Bab 11 Kesepakatan Iblis

Image

“Iblis menempatkan wahyu palsu di lidah Rasul Allah’”

Gerombolan yang mengendap-endap pergi dari Mekah dalam kegelapan malam, termasuk anak perempuan Muhammad, Ruqayyah. Tokoh ternama lain dari gerombolan tsb, diberi nama para budak berhala Kabah: budak Ar-Rahman, budak si dewa matahari Manaf, budak Allah, dan budak anak perempuan Allah, Al-Uzza. 

Muhammad kalah tapi belum juga beranjak dari Mekah: Tabari VI:101, “Rasullullah tetap di Mekah, berdakwah secara terbuka dan rahasia, dilindungi pamannya Abu Talib.” Inilah kehebatan Islam: nabi yg berdakwah diam2 dilindungi seorang penyembah berhala berusia 70 tahun. “Ketika kaum Quraysh tahu bahwa mereka tidak dapat menyerangnya secara fisik [entah pria tua itu yang tangguh ataukah penduduk Mekkah yang impoten] mereka kemudian menuduhnya penyihir, peramal, gila, dan seorang penyair. Mereka mulai menjauhkan orang-orang darinya, khawatir mereka mendengar dan mengikutinya.”

Aku telah menyaring dan membuat daftar tuduhan-tuduhan penduduk Mekah terhadap Muhammad beserta klaimnya dari ratusan tuduhan yang tersebar dalam Qur’an. Untuk kenyamanan membaca anda, inilah daftarnya: “Ia seorang pembohong dan tukang sulap … dirasuki setan … penyair penjiplak gila … orang gila, penipu yang gagal, orang tolol, munafik, dan licik …tukang sihir penipu, yang mengubah banyak dewa menjadi satu tuhan.” Mereka melihat“motif tersembunyi di balik Qur’an … Cuma sesuatu yang dibuat-buat.” “Mereka menertawakan Qur’an” “Allah tidak menurunkan apapun. Kau hanya berbohong.” “Ini hanyalah sihir murni.” “Kaum kafir berkata, ‘Qur’an hanyalah cerita/pengetahuan dari orang-orang masa lampau.” “Ini adalah dongeng-dongeng lama yang diceritakan kembali.” “Nabi macam apa ini? Mengapa tidak ada malaikat yang dikirm padanya?” “Ini hanyalah khayalan membingungkan. Ia telah membuatnya. Biarkan ia mengadakan mukjizat seperti nabi-nabi masa lampau.” “ Mereka berkata ttg Nabi, ‘Ia telah membuat-buat Qur’an.’” “Kami dapatkan ia penuh dengan kebodohan dan kebohongan.”

Dan bukannya menenangkan keadaan, Muhammad malah balas mengejek para penuduhnya, “Beberapa diantara mereka bicara buruk tentang Nabi. Bagi mereka yang menghina Rasul Allah ada siksaan pedih. Siapapun yang menentang Allah dan RasulNya akan diam di neraka selamanya.” Dalam duetnya dengan Allah, Muhammad membalas berteriak: para pengritikku adalah: “orang-orang tercela, para penyumpah keji, pendengki, penghasut bodoh.” Sementara tuhannya Qur’an berkata bahwa ciptaannya adalah: “para penghasut jahat, kayu bakar, kera, penggigit kuku, keledai, babi, dan tukang plintir kata.” Ini baru perang kata. Perang fisik menyusul kemudian.

Para apologis Islam bersikeras bahwa kegiatan menghasut perang oleh nabi mereka di Medinah adalah akibat ejekan orang-orang Mekah. Namun, menurut Hadis, Muhammad-lah yang mengejek mereka terlebih dulu. \:D/ Reaksi penduduk Mekah masuk akal dan dapat dipahami. Mereka masih juga mencoba berdamai lewat diplomasi.

Di Mekah, pertentangan Islam vs kaum pagan jarang melebihi sekedar perang kata di Mekah. Ishaq:130/Tabari VI:101, “Hal paling jijik yang dilakukan kaum Quraysh pada Rasullullah, adalah saat para pemuka mereka berkumpul di Hijr.” [tempat berdiri di mesjid Ka’aba] “Mereka membahas ttg Muhammad, katanya, ‘Kita tidak pernah mengalami kesulitan seperti yang kita alami dari orang ini. Ia telah mencemooh nilai-nilai tradisional kita, mengatakan cara hidup kita bodoh, melecehkan dan menghina leluhur kita, mencerca agama kita, menyebabkan perpecahan diantara kita, membagi komunitas kita, dan mengutuk tuhan-tuhan kita.’”

