fir’aun (Pharaoh), verily he has become inordinate, transgressed all bounds and rebelled, and say to him, “Wouldst thou that thou shouldst be purified?” Ok, biasanya kucoba membetulkan kesalahan gaya dan tata bahasa (Inggris)nya agar lebih mudah dibaca. Sekarang kubiarkan kalimat tsb apa adanya, coba kau pahami sendiri apa yg sebenarnya hendak dikatakan Allah. Qur’an 79:19, “Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” “And, ‘That I guide you to your Lord, so you should fear Him.” Roh kegelapan Islam memimpin manusia untuk takut, bukan untuk mencintai Tuhannya.

Tidak ada yang lebih berbahaya daripada kepicikan pengetahuan. Selagi di Mekah, Muhammad tidak banyak tahu ttg Musa dan misinya untuk tidak meragukan kesanggupan dirinya sendiri. Alasan Yahweh mengirim Musa ke Firaun tidak ada kaitannya dengan monarki Mesir, melainkan berkaitan dengan Israel, kaum pilihan Tuhan. Pada kenyataannya, pemerintahan Firaun hampir tak ada pembrontakan dan paling teratur dibanding diktator lain. Dan masyarakat Mesir adalah peradaban paling bermoral di masa lampau. Namun, umat Yahudi dalam posisi budak, dan Yahweh ingin mereka dibebaskan.

Selain kurang pengetahuan, plintiran ini juga disengaja Muhammad. Ia telah dianggap gagal diantara masyarakatnya. Mereka memperolok-olokan dia dan klaimnya tanpa ampun. Untuk menyelamatkan muka, dukun kita ini merasa perlu membuat diri seolah dalam misi ke-Tuhanan. Ia memilih untuk mencontek kisah eksodus Musa, tapi tidak sesuai. Musa tidak dikirim sebagai utusan yang mengkhotbahi Firaun; ia dikirim untuk membebaskan kaumnya dari perbudakan. Muhammad harus mencontek cerita untuk agenda pribadinya.

Sayangnya Muhammad tidak mencontek dengan ‘bersih’ (walau tak terpelajar, Muhammad punya insting kuat menipu umatnya yang bodoh)…..Qur’an 79:20 “Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.” “Then (Moses) showed him the Great Sign. But (Pharaoh) rejected and disobeyed.” Maaf, tongkat menjadi ular bukan mukjizat yang besar, melainkan sesuatu yang tak begitu berarti, yang kemudian ditiru tukang-tukang sihir Firaun. Tanda yang sebenarnya adalah 10 tulah dari Yahweh (bukan Musa) yg menjadi malapetaka bagi Mesir, karena Firaun keras kepala menolak membebaskan Israel dari perbudakan.
Qur’an 79:21 ” Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai.”
Muhsin Khan: Then he turned his back, striving hard (against Allah).
Yusuf Ali: Further, he turned his back, striving hard (against Allah).
Indonesian: Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).

Oops. Firaun tidak melawan Tuhan (terj. Ind. beda). Dia berpikir dia sendirilah tuhan. Firaun hanya mencoba mempertahankan budak Yahudinya, tidak lebih.“Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”.” “Then he collected (his people) and cried, ‘I am your Lord, the Most High.” Astagaa.. Tuhannya Muhammad perlu pelajaran sejarah. Firaun, seperti kebanyakan diktator di jamannya, dianggap tuhan (dari sekian banyak tuhan/dewa), tapi tidak pernah menganggap diri “Yang Maha Tinggi.” Para Firaun membangun kuil-kuil untuk dewa/tuhan matahari, Amun-Ra. Selain itu ada Allah dan Ar-Rahman yang juga dianggap dewa bulan/tuhan oleh kaum pagan. Seharusnya hal tsb sudah diketahui.

Qur’an 79:25, “Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).” “So the Lord seized him with punishment for his last and first crime (making an example of him). Truly this is an instructive warning for whoever fears the consequences.” Dengan setiap patah katanya, Muhammad mengubur diri semakin dalam. Yahweh tidak pernah menyiksa Firaun, atau menjadikannya contoh. Yang Yahweh lakukan adalah menaikkan taruhan sampai Firaun membiarkan umat Israel pergi. Kebenaran memang tidak pernah cocok dengan agenda Islam, di luar batas pemahaman mereka. Muhammad bahkan tak mampu membujuk rohnya mengubah seekor ular jadi tongkat. Namun tiada maaf baginya. Ia telah mengklaim allah sama dengan Yahweh, jadi ia tentu harus tahu peristiwa eksodus umatnya. Tanpa kisah-kisah Alkitab yang sudah diturunkan kwalitasnya tsb, Qur’an hanyalah sebuah buku tipis – layaknya pamphlet.

Tanpa jeda, kita teruskan ke Qur’an 79:27, “Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya.” “What! Are you the harder to create, or is heaven? He raised its height, and put it into a right good state.” Pertanyaan menipu. Tentu manusia lebih sulit penciptaannya, kalau langit surganya Allah dapat ditemukan replikanya di rumah-rumah bordil mana saja. Di seluruh Qur’an, bukti-bukti eksistensi tuhan Islam semuanya absurd.

Qur’an 79:29, “dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.”
Sahih International
And He darkened its night and extracted its brightness.
Yusuf Ali
Its night doth He endow with darkness, and its splendour doth He bring out.
Shakir
And He made dark its night and brought out its light.

Kemuliaan yang datang dari kegelapan malam (terj. Ind. beda). Dengan pengakuannya sendiri, tuhan Islam adalah pangeran kegelapan. Ini ketiga kalinya roh kegelapan Islam menunjukkan pertaliannya dengan malam. Bukti lagi bahwa Islam berasal dari Iblis.

Qur’a berkata bahwa tuhan Islam, ,”membentangkan bumi“ “memancarkan daripadanya mata airnya,” dan “gunung-gunung dipancangkanNya dengan teguh untuk kesenangan manusia dan hewan ternak.” Kemudian: Qur’an 79:34, “Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang……diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).” “When the disastrous calamity comes; and Hell Fire shall be placed in full view for (all) to see, then for him who rebelled, Hell Fire will be his home.”

Ayat berikut menggambarkan kemunafikan; Muhammad, sosok yang paling tak bermoral dan tidak bisa menahan hawa nafsu, berkata pada kita bahwa barangsiapa dapat menahan hawa nafsu akan mendapat pahala hawa nafsu pula di surga. Qur’an 79:40, “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).”
Sejauh ini kita telah membahas 25 surah – hampir seperempat buku Allah. Dan belum menemukan sesuatu yang bermakna dalam, atau apapun yang menyiratkan sedikit saja kekudusan. Saat membalik halaman ke surah 80, kita temukan ayat yang jelas-jelas tidak bersubjek. Qur’an 80:1, “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling.” Penerjemah beranggapan dia adalah Muhammad, tapi sekarang saya tampilkan tanpa bantuan penjelasan dari para ‘mahluk penolong Allah,’(penerjemah Qur’an) agar kau bisa lihat bagaimana aslinya tertulis, “bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya, atau dia mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada atasmu kalau dia tidak membersihkan diri. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera, sedang ia takut kepada, maka kamu mengabaikannya. Sekali-kali jangan! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya.” “frowned and turned away. Because there came to him the blind man. And how can you know that he might become pure? Or that teaching might profit him? As for him who thinks himself self-sufficient, to him you attend; What does it matter to you if he will not become pure? But as to him who came to you running, and is afraid. Of him you are neglectful and divert your attention to another, nay; indeed it is an admonition. So whoever wills, let him mind it.” Kita kesampingkan masalah kesalahan tata bahasa, penghilangan kata, dan miskinnya kualitas penulisan. Surah ini menunjukkan mengapa Sira Ishaq lebih penting bagi umat Islam daripada Qur’an. Ketiadaan konteks kronologis atau periwayatan lisan membuat kisah Qur’an ini, sebagaimana kisah-kisah lainnya, menjadi tidak logis.