Allah adalah berhala mereka yang paling dihormati. Dengan mengatakan bahwa Muhammad telah menghinanya merupakan suatu dakwaan parah terhadap sang nabi. Dimanapun didunia kuno saat itu, menghina dewa/tuhan orang akan membawa hukuman parah. Tapi Muhammad sampai tahap ini baru hanya diberi peringatan melulu. Lagipula tidak mungkin Muhammad mencerca agama mereka dengan separah itu, karena ia sendiri mengadopsi setiap aspek penipuan agama Qusayy ke dalam Islam. Sebab itu, masalah sebenarnya ada pada hal lain! Nabi ini telah mengakibatkan gangguan sosial. Ia menghancurkan nilai-nilai tradisional mereka, menyebabkan perpecahan di masyarakat, serta menyerang nilai2 mereka, baik yang hidup maupun yang mati.

“’Kami sudah banyak menderita karenanya.’ Sewaktu mereka mengatakan ini, Rasul melintas dan mencium Batu Hitam. Kemudian ia melakukan ritual mengelilingi Ka’aba. Selagi ia melakukan ini, mereka mengatakan beberapa hal menyakitkan tentangnya. Aku dapat melihat dari wajah Rasul bahwa ia telah mendengar mereka. Saat ia melintas kedua kalinya, mereka membuat pernyataan serupa. Saat ia melintasi mereka ketiga kali, Nabi berhenti dan berkata, ‘Dengarkan aku, wahai Quraysh. Demi Dia yang memegang hidup Muhammad ditangannya, Aku akan memberikanmu pembantaian.’”

[…]

Bayangin! PEMBANTAIAN! Baru dibilang pembohong aja kok dibalas dgn PEMBANTAIAN! Overacting amat sih? :axe: Penduduk Mekah sampai kaget dan tertegun mendengar tanggapan Muhammad ini. Mereka berada di hadapan seorang dukun yang iri dan tamak, dan mereka menyadarinya. Sayangnya, mereka tidak merespon secara cerdas. Mereka enggan mengutuk ‘agama’nya Muhammad, seberapa korup-pun ‘agama’ tsb. Mereka menggantung harapan hampa bahwa seorang tiran dapat dibujuk. Akibatnya, penduduk Mekah kehilangan segalanya karena mengakomodasi kejahatan yang dibesarkan di tengah-tengah mereka.

Tabari VI:102, “Mereka begitu kaget oleh apa yang dikatakannya. Kata-kata tersebut memukul orang-orang sehingga tak seorangpun dapat bergerak .Seakan-akan di kepala setiap orang bertengger seekor burung. Bahkan orang-orang yang tadinya mendesakkan sikap keras terhadapnya, sekarang bicara dengan cara damai, menggunakan kata-kata tersopan yang mereka bisa. Mereka berkata, ‘Pergilah, Abu al-Qasim [nama sebenarnya Muhammad]; karena demi Allah, kau tidak pernah melakukan kekerasan.’” Setidaknya sebelum ia kerasukan setan dan kena racun Islam.

[…]

Tabari VI:102, “Nabi pergi, dan hari berikutnya mereka berkumpul di Hijr, dan aku [Abdallah] juga hadir lagi. ‘Kalian membicarakan ketidaknyamanan yang kalian alami dan berbagai hal yang telah dilakukan Muhammad, tapi ketika ia mengatakan sesuatu yang tak menyenangkan, kalian menarik diri darinya.’”Yahh…benar..dan akibatnya habislah merpati-merpati dimangsa si elang. Ishaq 131/Bukhari: V5B57N27, “Kemudian kulihat Uqba mendatangi Nabi ketika ia sedang solat. Ia mencengkram jubahnya. Abu Bakr datang sambil menangis dan menarik Uqba. Ia berkata, ‘Akankah kau membunuh seseorang hanya karena ia berkata: ‘Allah adalah Tuhanku?’ Kemudian mereka meninggalkannya. Itulah hal terburuk yang pernah dilakukan Quraysh padanya.” [Tuh khan, hadis sendiri bilang: Muhammad menjanjikan sukunya dgn pembantaian dan pembalasan yg paling parah yg dilakukan Quraysh terhdp Muhammad adalah mencengkram jubahnya. Itu doang! Jangan overakting dong, Mad! Sampai menjanjikan PEMBANTAIAN!]

HAMZAH (Muslim) hajar ABU JAHL (pagan)

Tabari VI:103/Ishaq:131, “Hamzah bin Abdul Muttalib datang dengan busur di pundaknya. Ia seorang pemburu hebat dan sering berburu dengan busur dan anak panahnya. Ketika ia kembali dari perburuan, ia tidak langsung pulang ke rumahnya sebelum ia selesai mengelilingi Ka’aba. Ia pria terkuat Quraysh. Seorang wanita bangkit dan berkata, ‘Kalau saja kau melihat apa yang dialami ponakanmu Muhammad baru-baru ini sebelum kau datang. Abu Jahl berbicara padanya dengan kasar.’”