Ishaq menjelaskan, saat Muhammad sedang mencoba mempromosikan diri, ia mengabaikan seorang pria buta (Abdallah bin Umm) dan lebih mengutamakan seorang pemimpin Quraysh. Alasannya sudah jelas. Si pimpinan memiliki segala yang didamba Muhammad, sedang si orang buta tidak. Mengajar si orang buta tak ‘menguntungkan’ baginya.

Ayat berikutnya, juga dimulai tanpa subjek. Qur’an 80:13, “dalam Kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti.” “(It is) in Books held in (honor), exalted (in dignity), kept pure and holy, (written) by the hands of scribes. Honorable, Pious, Just, Noble and righteous.” Ayat ini saja menjadikan Islam kasus yang terpapar sangat jelas, mengutuk Muhammad sebagai penipu.“Kitab-kitab yang dimuliakan, ditinggikan lagi disucikan,” adalah Taurat, Mazmur dan Injil. Hanya itulah buku-buku lain selain Qur’an, yang Allah dan Muhammad katakan sbg Kitab Suci, wahyu Ilahi. Namun, para penulis Qur’an belum ada saat itu, Qur’an belum lagi ditulis (kata malaikat ditambahkan kemudian). Penulis Qur’an pertama di masa Muhammad, mengundurkan diri dalam hitungan hari setelah menerima jabatannya, hanya untuk diburu dan dibunuh oleh oleh sang nabi. http://indonesia.faithfreedom.org/forum/komik-siapakah-abdullah-ibn-abi-sarh-t46638/ Para penulis sesungguhnya di masa itu adalah orang-orang pilihan Yahweh dari kaum Yahudi. Isi Kitab-kitab mereka yang terjaga “kemurnian dan kekudusan”nya justru antithesis dari Qur’an.

Begitu mendamba apa yang secara sah milik Yahweh, roh kegelapan Islam menyatakan dengan pasti bahwa Alkitab adalah buku miliknya. Sepasti dan sepenting pernyataannya bahwa Alkitab terjaga kesuciannya oleh para penulis pilihan yang dimuliakan. Tidakkah kau tahu, pertama kali ia mengatakan sesuatu yang baik, hal itu justru membunuhnya. Jika Alkitab dijaga kesuciannya, tidak ada penjelasan yang masuk akal ttg perbedaan-perbedaan dalam kisah-kisah Qur’an, nama-nama tuhan dan doktrin-doktrin. Jika Allah yang mengatakan ini, sebagaimana yang ditegaskan Muhammad, ia melakukan bunuh diri karena menyerang Islam. Karena jika Alkitab, sebagaimana dikatakan Allah – diwahyukan dan suci – maka kitab yang menolak doktrin-doktrin Alkitab dan mengutuk umat pilihan, bukanlah kitab yang diwahyukan ataupun suci. Logika sederhana: jika B benar, dan jika Q bertentangan dengan B, maka Q pasti salah. Lantas siapa yang membuat Q?

Penduduk Mekah mengetahui Muhammad salah. Hanya saja mereka tidak bisa menjelaskan mengapa. Sepanjang abd ke-7, mereka tidak begitu terbiasa dengan Alkitab sebagaimana sebagian besar kaum agnostic dewasa ini. Mereka cukup paham untuk menegur Muhammad karena mencuri kisah-kisah umat Yahudi, serta mengatakan bahwa Qur’an tidak lebih dari pengulangan ‘kisah dan pengetahuan milik orang lain.’ Tetapi, walaupun mereka paham hasil contekannya bukanlah wahyu ilahi, berbagai upaya plintirannya tidak begitu mereka perdulikan, sebagaimana kita sekarang. Namun, agenda Muhammad benar-benar jelas. Karena begitu besar hasratnya menjadikan ‘kepatuhan total’ sebagai ajaran kebenaran, sang nabi baru tsb menempelkan diri pada satu-satunya agama monoteis, warisan relijius serta kitab-kitab suci paling kredibel yang tersedia. Ia menconteknya, memutar balik cerita sesuai skemanya. Skema yang hanya laku di dunia yang terisolir dan buta huruf di Arab Tengah.

Muhammad memulai perang sucinya untuk menyita hak kontrol atas bisnis keluarga dengan mencuri tuhan dan doktrin kaum Hanif. Ketika di kemudian hari ternyata hal tsb tidak memadai, iapun mengubah kiblatnya, mengubah diri menjadi salah seorang nabi Alkitab. Usaha yg ternyata begitu rapuh. Perlu waktu untuk cukup paham ajaran Alkitab untuk mengubahnya menjadi landasan Islam.

Namun, hanya dalam beberapa bulan memilih landasan baru ini, Muhammad mengubah kiblatnya sekali lagi. Kali ini ia menghancurkan landasan dimana ia mendirikan agama barunya dan kembali ke masa lalu pagannya. Berbalik 360 derajat ia menjauhkan diri dari ajaran Alkitab, dan melegitimasi setiap aspek penipuan agama Qusayy – tatacara ibadah haji, pajak agama, umbul-umbul perang, puasa Ramadhan, bulan-bulan suci, Ka’aba, bahkan Batu Hitam. Arah sembahyang berubah dari Yerusalem ke Mekah, tempat dambaannya, dan orang-orang yang ingin dikuasainya.

Tapi harga yang dibayar amat mahal. Transformasi tsb diikuti dengan kematian setiap keterkaitan sekecil apapun antara Islam dan pemikiran rasional, kematian yang amat buruk. Menimbulkan doktrin yang saling berkontradiksi satu sama lain. Islam menghancurkan dirinya sendiri, seperti halnya tuhan dan nabinya. Pemikiran rasional telah mati di benak orang-orang yg menggunakan ajaran tsb untuk meneror dunia.

Melanjutkan surah “bermuka masam” : Qur’an 80:17, “Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya? Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.” “Be cursed man! He has self-destructed. From what stuff did He create him? From nutfa (male and female semen drops) He created him and then set him in due proportion.” Kutukan terus menerus thp manusia amatlah menjemukan. Muhammad dan tuhannya kelihatannya menghancurkan dirinya. Tidak ada yang namanya sperma perempuan, dan tetesan mani siapakah yang kaupikir digunakan untuk menciptakan manusia? Juga disebut disini klaim Allah menciptakan manusia yg disebut sebanyak 35 kali dalam Qur’an. Tapi metodenya berubah. Ada 25 variasi bahan penciptaan yang ia gunakan. Baca juga: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/klaim-bohong-iptek-al-qur-an-embriologi-t6661/

Selagi kita berada di subjek bahasan ini, kupikir kau akan tertawa melihat ini: Bukhari:V4B55N546, “Nabi berkata, ‘jika seorang pria berhubungan seks dengan istrinya dan selesai terlebih dahulu, anaknya akan mirip ayahnya, dan jika si perempuan selesai terlebih dahulu, anaknya akan mirip dia.” Sungguh brilliant. Demikian pula dakwah ttg predestinasi berikut Bukhari: V4B55N550, “Nabi berkata, “Sesungguhnya Allah telah menugaskan seorang malaikat di dalam rahim, dan malaikat tsb berkata, ‘Tuhan, setetes sperma, Tuhan, segumpal darah, Tuhan, segumpal daging.’ Maka, jika Allah berkehendak menetapkan penciptaan anak tersebut, malaikat akan berkata ‘Tuhan, laki-laki atau perempuan? Tuhan, bernasib buruk atau bahagia? Akan seperti apa hidupnya nanti? Berapa umurnya nanti?’” Malaikat menuliskan semua ketentuan takdirnya selagi berada dalam perut ibunya.” Sudah ditakdirkan, atau dengan kata lain tuhan Islam sudah memilih siapa yang hendak dianiayanya.

Kuliah mengenai empat bulan masa kehamilan manusia berikut, menegaskan bahwa wawasan Muhammad benar-benar ‘terinspirasi’ seperti juga kitab sucinya. Bukhari: V4B54N430, “Mengenai masalah penciptaan manusia: manusia diletakkan bersama-sama di rahim ibunya selama 40 hari. Berikutnya, ia menjadi segumpal darah dengan periode yang sama. Ia menjadi segumpal daging juga dalam 40 hari. Kemudian Allah mengirim seorang malaikat yang diperintahkannya menulis 4 hal: perbuatannya, kehidupannya, kematiannya, serta apakah ia akan bahagia atau dikutuk. Ia akan melakukan apapun yang tertulis untuknya.” Dokter Muhammad mendakwahkan Bukhari: V4B54N506, “Ketika manusia dilahirkan, Iblis menyentuh dia di kedua sisi tubuh dengan dua jarinya Itulah mengapa bayi menangis.”

Dalam Yudeo-Kristen, kematian ada sebagai akibat manusia berpaling dari Tuhan. Dalam islam, kematian disebabkan tuhan. Qur’an 80:20, “Kemudian Dia memudahkan jalannya. kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.” “As for the way – He has made it easy for him. Then He causes him to die. Then assigns his grave. Then when He pleases, He raises him to life again. Nay, by no means has man fulfilled what the Lord has commanded him.” Dalam Islam, penyakit juga ilahiah: Bukhari: V7B71N665, “Nabi berkata, ‘Tidak ada penyakit menular yang terjadi tanpa izin Allah.”Untunglah, ada obatnya, Bukhari: V4B54N537, “Nabi berkata, ‘Jika lalat jatuh dalam minumanmu, kau harus mencelupkannya (dalam minuman tsb), karena salah satu sayapnya membawa bibit penyakit, dan sayap lainnya mengandung obat penyakit tsb.” Namun, karena demam adalah reaksi dari penyakit dan karena Allah tinggal di neraka…Bukhari: V4B54N484,”Demam berasal dari panasnya Api Neraka.”

Qur’an 80:24, “maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan.” “Then let man look at his food and how We provide it. We pour water in showers and We split the earth in fragments, and produce therein corn, grapes and nutritious fodder, olives, dates, enclosed gardens, dense with trees, fruits and grasses.”Pengungkapan yang mungkin masuk akal secara metafora, tidak semestinya dipakai sebagai pernyataan bukti.

Qur’an 80:33, “Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” [i]“At length, when the deafening cry comes, that Day shall a man flee from his own brother, and from his mother and father, and he will abandon his wife and children. Each one of them will have enough concern to make him indifferent to others.”[/i] Allah telah menyediakan hukuman yang begitu mengerikan, pria dan wanita akan meninggalkan anak-anak mereka, orangtua mereka, pasangan hidup mereka untuk menghindar. Aku berani mengatakan, bahwa hanya seorang pria yang telah mengalami penganiayaanlah yang akan menyematkan perilaku tersebut ke sosok Tuhan.

Qur’an 80:38, “Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan bergembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.” “Some faces that Day will be beaming, laughing, and other faces will be dust-stained, veiled in darkness, such will be the rejecters, the doers of iniquity, the disbelievers, the wicked.” Islam adalah kejahatan yang terselubung dalam kegelapan.

Maududi memperkenalkan wahyu ilahi berikutnya, “Dalam surah ke-81, Allah membela rasulnya. ‘Apapun yang Muhammad sampaikan padamu bukanlah bualan orang gila, juga bukan ide jahat yang diinspirasi Iblis, melainkan kata dari seorang utusan yang mulia, ditinggikan dan dipercaya yang dikirim oleh Kami, yang telah Muhammad saksikan dengan matanya sendiri di ufuk langit cerah di siang hari.”

Surah ke-81 dimulai sebagai lanjutan surah ke-80. Qur’an 81:1, “Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan) dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dijadikan meluapdan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh) [tidak ditarik seperti yang kita baca sebelumnya]; dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh,” “When the sun is wound round and its light is overthrown; When the stars fall; When the mountains vanish like a mirage; When the pregnant she-camels are neglected; When the wild beasts are herded together; When the oceans become a blazing fire or overflow; When the souls are sorted out and joined with their bodies When the female buried alive, is questioned – for what crime she was killed?” Kita masih terperosok di subjek favorit sang nabi, Hari Bencana yang Terkutuk. Qur’an 81:10, “dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila surga didekatkan, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.” “When the pages are laid open; When heaven is stripped off and torn away; When the Hell Fire is lighted and the Blazing Fire is kindled to fierce heat; When the Garden of Bliss is brought near. (Then) every person will know what he has brought.” Maaf saja ya Islam, kau tak bisa menyatakan demikian. Tidak mungkin Allah yang sama yg menetapkan takdir manusia sejak di rahim sebelumnya, lalu kemudian berkata bahwa takdir manusia berdasarkan perbuatan mereka. Ini kontradiksi yang tidak bisa diterima. Hanya menegaskan betapa tak rasionalnya si penulis.

Qur’an 81:15, “Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing” “So verily I swear by the planets that recede. I swear by the stars that run swiftly and hide themselves; and by the Night as it dissipates; and by the Dawn as it breathes away the darkness.” Mungkin terdengar puitis dalam bahasa Arab dan Indonesia, tapi dalam bahasa Inggris tak masuk akal dan terasa nuansa pagannya. Semoga saja mengarah ke sesuatu…..Qur’an 81:19, “, sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.….” (Versi Ind. beda sendiri. Perhatikan terjemahan versi Inggris, dan hilangkan kata dalam kurung)

Sahih International:
[That] indeed, the Qur’an is a word [conveyed by] a noble messenger [Who is] possessed of power and with the Owner of the Throne, secure [in position], Obeyed there [in the heavens] and trustworthy.
Pickthall:
That this is in truth the word of an honoured messenger, Mighty, established in the presence of the Lord of the Throne, (One) to be obeyed, and trustworthy;
Yusuf Ali:
Verily this is the word of a most honourable Messenger, Endued with Power, with rank before the Lord of the Throne, With authority there, (and) faithful to his trust.
Shakir:
Most surely it is the Word of an honored messenger, The processor of strength, having an honorable place with the Lord of the Dominion, One (to be) obeyed, and faithful in trust.

Kita mencapai inti Islam –– benih awal agama ini. Muhammad memegahkan diri, Aku ‘mulia.’ Aku ‘punya kekuasaan.’ Aku manusia ‘Hebat.’ Aku ‘Sosok yg harus dipatuhi.’ Aku ‘punya otoritas.”

Cinta kasih, kepedulian, empati, dan kebijaksanaan tidak ada dalam kamus sang nabi. Tak peduli apapun; segalanya dalam Islam diringkas dalam kata-kata berikut: “Akulah ‘Utusan yang memiliki kekuasaan, Pemilik Singgasana/Arsy, Yang Hebat, Yang harus ditaati.’”

Qur’an 81:22, “Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.” “And people, your comrade is not one who is possessed, or one who has gone mad.” Orang yang berulangkali bersikeras bahwa ia tidak gila, justru menjustifikasi kegilaannya. Alasan protes berulangkali tersebut karena adanya tuduhan yang juga sering dilancarkan. Penduduk Mekah yang mengetahui kegilaan ‘wahyu’ ini harus dijerumuskan ke neraka. Merekapun kemudian menyadari bahwa wahyu delusional ini merupakan halusinasi, produk kegilaan. Qur’an 81:23, “Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.” “And without doubt he saw himself on the clear horizon.” Beberapa terjemahan menuliskan ia melihat ‘Dia’ seperti di dalam ‘Tuhan’ di ufuk yang terang. Lainnya berkata Muhammad melihat dirinya sendiri (terj. Shakir). Semuanya benar. Dalam Islam, manusia menciptakan tuhan dalam benaknya sendiri. Muhammad adalah model persona Allah.

Interpretasi Maududi akan ayat ini konsisten dengan terjemahan Pickthall dan Ali. Mereka mengklaim Muhammad melihat tuhannya, seperti di dalam Allah. Tapi ini bermasalah, mengingat Aisyah berkata Bukhari: V4B54N457, “Siapapun yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad melihat Tuhannya, melakukan kesalahan besar karena ia hanya melihat Jibril dalam bentuk aslinya membelakangi cakrawala.” Translasi Qur’an sepakat dengan Hadist, menyatakan bahwa Jibril yang dilihat di cakrawala, bahkan bertindak lebih jauh dengan menambahkan nama Jibril dalam terjemahan (Sahih Int. , Mukhsin Khan, dan juga terj. Indonesia). Tapi tentunya tuhan Islam tak mungkin menyatakan bahwa ‘Jibril’ yang hanya malaikat, adalah Pemilik Singgasana/Arsy (ayat 20).