“Hamzah terbawa amarah, karena itu adalah kehendak Allah memberinya kehormatan dengan cara ini [Dalam Islam, kemarahan adalah suatu kehormatan]. Ia pergi dengan cepat, tak berhenti untuk bicara dengan siapapun. Bukannya mengelilingi Ka’aba, ia malah bersiap menyerang Abu Jahl. Sewaktu ia masuk ke mesjid, [Ini mengingatkan kita bahwa Ka’aba adalah mesjid kaum pagan, atau tempat bersujud, sebelum menjadi pusat ibadah Islam. Selain itu, ibadah bersujud dalam Islam, sudah ada sebelum Qur’an] ia melihatnya duduk diantara orang-orang. Hamza mengangkat busurnya dan memukul kepala Abu Jahl hingga terluka parah. Ia berkata, ‘Kalian berani menghinanya selagi aku menjadi pengikut agamanya? Pukul aku jika kalian bisa.’” Sebelum Islam, Hamza berburu untuk makan, setelah Islam ia berburu manusia untuk tuhannya. Walau ia hanyalah teroris tunggal dengan busur, ia merintis pola yang dikemudian hari mengguncang dunia.

Perubahan tersebut tidak luput dari perhatian. Tabari VI:103/Ishaq:132, “Islamnya Hamza sudah sempurna. Ia mengikuti setiap perintah Nabi. Kaum Quraysh paham, dengan masuknya Hamza ke Islam Muhammad menjadi kuat. Hamza akan melindunginya.” Kekerasan membuat sempurna Islam seorang pria, dan seorang pria menjadikan seorang nabi kuat.

Ingat bahwa Muslim menganggap Hamzah sebagai tokoh yg patut dicontoh dlm Islam atau : the LION of ALLAH (Singa Allah) ! PANTAAAAZZZ kelakuan agresip menjadi trademark Muslim! Baca sendiri di http://www.onislam.net/english/reading- … 22414.html

Image

Image
Muhammad menghancurkan dewa2 Kabah> Ilustrasi ini nanti bisa dimasukkan ke artikel ybs. Mumpung ane menemukannya di situs apologis http://www.heritage-history.com/www/her … ory=meccah

Ishaq: 141/Tabari VI:104, “Yang pertama kali melafalkan Qur’an dengan suara keras di Mekah setelah rasul adalah Abdallah bin Mas’ud. Suatu hari, para sahabat Nabi berkumpul bersama [semua ada lima] dan berkata, ‘Kaum Quraysh tidak pernah mendengar Qur’an dilafalkan dengan suara keras pada mereka. Siapa yang akan membuat mereka mendengarkannya?” Ini suatu pengakuan mengejutkan. Muhammad berumur 50 tahun dan sudah 10 tahun dalam misinya. Mekah adalah suatu perkampungan kecil yang mengelilingi sebuah kuil kecil. 80 dari 114, atau 70% surah Qur’an telah diturunkan, namun,‘kaum Quraysh tidak pernah mendengar Qur’an ini dilantunkan dengan suara keras pada mereka.’ :rolleyes: Lantas … apa sebenarnya sumber pertikaian antara Muhammad dan para kritikusnya? Jika bukan kata-kata ‘tuhan’ yang didakwahkan Muhammad, jadi apa sebenarnya yang dia katakan yang begitu menjengkelkan kaum Quraysh?

“Abdallah bin Mas’ud berkata, ‘Aku mau.’ Mereka berkata, ‘Kami takut apa yang akan mereka lakukan padamu. Yang kami perlukan adalah seorang pria yang punya kerabat yang akan melindunginya jika mereka hendak menyakitinya.’ Ia [dengan bodohnya] menjawab, ‘Biar aku melakukannya. Allah akan melindungiku.” Tapi sayangnya, sosok Allah ini tidak pernah berurusan dengan yang namanya mukjizat.

Tabari tidak menunjukkan surah mana yang dipilih Mas’ud untuk dibaca. Tapi Ishaq ya. Aku tercengang mempelajari kalau yang dipilih itu Surah 55, ‘Ar-Rahman.’ Hadist mengklaim perlindungan Allah saat Mas’ud melantunkan puji-pujian kepada (dewa) Ar-Rahman (bukan (dewa) Allah). Tidak heran penduduk Mekah sangat gusar. Muhammad memang memuliakan Rumah Allah, Ka’abah mereka, tapi menyatakan kuil itu milik dewa bulan saingan. Wahhh .. ini nih biang kerok keributan!! Bayangkan kalau Hindu menyembah Kabah dan mengatakan pd peziarah Muslim di Mekah bahwa Kabah ini rumahnya Dewa Siwa!! Dijamin Muslim pada ngambekkkk!! :finga:

Ishaq 141, “Hari berikutnya Mas’ud pergi ke Ka’abah di pagi hari saat kaum Quraysh berkumpul dalam kelompok-kelompok. Ia menghadap mereka seraya melafalkan Qur’an 55:1, ‘(Tuhan) Ar-Rahman, telah mengajarkan al Quran. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan [Menurut tuhan Islam, matahari yang bergerak, bukan bumi] . Dan [Ar-Rahman menciptakan] tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.” Catatan: kata Tuhan dalam tanda kurung ditambahkan versi bhs Indonesia.