Pilihan yang tersisa buruk semua. Yang paling jelas yakni pernyataan Muhammad sendiri yang mengatakan hal-hal agung ttg dirinya sbg Utusan (ayat 19 dan 20). Dengan demikian tidak mungkin mempromosikan status malaikat, menjadi ‘Tuhan’ di ayat 23 ini, kecuali, tentu saja bila malaikat yang dimaksud adalah si ‘Bintang Fajar’ Iblis, yang ambisi hidupnya adalah menjadi ‘pemilik kekuasaan, pemilik singgasana/arsy, yang maha hebat, yang harus ditaati.’

Mari melangkah lebih jauh Bukhari: V6B60N378, “Masruq bertanya pada Aisyah, ‘Wahai ibu kaum beriman, apakah Muhammad melihat Tuhannya.’ Aisyah berkata, ‘Yang kau katakan membuat bulu kudukku! Ketahuilah bahwa jika seseorang memberitahumu satu dari hal-hal berikut, ia adalah pendusta. Siapapun yang berkata Muhammad melihat Tuhannya, adalah pendusta. Siapapun yang mengatakan bahwa Nabi tahu apa yang akan terjadi besok, adalah pendusta. Dan siapaun yang memberitahumu bahwa ia tersembunyi, adalah pendusta.’ Aisha menambahkan. ‘Nabi melihat Jibril dalam bentuk aslinya dua kali.” So, Muhammad berbohong mengaku nabi. Jika ia hanya melihat Jibril sebanyak dua kali, rasanya 112 surah Qur’an terlalu panjang untuk pertemuan yang hanya dua kali tsb.

Dihadapkan pada kebenaran, Muhammad mati-matian menyangkalnya. Namun, semakin ia menyangkal, semakin nyata tipuannya. Qur’an 81:24, “Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib. Dan Al Quran itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk.” “Neither is he a concealer, withholding knowledge of the unseen. Nor is it (the Qur’an) the Word of an evil spirit accursed, the utterance of a devil, the curses of Satan.”Tuduhan tsb begitu mendekati akurat. Qur’an adalah ‘kata-kata roh jahat yang terkutuk, ucapan setan, kutukan Iblis.

Menurut hadist, Aisha ditanya ttg sifat suaminya. Ia berkata: “Karakter Muhammad adalah Qur’an.” Dengan kata lain, ia adalah tuhan ciptaannya. Dan delusi psikopatik dan visi kemegahan terus berlanjut hingga akhir surah yang pahit: Qur’an 81:26, “maka ke manakah kamu akan pergi? Al Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” “Then where are you going? Verily this (Qur’an) is no less than a reminder to all the Alamin (men and jinn [demons or devils]).”

Umat Islam begitu cepat menyerang setiap kritik thp Islam, dengan mengatakan semua kritik tsb tidak akurat karena hanya berfokus pada ayat-ayat yang membuat agama mereka terlihat buruk. Ada benarnya juga, karena setelah menganalisa seribu ayat sejauh ini, memang semuanya buruk.

Lainnya berkata bahwa orang kafir secara tidak adil mengambil ayat di luar konteks. Jaman sudah berganti, kata mereka. Tuduhan ini seperti pedang bermata dua. Jika Qur’an sudah tak relevan dengan masa kini, mengapa masih mengikuti ajarannya?

Beberapa menyerah membela Islam dan hanya menunjuk jari menuduh lawan mereka sebagai rasis pengumbar kebencian. Setelah membaca surah-surah Qur’an, aku yakin kau paham bahwa untuk setiap tuduhan yang mereka lontarkan, satu jari mengarah ke depan, tiga lainnya kembali pada mereka. Dalam hal ini, umat Islam serupa propagandis komunis. Mereka memproyeksikan cacat cela mereka pada lawan sehingga membuat bingung cukup banyak orang, dan menghalangi efektivitas kritikan. Namun, kebalikan tuduhan merekalah yang benar: Islamlah yang rasis, penuh kebencian, dan tidak toleran. Islam membenci semua yang tidak taat dan patuh.

Oleh sebab itu, diperbolehkan, bahkan layak membenci Islam (tanpa membenci Muslim) seperti halnya membenci Nazi tanpa membenci Jerman. Terbukti, justru orang-orang Jerman sendirilah yang mendapat manfaat terbesar dalam peperangan kita thp doktrin gila Hitler. Semangat dan ketetapan hati kita, keberanian dan pengorbanan kita, itulah yang membebaskan Jerman, sebagaimana suatu hari kelak hal yang serupa dapat membebaskan Muslim dari doktrin tuhan Islam, penghasut perang yang rasis, menindas dan sakit jiwa.

Mari mengkaji beberapa surah lagi. Tentunya akan kita temukan sesuatu yang ‘layak.’ Surah ke-87 berasal dari periode Mekah. Imam Maududi mengatakan, “Nabi diyakinkan: ‘Jangan khawatir: Kami akan memampukanmu mengucapkan firman ini, maka kau tak akan melupakannya.’ Kemudian setelah tenggang waktu, di kesempatan lain, saat surah Hari Kiamat sedang diturunkan, Nabi tanpa sadar mulai mengucapkan kata-kata wahyu. Lantas dikatakan, ‘Wahai Nabi, janganlah gerakkan lidahmu untuk terburu-buru mengingat wahyu ini. Kami yang akan menerangkan maknanya.’” Jika rasanya ada pengulangan, memang demikian. Belum juga kita membahas surah ke-87, tapi sang nabi ternyata berdaya ingat rendah, tak mampu mengingat apa yang sudah ia katakan. Dari satu surah ke surah lain, Muhammad punya kebiasaan yg mengganggu, mengulang-ulang yang dikatakannya. Walau obsesi ‘gerakan lidah’ yang aneh ini berusaha ditutup-tutupi beberapa kali, Qur’an sendiri yang mengungkap bagaimana pertemuan Musa dan Firaun diulang-ulang sebanyak 50 kali. Pasti Muhammad suka sekali dengan wabah penyakit, seperti dikatakan Bukhari: V8B77N616, “Rasulullah berkata, ‘Wabah adalah cara penyiksaan yang Allah kirimkan pada siapa yang ia kehendaki.’”
Mengenai masalah lupa, pertimbangkan yang berikut ini Bukhari V6B61N550, “Nabi berkata, ‘Sesungguhnya suatu hal yang yang buruk bila diantara kalian berkata, ‘Aku telah lupa ayat ini dan itu dalam Qur’an.’ Karena memang aku telah dibuat lupa. Maka kalian harus terus menghafal Qur’an karena ayatnya lebih cepat dilupakan hati manusia dibanding unta yang berlari.”

Kembali ke soal melatih lidah, di surah ke-87, kita temukan Q87:1, “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi, yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.” “Glorify the Name of your Lord, the Most High, Who creates, then proportions, Who has measured; and then guided.” Kau lihat letak kesalahannya? Umat Islam diperintahkan untuk memuliakan nama Tuhannya padahal mereka belum tahu namanya. Mereka tidak menyadari kelalaian ini karena mereka membaca Qur’an dalam urutan pengumpulannya, bukan urutan pewahyuannya. Dengan menata ulang Qur’an secara kronologis, sejumlah besar masalah serius muncul. Allah belum menjadi tuhan hingga menit-menit terakhir permainan.

Ketidaklengkapan juga suatu masalah. Apa yang telah diberikan sang roh kegelapan sangat jauh dari cukup untuk dimengerti. Bukan hanya tak memadai, tapi juga membingungkan. Sungguh aneh, buku petunjuk tuhan Islam tidak mencantumkan Sepuluh Perintah – padahal ia mengklaim telah menulis Taurat. Malah, secara sistematis, utusan si tuhan Islam melanggar Sepuluh Hukum Taurat. Dia menempatkan Allah untuk menggantikan Yahweh. Ia menjadikan sosok patung berhala, Batu Hitam, sebagai tuhan. Ia membungkukkan diri, bersujud pada berhala. Ia menciptakan doktrin palsu. Ia menolak Hari Sabat. Ia mencela ayah dan ibunya dan memutuskan hubungan keluarga. Ia melakukan pembunuhan dan perzinahan tak terhitung banyaknya. Mencuri dan merampok menjadi hasratnya, yang disebutnya harta jarahan. Ia memberi kesaksian palsu dan menjadi salah satu penipu paling jahat dalam sejarah. Didorong hasratnya akan uang, kekuasaan dan seks, ia menciptakan Islam. Muhammad telah melakukan hal-hal yang paling menodai inti ajaran Taurat.

Qur’an 87:4, “dan yang menumbuhkan rumput-rumputan, lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa.” “Who brings forth herbage, then makes it dried up, dust-colored swarthy stubble? We shall make you read so that you will not forget ..” Transisi dalam ayat ini sama dungunya dengan isi perintahnya. Muhammad tidak pernah belajar membaca. Qur’an katakan ia ‘nabi yang buta huruf.” Berikut ada cerita dibalik kemunafikannya. Sang pahlawan ini menginginkan segalanya. Ia menginginkan kehormatan sebagaimana yang diperoleh orang-orang terpelajar. Bagaimanapun Qur’an seharusnya menjadi sebuah buku. Nabi-nabi terdahulu menjadi nabi dengan benar-benar menulis nubuatan mereka. Namun, nabi yang satu ini ingin menyingkirkan keyakinan di kalangan masyarakat saat itu bahwa ia seorang pencontek. Jika ia mengaku tidak bisa membaca, maka kisah-kisah Alkitab Ibrani akan terlihat sebagai mukjizat dan bukan curian. Tapi ada satu masalah: penyimpangan-penyimpangan dalam Qur’an Muhammad begitu mirip dengan Talmud – tradisi lisan Yahudi. (Baca juga: perintah-ayat-kebencian-dalam-talmud-t46857/ –anne)

Qur’an 87:7, “kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.” Demi unta yang berlari! Ini mengagetkan dari perspektif kitab suci. Muhammad mengaku bahwa ia telah lupa ayat-ayat yang ia sendiri klaim telah diwahyukan tuhan. Yang lebih buruk lagi, ia mengusulkan kalau kelupaan itu adalah kesalahan tuhan. Wah.. bagaimana ia bisa menjadi utusan tuhan yang terakhir, pembawa kebenaran di segala jaman, jika ia tidak dapat mengingat apa yang ia katakan dari sehari ke sehari? Kitab suci wahyu ilahi seharusnya perintah yang abadi di segala jaman.

Tapi sekali lagi, ada metode di balik kegilaan tsb. Muhammad menginginkan perkataannya diterima sebagai wahyu tuhan di saat orang-orang sejamannya menyebutnya ocehan seorang maniak yang kerasukan setan. Untuk mendiamkan para pengejek, tentu ia harus mengatasi problem dengan kata-katanya sendiri. Penduduk Mekah mengetahui bahwa Kitab Suci yang sebenarnya abadi, tidak samar-samar; wahyu ilahi tidak berubah dan isinya tidak saling berkontradiksi. Penduduk Mekah tahu kitabnya Muhammad tidak memenuhi kriteria ini. Sebegitu banyak isinya ditujukan khusus untuk menanggapi masalah pribadi Muhammad, di luar itu tak berarti sama sekali. Lebih buruk lagi, isinya berkontradiksi dan penuh kebencian. Lantas Muhammad bersikeras bahwa perubahan dan kontradiksi tsb merupakan bagian dari rencana Allah. Di surah ke-2, dia bahkan menempatkan kesintingan ini di level komedi. Roh gelapnya berkata, “Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?”

Dalam hadist, kita temukan bahwa nabi ini tak bisa dipercaya Bukhari: V7B67N427, “Nabi berkata, ‘Jika aku bersumpah dan dikemudian hari menemukan yang lebih baik, maka aku melakukan yang lebih baik dan menebus sumpahku.” Bukhari: V6B60N8, “Umar berkata, orang yang paling pandai membawakan ayat-ayat Qur’an diantara kami adalah Ubai. Walau demikian, kami meninggalkan beberapa pernyataannya karena Rasulullah sendiri berkata, ‘Ayat apapun yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan lupa, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya.’” Ini salah satu alasan aku menyusun Qur’an secara kronologis. Jika satu ayat menganjurkan perdamaian dan ayat lain berkontradiksi, memerintahkan umat Islam untuk berperang, ayat yang datang belakangan membatalkan ayat yang terlebih dulu – ditempatkan untuk dilupakan. (Sayangnya, surah-surah Qur’an yang paling mengandung kekerasan adalah surah-surah yang terakhir.)

Qur’an 87:8, “dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat.” “And We will make easy for you the easy way. Therefore do remind in case the reminder profits.” Aku tahu ini. Aku hanya senang Muhammad mengakuinya, ‘manfaat/keuntungan bagi si pemberi peringatan.’ Si wannabe prophet mengetahui apa yang dikenal dengan baik oleh setiap tiran: sering-seringlah mengatakan kebohongan dan akan cukup banyak orang yang akan mempercayainya untuk keuntunganmu.

Qur’an 87:10, “orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran.” “He who fears will mind.” Ayat ini menyatakan cara kerja di balik kegilaan tsb. Rasa takut digunakan Islam dengan cara yang sama seperti di semua masyarakat totaliter. Rasa takut membuat orang berpikir-–untuk patuh. Sekarang kau paham mengapa Muhammad berpikir sangat bermanfaat/menguntungkan untuk menakut-nakuti orang-orang sesukunya dengan cerita-cerita tuhan yang penuh kebencian, begitu berhasrat membakar mereka. Kau juga paham mengapa siksaan neraka dideskripsikan dengan sangat jelas.

Sepanjang sejarah, diktator seperti Muhammad menggapai ketenaran dan keberuntungan dengan mengerahkan politik intimidasi dan ketakutan. Walaupun sebagian besar isi Qur’an terasa bodoh, bertele-tele dan fanatik, tidak demikian dengan ‘mutiara’ yang satu ini. Ketakutan sangat penting untuk setiap rejim diktator. Ketakutan yang berada di balik perdamaian ‘Pax Romana’; ketakutan menjadi mekanisme kontrol di balik ‘Inkuisisi.’ Ketakutan jualah yang mendasari kepatuhan buta di setiap negara Islam. Meskipun, permata satu ini bersifat politik, tidak agamis, menakutkan dan tidak inspiratif, setidaknya kita menemukan sesuatu yang ‘layak’—atau setidaknya benar—di dalam Qur’an.

Qur’an 87:12, “(Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).” “Who will be flung in to burn in the great Fire (and be made to taste its burning),” Qur’an 87:13, “Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.” “in which they will then neither die nor live?” [….]

Qur’an 87:14, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.” “He indeed shall be successful who purifies himself, and magnifies the Name of his Lord and prays.” Ayat ini terasa relijius, namun transisi dari melempar manusia ke neraka (ayat 12) sama sekali tidak relijius (bersyukur di atas siksaan orang lain). Selanjutnya, ‘mengingat/membesarkan nama Tuhannya,’ yang didefinisikan sbg ‘Allahu Akbar,’ merupakan ‘Doa Rasa Takut,’ yang dirancang untuk meneror non-Islam. Artinya ‘Allah Maha Besar.’ Yang menarik, penanda identitas Islam ini menghancurkan kredibilitas Islam. Jika kita menyembah Tuhan yang sama, hanya satu Tuhan, dan jika tuhan Islam yang menginspirasi Alkitab, seperti klaim umat Islam, tentulah kesamaan ini menolak gagasan superioritas yang satu di atas yang lain. (Tuhannya jelas beda).