Mas’ud dengan bangga menyatakan: Qur’an 55:14, “Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan Dia menciptakan jin dari nyala api. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Qur’an 55:19, “Dia membiarkan dua lautan [bukan tujuh] mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing [salah lagi]. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?.” Berapa banyak lagi kebohongan yang harus diucapkan roh kegelapan Islam, sebelum umat Islam mendustainya. [..]

Kutipan ayat Mekah berubah menjadi kejam dengan kata-kata berikut, Qur’an 55:35, “Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Ar-Rahman membuat jin dari bahan yang sama yang digunakannya untuk menyiksa manusia. Ini berarti roh kegelapan Islam bermaksud mengirim setan-setannya untuk menyiksa kita. Dan, jangan lupa, roh ini menyatakan siksaan adalah ‘nikmat Tuhan.’ :finga:

Mas’ud terus melafalkan surah Ar-Rahman kepada penduduk Mekah: Qur’an 55:41, “Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. Mereka berkeliling diantaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Selain Iblis, dapatkah kau bayangkan roh lain yang mengatakan siksaan panas api neraka dan air mendidih sebagai suatu kenikmatan?

Setelah membuat muak kaum Quraysh dengan siksaan satanis, Mas’ud menyodorkan kemerosotan moral pada mereka, Qur’an 55:46, “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. Didalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. Didalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. Mereka bertelekan diatas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari [perawan-perawan] yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)” Ar-Rahman memberi label ‘baik’ pada kemerosotan moral, dan hidup dalam ketakutan adalah jalan ke surga.

Qur’an 55:62, “Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi. Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar. Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari [perawan-perawan] yang baik-baik lagi cantik-cantik. (Bidadari-bidadari) [Houri] yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Kepingin saya melihat reaksi wajah penduduk Mekah saat mendengar Mas’ud melantunkan ayat-ayat setan ini.

Ishaq:141/Tabari VI:104,“Penduduk Mekah memperhatikan Mas’ud, ‘Apa yang dibicarakan anak laki-laki perempuan budak ini?’ Kemudian mereka berkata, ‘Ia mengucapkan beberapa yang Muhammad telah doakan.’ Mereka bangkit dan mulai memukuli wajahnya [keterlaluan, padahal Allah melindungi.] Ia terus melantunkan sebanyak yang Allah kehendaki dilakukannya, dan kemudian kembali ke para sahabatnya dengan tanda-tanda pukulan di wajahnya. Mereka berkata, ‘Ini yang kami khawatirkan akan terjadi padamu,’ namun dia menjawab, ‘Musuh-musuh Tuhan [Ar-Rahman?] tidak pernah lebih hina dimataku dibanding saat ini. Jika kalian kehendaki, aku akan melakukan hal serupa pada mereka besok.’ Mereka menjawab, ‘Tidak, kau sudah cukup melakukannya.’” Inilah sebab akibat dalam Islam. Islam menyebabkan umatnya membenci orang lain selain umat Islam. Kondisi yang bertahan hingga saat ini.

Sirat memperlihatkan pertemuan lain yang juga memberatkan. Muhammad takut melafalkan ayat-ayat Qur’an secara terbuka, lantas, suatu malam, penduduk Mekah mencuri dengar diluar pondok lumpurnya. Ishaq:143, “Ketika mereka mendengar Qur’an, mereka berkata mengejek, ‘Hati kita tertutup, kita tidak mengerti apa yang ia katakan. Ada beban dalam pendengaran kita.’ Kemudian Allah mewahyukan, ‘Dan ketika engkau melafalkan Quran, kami letakkan diantara engkau dan orang kafir tabir tersembunyi.’ Dalam pembicaraan rahasia para pengejek berkata, ‘Mereka mengikuti seorang pria dalam pengaruh sihir.’”

Segmen Ishaq berikut ini dihilangkan oleh Tabari. Aku hanya dapat berasumsi bahwa sejarawan tersebut tidak dapat menemukan tradisi pendukung atau ia telah cukup memperoleh hadist-hadist bertentangan yang mempertanyakan kebenaran hadist ini: Ishaq: 143, “Kaum Quraysh menunjukkan permusuhan mereka pada para pengikut Rasul. Setiap klan yang ada pengikut Islam-nya, menyerang mereka, memenjarakan mereka, memukul mereka, tidak memberi mereka makanan atau minuman, dan memanggang mereka di bawah terik panas Mekah, agar mereka keluar dari agama mereka. Beberapa menyerah di bawah tekanan penganiayaan, dan lainnya bertahan.” Mengingat ancaman Muhammad untuk membantai kaum Quraysh, mungkin mereka dapat dibenarkan. Terlebih, doktrin yang dibawa Muhammad bersifat merusak. Mengubah orang-orang baik menjadi para pembunuh.

Ishaq hanya mampu memberikan satu contoh penganiayaan. Ishaq:144, “Sebuah batu diletakkan diatas dada seorang budak. Ketika Abu Bakr mengeluh, mereka berkata, ‘Engkaulah yang telah merusaknya, jadi selamatkanlah ia dari keadaannya.’ ‘Aku akan melakukannya.’ Kata Abu Bakr. ‘Aku punya seorang budak kulit hitam, lebih tangguh dan kuat dari Bilal, ia tak bertuhan. Aku akan menukarnya.’ Pertukaran dilakukan.” Ini sesuatu yang salah. Memperdagangkan budak bukan hal yang relijius dan menjuluki seorang kulit hitam sebagai ‘orang tak bertuhan’ adalah rasis.