Qur’an 87:18, “Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” “Verily, this is in the Books of the earliest Revelation, in the former scrolls and Scriptures, The Books of Abraham and Moses.” Jika agama yang baru sama dengan yang lama, mengapa tuhan menginginkan dan manusia membutuhkan, suatu agama baru? Jika kitab suci ini sama dengan yang lama, mengapa kita tak menemukan ajaran Muhammad ini di versi orisinilnya? Tuhan seharusnya paham dengan kata-katanya sendiri: tidak pernah ada yang namanya ‘Kitab Abraham.’

Qur’an 88:1, “Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?” “Has the narration reached you of the overwhelming (calamity)?” Luarbiasa. Muhammad mengulang-ulang kisah kesengsaraan yang mengerikan tsb berkali-kali hingga pantas disebut Nabi Bencana Terkutuk (Prophet of Doom).“Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.” “Some faces (all disbelievers, Jews and Christians) that Day, will be humiliated, downcast, scorched by the burning fire, while they are made to drink from a boiling hot spring.” Hasrat Muhammad untuk terus menerus membakar musuh-musuhnya dan memaksa mereka minum air mendidih, mengkonfirmasikan ia telah dianiaya. Sangat mungkin ia dibakar dengan api dan dihukum dengan air mendidih. Perasaan tak dicintai yang tak pernah pupus, membuat si anak korban aniaya menjadi penganiaya dengan mengancam siapapun yang menghalangi jalannya, dengan siksaan serupa yang pernah dialaminya.

Kurangnya bukti sejarah, tulisan atau lainnya, seputar masa kecil Muhammad membuat tuduhan penganiayaan sulit dibuktikan. Yang ada pada kita hanyalah kesaksian dari si korban. Namun itu cukup banyak, konsisten dan meyakinkan. Keinginan Muhammad untuk melihat pengritiknya dihukum, merasakan penderitaan yang sama seperti yang pernah ia alami, cukup memberi penjelasan. Korban mengorbankan, jadi seperti kebiasaan. Penganiayaan melahirkan penganiayaan. Qur’an 88:6, “Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” “They shall have no food but a poisonous plant with bitter thorns, which will neither nourish nor satisfy hunger.” Hal ini jelas menghantuinya. Dan siksaan yang dialaminya juga masih terus menghantui kita hingga saat ini.

Bahkan saat bertransisi ke surga sekalipun, Muhammad tidak dapat menahan diri. Ia harus membalas hinaan orang-orang yang telah mengejeknya secara verbal. Di surga tak ada lagi perkataan yang menyakitinya: Qur’an 88:12, “Banyak muka pada hari itu berseri-seri, merasa senang karena usahanya, dalam surga yang tinggi, tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.” “(Other) faces will be joyful, glad with their endeavour. In a lofty Garden they hear no harmful speech.”

Qur’an 88:12, “Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.” “Therein will be a bubbling spring, raised throne-like couches, drinking cups ready placed, cushions set in rows, and rich silken carpets all spread out.” Di hampir semua doktrin politik, utopia (angan-angan) merefleksikan keinginan si pencetusnya. Semakin jelas penggambaran surga Muhammad, semakin banyak yang kita pelajari ttg ambisinya. Sama seperti penggambarannya akan neraka, setiap patah kata memperjelas sosok sang nabi ini. Sbg tambahan, pertimbangkan yang iniBukhari: V4B55N544, “Rasulullah berkata, ‘Kelompok pertama yang akan memasuki surga akan bercahaya seperti bulan, dan yang mengikutinya akan bercahaya seperti bintang yang paling cemerlang. Mereka tidak akan buang air kecil, tidak buang air besar, tidak meludah atau beringus. Sisir mereka dari emas dan keringat mereka seperti bau musk. Istri-istri mereka adalah bidadari [perawan]. Mereka akan tampak serupa dan tingginya 60 hasta.”

Tanpa jeda irama pembahasan ttg surga tiba-tiba bertransisi ke unta: Qur’an 88:17, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” “Will they not consider the camels, how they are created? And the sky, how it is raised? The mountains, how they are rooted, and the Earth, how it is spread out?” Tak mampu melakukan satupun mukjizat, Muhammad mengklaim hal-hal yang menurutnya aneh sebagai bukti. Qur’an 88:21, “Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka.” “So remind, you are only a reminder. You are not a warden over them; except for those who turn away and disbelieve, in which case, he will be punished with the severest punishment. Verily to Us they will return.” Tuhan Islam berkata bahwa ia sendiri secara pribadi yang akan turun tangan mengazab kita.

Dari setiap surah yang telah kita kaji, semuanya memberatkan. Mari berharap Muhammad akan bisa lebih baik. Aku sendiri ingin membaca sesuatu yang positif dan membangkitkan semangat untuk perubahan. Qur’an 89:1, “Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil, dan malam bila berlalu.” “I swear by the dawn, and the ten nights, and the even and the odd, and the night when it departs.” Bukan awal yang baik. Sudah cukup buruk bersumpah demi malam dan kegelapan, ditambah lagi bersumpah demi genap dan ganjil, mengingatkan akan numerology—sejenis praktek okultisme. Qur’an 89:5, “Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.” Yahh..mudah-mudahan tuhan Islam segera menemukannya sebelum kita puyeng dibuatnya.

Qur’an 89:6, “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad? (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.” “Saw you not how your Lord dealt with Ad, possessors of lofty buildings, the likes of which were not produced in all the land?” Aku sangat yakin kehebatan Roma, keindahan Acropolis, kemegahan Efesus, Kuil di Karnak, pyramid di sepanjang sungai Nil, dan kota-kota Babilonia, akan mengkerdilkan ‘bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.’ Cobalah, agar ada sedikit variasi (ga mikir siksaan melulu) si tuhan Qur’an jalan-jalan mencicip kebenaran sesekali.

Qur’an 89:9, “dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah, dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak), yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri.” [color=#008000]“And Thamud, who hewed out huge rocks in the valley? And with Pharaoh, who had the stakes (to torture men), who terrorized the region and multiplied mischief.”[/color] Kalaulah tuhan Islam sedkit jujur mengenai kaum Tsamud , mengapa para arkeolog tidak menemukan batu-batu besar mereka? Dan mengapa tidak ada bukti Firaun meneror rakyatnya atau sewenang-wenang?

Muhammad kembali ke subjek favoritnya, menyajikan hidangan korban dari beragam metode siksaan. Muhammad sungguh multi cultural. Qur’an 89:12,“lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu, karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab.” “All made mischief so your Lord poured on them the disaster of His torment, a scourge of diverse chastisements.” Kupikir, kita sudah mengerti pesan yang tersirat. Tuhan Islam adalah teroris.

Dikala membaca Qur’an, aku bertanya-tanya, mengapa media begitu protektif, malah mendukung Islam. Halaman demi halaman, isinya amat melukai nilai-nilai yang dijunjung masy. liberal. Bagaimana media mengabaikan kata-kata kebencian yang disemburkan agama ini? Tidak ada pembicaraan mengenai toleransi atau hidup berdampingan secara damai. Surah demi surah berkisar tentang terror, bencana dan hukuman. Sudah tentu liberal menyangkut keragaman, namun bukan keragaman jenis siksaan.

Lagi-lagi mencuri baris dari Zayd, roh kegelapan Islam berkata, Qur’an 89:14, “sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.” “Most surely your Lord is laying in wait, watching.” Tidak mengherankan Komunis dan Islam bisa berdampingan dengan serasi. Ada sosok yang selalu mengawasi. Berani melangkah keluar jalur sedikit saja, kau akan mendapat ‘beragam metode siksaan’

Qur’an 89:15, “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim [Idihh…. siapa ya? Si anak yatim yang mendamba kehormatan?] dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” Kalau saja Muhammad pinteran dikit, dan ingin kita percaya kata-kata ini adalah sabda Tuhan, harusnya tidak setransparan ini dong. Masa kecilnya diperlihatkan sebagaimana ketamakannya. Ia khawatir kerabatnya menghabiskan semua kekayaan yang ia dambakan –arus pemasukan dari The Ka’aba, Inc. – sebelum ia dapat merampasnya.

Qur’an 89:21, “Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”. Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya. dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.” Allah memang nomor satu dalam hal penyiksaan, hukuman, dan pembelengguan. Yah…. setidaknya ia unggul di satu bidang.

Qur’an 89:29, “Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.” Nggak deh, terimakasih.

Ada beberapa kabar baik. Surah-surah Qur’an semakin pendek. Maududi, ulama Qur’an kita berkata, “Di surah ke-90, subjek yang sangat luas dipadatkan ke dalam beberapa kalimat pendek. Sungguh suatu mukjizat Qur’an, suatu ideologi kehidupan lengkap yang harusnya dijelaskan dalam sebuah buku tebal, telah diringkas secara efektif dalam kalimat-kalimat singkat.” Yuk, kita langsung masuk saja. Sudah cukuplah dengan siksaan dan hukuman, sekarang kita dalam pencarian makna kehidupan. Qur’an 90:1, “Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini.” “Nay! I swear by this city. And you shall be made free from obligation in this city.”

Sahih International:
And you, [O Muhammad], are free of restriction in this city –
Muhsin Khan:
And you are free (from sin, to punish the enemies of Islam on the Day of the conquest) in this city (Makkah)
Shakir:
And you shall be made free from obligation in this city—

Rupanya Muhammad terbeban juga dengan berbagai kewajiban. Islam adalah ‘agama’ paling banyak kewajiban, yang pernah dibuat. Antitesis merdeka dari kewajiban. Umat Islam wajib sholat, wajib naik haji, wajib zakat, wajib patuh pada otoritas Muhammad dan Islam. Islam sendiri bermakna kepatuhan, dan kepatuhan berarti umat Islam harus menyerahkan kebebasan mereka. Muhammad dibebaskan dari kewajiban di kota Mekah. Mekah sendiri waktu itu tak lebih dari sekumpulan pondok lumpur, belum lagi jadi ‘kota’ saat Muhammad jadi ‘nabi’ atau Allah jadi ‘tuhan.’

Qur’an 90:3, “dan demi bapak dan anaknya.” “And the mystic ties of parent and child.” Kelihatannya, bukan semakin baik, malah semakin buruk. Menyatakan adanya hubungan erat antar ayah dan anak, padahal Muhammad menghancurkan ikatan kekeluargaan melebihi pemimpin agama apapun dalam sejarah. Ia berkata pada pengikutnya bahwa mereka harus mencintainya melebihi kecintaan pada anak-anak mereka. Ia merobek ikatan keluarga, dengan menyuruh anak membunuh orangtua mereka. Untuk membela diri, terjemahan lain malah membuatnya tampak konyol, “And by the begetter and that which he begot.”

Qur’an 90:4, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” “Verily We have created man in toil and struggle, to be in distress.” Loh, bukankah kita baca di Qur’an 87:8, “dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah.” Mana yang benar? “Dan mengatakan: “Aku telah menghabiskan harta yang banyak”.Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?” Orang kaya memang banyak, diantaranya ada yang membelanjakan harta mereka untuk hal-hal yang mungkin dianggap sementara orang sia-sia, sementara beberapa lainnya cuma menyombongkan diri. Lantas apa masalahnya? Jika surah ini ttg rahasia kehidupan, mukjizat besar Qur’an, mengapa kita buang-buang waktu untuk omong kosong ini?

Karena bos besar sedang mengawasi, Qur’an 90:7, “Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya? Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, Lalu… Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan.” Ini adalah puncak skala kemunafikan. Muhammad punya budak-budak. Ia bahkan memaksa puluhan ribu orang ke dalam perbudakan, agar ia dapat menjual mereka untuk membiayai penaklukan militernya. Qur’an sendiri bahkan bermulut besar ttg perbudakan kaum wanita dan anak-anak Yahudi.

Susunan kata-kata aneh berikut, adalah bukti lebih lanjut nabi Islam menciptakan agama ini untuk mengklaim apa yang ia dambakan: hak atas Ka’aba.Qur’an 90:14, “atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir.”Muhammadlah si anak yatim itu—yatim paling langka—yang mengklaim hubungan kekeluargaan demi sesuatu yang berharga.

Menakjubkan, sesuatu yang setransparan ini belum pernah diekspos. Ini sangat jelas. Muhammad mengungkap isi hatinya dengan begitu jelas: “Keluargaku telah memboroskan kekayaan yang kudambakan. Jalan ke surgaku adalah dengan memuaskan keinginanku, yakni, memberikan padaku, si anak yatim yang punya klaim, segala yang kudambakan.” 40 surah menyiratkan satu tekad, “Aku akan membuat keluargaku membayar atas perbuatan mereka padaku.” Balas dendam yang berujung ke penciptaan agama.

Qur’an 90:17, “Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.” “Be of those who believe and exhort one another to perseverance and pity. Such are the Companions of the Right Hand.” Tidak. Sang nabi Islam selalu membuat perkecualian bagi dirinya sendiri dalam aturan yang ia buat. Dia tidak mengasihani siapapun. Ia menyerang kafilah kerabatnya, menyerang kota mereka. Ia menyerang orang-orang Yahudi, mengusir mereka dari rumah mereka sendiri, menyita harta bendanya, menyiksa mereka, menjual wanita dan anak-anak dalam perbudakan. Ia membunuh begitu banyak orang dalam kemarahan genosida. ‘Kasihan.’

Qur’an 90:19, “Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.” Ini merupakan pengakuan sempurna bagi mukjizat Qur’an yang luarbiasa. Agama Islam yang toleran dan cinta damai baru saja mengatakan non-Islam dipanggang di neraka.

Mari beranjak ke surah berikutnya, diberi nama kehormatan: ‘Matahari.’ Qur’an 91:1, “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya,” Pickthall: “By the sun and his brightness, And the moon when she followeth him,” Lega rasanya, sudah jelas sekarang. Matahari adalah si pria dan bulan yang perempuan mengikutinya (terj. Ind tidak jelas). Simbol paling lazim digunakan dewa-dewa pagan, dipakai untuk mengotentifikasi sosok ilahi Islam. “dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya [nyerah deh, apaan sih ‘nya’?] dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, [‘nya’ yang dimaksud tampaknya melompat-lompat, pertama bumi, kemudian langit, balik ke bumi lagi] dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” “I swear by the day when it shows it, by the Night as it conceals it, drawing a veil over it, by the heaven and Him Who built it, by the earth and Him Who spread it, by Nafs (a person) and Him Who perfected it, and inspired it with what is wrong for it and right for it. Truly he succeeds that purifies it, and he fails that corrupts it.”.. Menurut Qur’an, keberhasilan relijius adalah dengan penyucian ‘itu’ (hanya terj. Ind. yg menambahkan kata ‘jiwa’). Mengapa tuhan Islam tidak bilang saja apa ‘itu’ dan bagaimana cara menyucikan ‘itu’ bila kita menemukan ‘itu.’

Qur’an 91:11, “(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: (“Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya.” Tuhan Islam dan nabinya punya ketertarikan serupa pada unta betina.

Qur’an 91:14, “Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu.” Roh kegelapan Islam jarang berspekulasi diluar text yang dicurinya dari kaum Hanif dan Alkitab. Namun, setiap dilakukan usaha ke arah itu merupakan bencana thp kredibilitas Qur’an. Kaum Thamud harus dilenyapkan karena kejahatan ‘keji’: menolak nabi dan menganiaya unta. Seniman troubadour Islam yang bermasalah ingin agar para pengritiknya tahu bahwa tuhannya siap melenyapkan semua jejak mereka juga. “maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),” “So Allah on account of their crime, obliterated their traces, doomed them, desolated their dwellings, leveling them to the ground, crushing them for their sin.” So, ingatlah, jangan main-main deh sama unta betina!

Qur’an 91:15, “dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.” Terberkatilah kiranya surah ini, karena memungkinkan kita menjenguk pola pikir umat Islam. Si tuhan Islam dan nabinya tak punya hati nurani. Menghancurkan para pengritik mereka merupakan pekerjaan sehari-hari. Peristiwa 9/11 cuma salah satu dari sekian berkas kerja kantor mereka yang perlu dibereskan.