Tabari VI:103, “Umar bin al-Khattab [Kalif yang memerintah sepanjang penaklukan-penaklukan berdarah Islam] adalah pejuang yang gigih dan perkasa. Ia masuk Islam, sebagaimana Hamzah yang sebelum (Umar) sudah masuk Islam. Para Sahabat Rasul mulai merasa kuat.” Ishaq:155, “Umar menjadi seorang Muslim, ia seorang pria yang kuat, keras kepala, yang murid2nya tidak ada yang berani menyerang. Para sahabat nabi merasa begitu terlindung oleh dia dan Hamzah, sehingga mereka mulai bersikap berani terhadap Quraysh. ‘Kami tidak dapat berdoa di Ka’abah sampai Umar masuk Islam, dan kemudian ia melawan Quraysh sehingga kami bisa berdoa disana.’” Masuknya pejuang tersebut ke dalam Islam memungkinkan nabi mengubah kiblatnya, dari iman ke kekuasaan, dari agama ke politik, dari sekedar perang kata ke benturan senjata. Sementara hasil perpaduan pedang Umar dan misi Muhammad tak bisa disangkal, satu pertanyaan tersisa. Mengapa ia (Umar) bergabung dengan kekuatan yang baru tumbuh?

Apakah Muhammad memikat Umar ke dalam Islam dengan janji pesta kemabukan seks ? ”Di dalam surga-surga yang penuh nikmat. Diatas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan.”

Ataukah Muhammad menteror Umar dengan penggambaran neraka, sehingga Umar tunduk: “Aku akan memasukkannya kedalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam jahannam. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pambalasan yang setimpal. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.”

Atau mungkin ia tergoda dengan harta jarahan, bagian dalam Rencana Nabi yang Menguntungkan Khadija? “Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. Muhammad mengklaim bahwa Allah mengutusnya sebagai rasulNya dengan agama ini agar harta Chusroes dan Caesar akan diberikan padanya lewat penaklukan. Aku ingin mereka mengucapkan satu kalimat. Jika mereka mengatakannya, Arab akan tunduk pada mereka dan non-Arab akan membayar pajak jizya dalam keadaan takluk.” Penggunaan harta rampasan perang adalah halal dan baik. Ketahuilah bahwa seperlima dari harta rampasan adalah milik Allah dan RasulNya. Jika mereka tanyakan padamu manfaat yang diperoleh dari rampasan perang, katakan pada mereka, ‘Manfaatnya milik Allah dan RasulNya [dan akan dibagi dengan Umar]’” Aku tak tahu apakah Umar berada di neraka dengan Allah sedang menyiksa para kafir, ataukah sedang bersantai di rumah bordil surga Islam. Namun yang kutahu, Islam membuat raja pejuang Islam sangat, sangat kaya!

Ishaq menjelaskan mengenai ke-mualaf-an Umar, [i]Ishaq:156, “Umar berkata, ‘Aku langsung mencari Muhammad, rasul yang telah memecah kaum Quraysh dan memperolokkan tradisi kami, untuk membunuhnya.’ “Saudara perempuanmu, Fatima, telah masuk Islam, sebaiknya kau berurusan dengannya dulu.’ Umar mendengarnya (Fatima) sedang melafalkan Khabbab [ANEHNYA, tidak ada surah dengan nama ini, dan teksnya juga tidak ada acuannya] saat ia mendekati rumah. Ia berkata, ‘Omong kosong apa ini.’ ‘Kau tidak mendengar apapun’ bohong Fatima. ‘Demi Allah. Aku mendengar.’ Kata Umar sambilmemukul wajah adiknya dan melukainya. Saat ia melihat darah adiknya, ia menyesal dan meminta Fatima memperdengarkan yang ia lafalkan. ‘Kau kotor dalam kemusyrikanmu dan hanya orang yang bersih dapat mendengarnya.’” Ia mencuci tangannya dari kekerasan yang telah dilakukannya dan adiknya melantunkan sekelumit kutipan ayat. Orang yang kasar ini berkata: “Betapa baik dan mulianya kata-kata ini. Bawalah aku kepada Muhammad agar aku dapat masuk Islam.”

:stun:

Meninggalkan Sirat dan kembali ke Sunnah, kita temukan: Tabari VI:106, “Wahyu Allah turun secara terus menerus pada Nabi, memerintahkan dan mengancam orang-orang yang memperlihatkan permusuhan secara terbuka padanya, serta membelanya terhadap orang-orang yang menentang dia.”Dan demikianlah yang terjadi. Membaca ke-90 surah Mekah seperti mendengarkan sebuah argumen sepanjang satu dekade. Mereka berkata, “Engkau seorang pembohong, plagiat, penipu, dan tukang sihir. Sudah pasti ada motif di balik semua kegilaan ini.” Ia berkata, “Aku bukan orang gila yang berbohong atau tukang sihir yang dirasuki setan. Dan karena engkau telah memperolok-ku, aku akan membawakanmu pembantaian.”
:stun:

Melalui gabungan kejadian itu, kita dapat melewati sisa ayat-ayat Mekah lainnya dan beranjak masuk ke jalan cerita.

Di titik ini, Ibn Ishaq mengungkapkan suatu godaan mengejutkan -– yang diberi judul “Kesepakatan Quraysh.” Ishaq:132-3, “Utba, sang ketua, berkata saat duduk dalam musyawarah kaum Quraysh, “Mengapa aku tidak pergi ke Muhammad dan mengajukan beberapa penawaran padanya? Bila ia menerima, kita akan memberi apa saja yang ia inginkan, dan ia akan membiarkan kita hidup tenang.’ Mereka berpikir bahwa itu adalah ide yang bagus, karena bila mereka mencoba bernegosiasi dengannya mereka tidak akan disalahkan lagi atas tindakan-tindakannya. Lantas Utba pergi kepada Nabi yang sedang duduk sendirian di mesjid, dan berkata, ‘Wahai ponakanku, kau adalah salah satu dari antara kami, namun kau telah datang membawa sesuatu yang memecah masyarakat. Kau mengejek kebiasaan kami. Kau menghina tuhan-tuhan dan agama kami. Kau bahkan menyatakan para leluhur kami kafir. Mari dengarkan saya dan saya akan mengajukan beberapa penawaran, dan semoga kau mau menerima salah satunya.’ Nabi setuju. Utba berkata, ‘Bila yang kau inginkan uang, kami akan mengumpulkan bagimu beberapa kekayaan kami sehingga kau dapat menjadi orang terkaya di kota. Jika kau menghendaki kehormatan, kami akan menjadikanmu pemimpin sehingga tidak ada yang dapat memutuskan sesuatu selain engkau. Jika kau menghendaki kedaulatan, kami akan menjadikanmu raja. Dan jika roh setan yang merasukimu dari jenis yang tidak dapat kau singkirkan, kami akan mencarikan tabib untukmu dan menuntaskan maksud kami menyembuhkanmu. Karena seringkali roh setan merasuki seseorang, namun ia dapat membebaskan diri.’ Rasul mendengarkan dengan sabar.” Wow, Sirat memberatkan. \:D/

Sementara Muhamad ragu-ragu, penduduk Mekah meneruskan serangan -–yang mendatangkan kemarahan mereka. Mereka menuntut: Ishaq:134,“Muhammad, jika kau tidak menerima penawaran kami, maka mintalah tuhanmu untuk memberi kami tanah dan air yang kita kekurangan, karena kita tertutup oleh pegunungan2 ini, kita tak punya sungai, dan tak seorangpun menjalani hidup lebih keras dari kita.” Dengan ini mereka menghancurkan justifikasi kenabian Muhammad untuk menyampaikan agama Islam. Penduduk Mekah ternyata tidaklah se-keras yang diklaim umat Islam. “Jika kau mengatakan kebenaran, bangkitkanlah Qusayy, karena bagi kami ialah sheik yang sejati, sehingga kami dapat bertanya padanya apakah yang kau katakan itu akurat.” Kaum Quraysh secara tepat mengidentifikasi Qusayy sbg Bapak Islam yang sebenarnya, pendiri Ka’abah Inc., serta pria yang menemukan penipuan agama yang didambakan Muhammad. “Jika kau melakukan ini, kami akan percaya padamu dan yakin bahwa Tuhan telah mengirimmu sebagai utusan sebagaimana yang engkau klaim.”

Muhammad tidak melakukan apapun, maka …..”Baiklah, setidaknya mintalah pada tuhanmu untuk mengirim malaikat untuk mengkonfirmasi gambaranmu akan surga dan memberimu rumah serta emas yang jelas kau dambakan. Jika tidak, kirimkanlah pada kami Hari Bencana, ancamanmu pada kami, karena kami tidak percaya padamu sampai kau melakukan suatu mukjizat.” Penduduk Mekah tahu bahwa seorang nabi tanpa nubuat dan mukjizat bukanlah nabi asli. Terlebih lagi, mereka tahu bahwa tuhan Muhammad tak berdaya. “Mengapa tuhanmu tidak menolongmu? Tidakkah ia tahu bahwa kami akan mengajukan padamu kesempatan-kesempatan ini agar kau bisa membuktikan diri? Dengar, Muhammad, kami tahu kebenarannya. Kami dengar bahwa kau diajari oleh seseorang di Yaman yg dipanggil al-Rahman. Demi Allah, kami tidak pernah percaya Ar-Rahman.’” Penduduk Mekah bahkan tahu sumber wahyu Quran, seorang Hanif yang dinamai seperti nama tuhan mereka. “’Baiklah kalau begitu, nurani kita sudah jelas.’ Saat mereka mengatakan ini, Nabi bangkit dan pergi.” Kaum Quraysh melihat kebenaran melalui tindakan kenabian Muhammad. Mereka mengeksposnya, menelanjanginya, persis seperti yang kita lakukan saat ini.