Apa yang berguna bagi seseorang belum tentu berguna bagi orang lain, aku melakukan kelalaian bila tidak berbagi apa yang dikatakan ulama Islam terkemuka kita ttg kemegahan surah ke-92, “Menurut gaya penulisan surah-surah pendek Qur’an, tiga karakteristik moral di satu sisi dan tiga di sisi lainnya disajikan sebagai illustrasi dari sekian banyak kerja keras manusia. Kebenaran dijelaskan dalam kalimat-kalimat singkat, elegan, dan penuh makna yang menggetarkan hati dan mengendap dalam ingatan segera setelah seseorang mendengarnya.”

Pujian yang sungguh luarbiasa. Mari simak bagaimana kalimat-kalimat singkat tersebut menggetarkan hati dan secara elegan menggores dalam ingatan,Qur’an 92:1, “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah” “I swear by the night when it draws a veil, and the day when it shines, and the creating of the male and the female, lo your effort is dispersed toward diverse ends. So he who gives and fears, and accepts the best, We will make smooth for him the path to Bliss.” Sosok ilahi Islam perlu penulis bahasa lisan yang baru, mungkin seseorang yang terpelajar. Ini Cuma seonggok kalimat sampah. Si tuhan Islam menyukai orang-orang yang memberi dan takut (who gives and fears). Tapi, heyy…, kukira si roh yang kebingungan ini masih lebih baik daripada satunya lagi yang hanya tertarik pada penipuan, rasa sakit dan penghukuman.

Sayangnya, Islam dilahirkan untuk mencuri kekayaan. Islam adalah hilangnya kebebasan. Roh kegelapan Islam memfasilitasi jalan menuju kesengsaraan/kesukaran. Qur’an 92:8, “Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” “But he who is a greedy miser and is unconcerned, acting niggardly, considering himself free, rejecting, We will make smooth for him the path to misery.” Qur’an 92:11, “Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.” Ayahku pasti telah menulis surah ini. Ia biasa mengatakan padaku, “Nggak akan pernah ada mobil-mobil Brinks (mobil pengangkut uang/barang berharga) di iring-iringan prosesi pemakaman.”

Qur’an 92:12, “Sesungguhnya kewajiban Kamilah [jamak] memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah [jamak] akhirat dan dunia. Maka, kami(hanya terj. Ind pakai ‘Kami’, Pickthall, Yusuf Ali, dll pakai ‘Aku’ yg berarti tunggal) memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala [Muhammad sebenarnya mau bilang: ‘Aku’ dulu schizophren, tapi ‘Kami’ sudah baikan sekarang]. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka.” Kisah makhluk celaka yang masuk dalam neraka yang menyala-nyala tidak terdengar penuh makna dan elegan bagiku. Qur’an 92:16, “yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.” Karena ‘tuhan mereka’ sukanya hang out di neraka, hati-hati aja deh kepuasan jenis apa yang bakal didapat.

Untuk hiburan, Allah ingi memanjakanmu dengan sebuah surah yang difokuskan pada seorang manusia yang direndahkan. Qur’an 95:1 “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman,” “I swear by the fig and the olive, and by the Mount of Sinai, and by this city made secure.” Bersumpah demi buah Tin/Ara saja sudah terasa konyol, ditambah lagi menempelkan kata ‘aman’ bagi sebuah kota yang membuat Muhammad melarikan diri untuk menyelamatkan hidupnya, sungguh menyedihkan.

Qur’an 95:4, “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?” “We have indeed created man in the best molds. Then do We abase him, reducing him to be the lowest of the low, except such as believe: For they shall have a reward unfailing. What causes you to deny the penalty?” Qur’an 95:8, “Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?” “Is not He the wisest of judges?” Kita telah melihat surah ke-96, mari lanjutkan ke surah ke-97. Qur’an 97:1, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” “We have revealed it in the Night of Predestination.[Pickthall]” Tebak-tebakan Islam: jika kita sudah punya takdir, maka tidak perlu ada bimbingan/tuntunan. Jika tuntunan tidak diperlukan, maka tidak perlu ada nab. Jika nabi tidak diperlukan, tidak ada gunanya penipuan berkedok agama. Tidak ada penipuan, tidak ada keuntungan. Tidak ada keuntungan, tidak ada Muhammad. Tidak ada Muhammad, tidak ada Allah. Tidak ada Allah, tidak ada teroris. Ah…, seandainya…

Bukan aku orang pertama yang merasa terganggu akan kesetiaan dungu Islam pada predestinasi/takdir. Bukhari: V6B60N473, “Sewaktu kami berada di prosesi pemakaman, Rasullullah berkata, ‘Setiap jiwa yang diciptakan memiliki tempat yang sudah tertulis untuknya, apakah di Surga atau di Neraka. Mereka sudah ditakdirkan memiliki nasib bahagia atau sengsara.’ Seorang pria berkata, ‘Rasul! Haruskah kita bergantung pada apa yang tertulis dan berhenti berusaha? Karena siapapun yang ditakdirkan untuk beruntung, akan bergabung dengan keberuntungan dan siapapun yang ditakdirkan untuk sengsara akan pergi ke neraka.”

Qur’an 97:2, “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” “And what will make you comprehend the grand night? The grand night is better than a thousand months. Therein come down the angels and the Ruh (Spirit) by the Lord’s permission, on every errand.” Muhammad dan tuhannya menyanyikan pujian mereka. Malam seribu bulan adalah perayaan momen kegelapan di gua dimana Iblis dan sang nabi menjadi satu. Ini adalah malam kita belajar bahwa kita adalah gumpalan darah; malam saat seorang pria buta huruf diminta membaca. Ah.., namun ini juga malam dimana kita diberitahu bahwa kebenaran ada di suatu tempat di dalam sebuah buku, Alkitab mungkin, karena Tuhan telah mengajar manusia menggunakan kalam/pena agar mereka belajar apa yang mereka tidak ketahui.

Qur’an 97:5, “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” “There is peace until the dawning of the day!” Lihatlah, Islam adalah agama damai-–- sampai terbit fajar. Kemudian semua neraka menyeruak tak terkendali, persis kejadian di New York pk. 8:45am, 11 September 2001. Itulah saat paling menyingkapkan Islam. Itulah sebabnya kita harus mengekspose sebuah doktrin yang mampu mendorong manusia melakukan kegilaan semacam itu.

http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doom_09_Demented_Deity.Islam

Advertisements
This entry was posted in BAB 9 and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Bab 9 Tuhan Yang Sakit Jiwa

  1. polos says:

    Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu). Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku, kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak.” ”You are an exalted character of tremendous morality. Soon you will see, and they will see, which of you is afflicted with madness. Surely the Lord knows best who errs from His way, and who follows the right course. So don’t listen to those who deny, or those who would form compromises with you to get you to relent. Heed not despicable men or contemptible swearers or back-biters, neither obey feeble oath-mongers, or slanderers, going about defaming, hindering good, transgressing beyond bounds, crude, deep in sin, violent and cruel, greedy, and intrusive, ignoble, and besides all that, mean and infamous because they possesses wealth and numerous sons.

    Kalo ini kalimat di atas jahat, isi webblog ini super jahat donk. kalo dipikir justru benarlah kalimat di atas ini….

  2. oon says:

    Lucu banget sung,..

    😀
    Apa ruginya agama islam bagi Kamu Haaaahhhhhh,..??!!!!!

    Munkin anda terlalu syirik Atau bahkan iri kepada Islam sehingga anda Menulis kalimat tsb,..!!

    Atau bahkan munkin anda tak ada pekerjaan shg Anda ngumpulin ayat” al-Qur’an yang anda sendiri belum Thu persis Maknanya,..??

    Dan GOOOOOOOD JOB,…!!

    Wkwkwkwkwkwkwkwkwk

  3. toons says:

    Kalau anda tidak paham jangan asal dechhhh !!!
    Bahasa Al Qur’an itu adalah bahasa tingkat tinggi, tidak sembarang orang bisa mengartikan dan memahami makna dari isi Al Qur’an karena Bahasa Al Qur’an adalah bahasa Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s