Saat kau membaca kata-kata ini, ingatlah bahwa Hadis2 dlm Sirat bukan hanya dianggap kitab yang diinspirasikan ilahi, mereka juga mewakili tulisan-tulisan Islam paling penting. Sira merupakan kronologi satu-satunya kata-kata dan perbuatan Muhammad yang ditulis dalam tiga abad setelah kematiannya. Ishaq 135, “’Muhammad, orang-orangmu telah mengajukan beberapa usul….Mereka meminta padamu hal-hal yang membuat mereka dapat mengetahui posisimu dengan Tuhan adalah seperti yang kau katakan, sehingga mereka dapat percaya dan mengikutimu, namun kau tidak melakukan apapun. Mereka bahkan memintamu untuk mempercepat hukuman yang kau katakan untuk menakuti mereka, tapi kau tak dapat melakukannya.’ Nabi pergi ke Khadijah, sedih dan berduka.” Ishaq mengatakan pada kita bahwa Quraysh meningkatkan serangan verbal mereka, dengan menjuluki Muhammad seorang ‘tukang sihir yg suka meludah dan meniup,’ seorang penyair gila—berdakwah dalam irama,’ dan ‘kerasukan setan—berbisik meracau.’ Mereka berkata bahwa Qurannya merupakan jiplakan ‘dongeng-dongeng kuno.’ Namun dari setiap perkataan baru yang diulang-ulang (penduduk Mekah), roh ini jadi memiliki ayat-ayat Quran yang sudah jadi—meningkatkan perang kata sesungguhnya.

Salah satu aspek teraneh dari cerita ini melibatkan beberapa Rabbi Yahudi dari Yathrib. Quraysh mengirim utusan untuk menguji klaim Muhammad kalau ia adalah nabi terakhir dari Alkitab, kita diberitahu bahwa para Rabbi menentukan isi tantangan tsb. Ishaq 136, “Tanyakan padanya mengenai Pengelana Agung yang mencapai batas Timur dan Barat. Tanyakan padanya apa roh itu. Dan tanyakan padanya apa yang terjadi pada orang-orang yang menghilang di jaman dahulu kala. Jika ia tidak tahu, ia seorang penjahat, pemalsu, maka perlakukan dia sesuai kehendakmu.”

Bukan Yahudi yang mengajukan pertanyaan tersebut, melainkan penduduk Mekah. “Lalu Muhammad berkata pada para utusan, ‘Aku akan memberikan jawabannya besok.’ Tapi Rasul menunggu selama lima belas hari tanpa ada wahyu dari Allah mengenai masalah tersebut, malaikat Jibril juga tidak datang padanya, maka orang-orang Mekah mulai menyebarkan desas desus jahat.” Faktanya, penduduk Mekah telah melibatkan Hanif Yaman (dengan demikian Tuhan), dan jagoan kita tidak dapat bertanya pada Yahudi Yathrib (dengan demikian Jibril) karena ia pikir mereka yang telah menyusun tantangan tersebut.

Sendirian, Muhammad tidak bisa melakukannya dengan baik. Ia berkata bahwa jawabannya akhirnya datang padanya dalam bentuk wahyu di surah ke-18—dinamai ‘Gua’. Terakhir kali ia dalam pencarian tuhan di semua tempat-tempat yang aneh, Iblis telah menemuinya di gua. Kali ini, si teman roh-nya berkata bahwa ‘Pengelana Agung’ adalah orang Islam: Quran 18:83 “Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain [Alexander Agung].Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya . Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka diapun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.” KIsah berlanjut membicarakan mahkluk angkasa luar, makhluk mistis dan mengklaim Alexander, si pagan sebagai pemeluk Islam. Kusajikan keseluruhan kisah di bab terakhir sebagai karena cerita ini akhirnya menunju ke takdir kita.

‘Orang-orang yang menghilang,’ menurut Quran, adalah Musa dan pelayannya. Mereka pergi berlayar mencari ikan dan harta terpendam. Kisah konyol tersebut diungkap di ayat ke-60 dan berlanjut hingga tuhan mengirim Alexander mencari makhluk angkasa luar.

Ayat-ayat yang mendahului ‘jawaban’ ini berfokus pada Iblis, ‘api neraka, hukuman, penipuan, dan pembinasaan.’ Aku hanya bisa berasumsi bahwa ‘roh’ yang dimaksud adalah Iblis sendiri. Nyatanya, di bagian akhir surah ‘Gua’, tercantum Q18:105 “Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.

Namun, Ishaq percaya ‘orang-orang yang menghilang’ adalah ‘para penghuni gua Raqim.’ Dimulai di ayat ke-18, Allah mengklaim bahwa beberapa orang berdiam di sebuah gua selama 300 tahun dan berdebat tentang anjing. Ahmed Ali, dalam terjemahan Qur’annya berkata bahwa gua tersebut adalah tempat dimana Dead Sea Scrolls (Gulungan Kitab Laut Mati) ditemukan. Ini menggelikan, karena penemuan Qumran scrolls justru membuktikan bahwa Qur’an adalah suatu kebohongan.

Makna semua ini adalah, tanpa inspirasi dari Yahudi dan Hanif, Muhammad tidak bisa melakukan kebohongan dengan baik. Surah ke-18 adalah surah Qur’an yang paling tolol.

Di titik ini, Tabari mengangkat jejak Kesepakatan Quraysh. Penduduk Mekah sangat paham motif-motif Muhammad. Di salah satu Hadist Islam terpercaya, kita temukan, Tabari VI:106, “Quraysh menjanjikan Muhammad bahwa mereka akan memberinya begitu banyak kekayaan sehinga ia akan menjadi orang terkaya di Mekah [uang], mereka akan memberinya istri sebanyak yang ia inginkan [sex], dan mereka akan patuh pada perintahnya[kekuasaan].” Mereka tidak mau repot menggodanya dengan pengakuan klaim kenabiannya—dengan menyetujui bahwa dia benar-benar utusan Tuhan. Penduduk Mekah tahu bahwa pertunjukkan nabi-nabian hanya alat untuk mencapai tujuan.

“Kaum Quraysh berkata, ‘Inilah yang akan kami berikan padamu, Muhammad, maka berhentilah mencerca tuhan-tuhan kami dan jangan bicara keji tentang mereka.’” Tawar menawar ini diajukan atas dasar akomodasi para dewa Mekah. Kesepakatan jelas; taruhannya tinggi. Sex, kekuasaan dan uang ditawarkan sebagai ganti penyerahan total. Keesa-an Allah satu-satunya pemisah doktrin Islam Muhammad dari scam/penipuan agamanya Qusayy. Jika si utusan menerima, maka kenabiannya lewat, dan Islam berakhir sebagai agama.

Tabari VI:107, “Jika kau menerima, kami menawarkan sesuatu yang menguntungkan bagimu dan bagi kami.’” Sang nabi jelas sangat tertarik, tergoda mungkin. Mereka membawakan kunci the Ka’aba, Inc. serta menawarinya saham pendiri. Ini bisa jadi sesuatu yang bagus….”’Apa ini?’ ia bertanya. Mereka berkata, ‘Jika kau mau menyembah tuhan-tuhan kami, Al-Lat dan Al-Uzza, selama setahun, kami akan menyembah tuhanmu selama setahun.” Sekali lagi, hadist ini membingungkan sekaligus memberatkan, karena Quraysh tidak menyebut nama tuhan Muhammad. Bagaimanapun, Allah adalah tuhan mereka. Faktanya, Allah adalah sang papa kebanggaan Al-Lat (bentuk female Allah) dan Al-Uzza.

Hanya ada satu penjelasan atas kelalaian tidak mencantumkan nama ini. Muhammad masih menghubungkan tuhannya ke Ar-Rahman, tuhannya kaum Hanif Yaman. Orang-orang yang menyusun Qur’an beberapa dekade kemudian menukar nama Ar-Rahman dari beberapa surah Mekah dan menggantinya dengan nama Allah. Pertukaran ini dikonfirmasi hadist yang sejaman dengan kejadian ini: Ishaq 162, “Abu Jahl bertemu Rasul dan berkata, ‘Demi Allah, Muhammad, kau akan berhenti mengutuk tuhan-tuhan kami atau kami akan mengutuk tuhanmu.’ Maka turunlah wahyu Qur’an 6:108, ‘Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah, karena mereka nanti akan memaki Allah (di versi bahasa Inggrisnya tidak disebut Allah tapituhan!) dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.’ Aku telah diberitahu bahwa Rasul kemudian menahan diri dari mengutuk tuhan-tuhan mereka, danmulai menyerukan mereka pada Allah [bukannya Ar-Rahman].” Kata kritis disini adalah ‘mulai.’

Tabari VI:107/Ishaq:165, “Walid, As, Aswad, dan Umayyah berkata, ‘Muhammad, marilah dan biarkan kami menyembah apa yang kamu sembah dan kamu menyembah apa yang kami sembah. Kita akan menggabungkan urusan ini dan menjadikanmu rekan dalam segala yang kami kelola [The Ka’aba Inc.—warisan korup Qusayy yang masih jadi aktivitas utama di kota] Jika apa yang kau bawa lebih baik dari yang kami punya, kami akan bermitra denganmu dan mengambil bagian kami, dan jika apa yang kami punya lebih baik dari apa yang kau punya, kau akan bermitra dengan kami dalam apa yang kami punya, dank au akan mendapat bagianmu.” Skema mereka hampir tak dapat dibedakan. Mereka hanya berargumen mengenai kepemilikan.

Tanggapan langsung Muhammad terhadap Kesepakatan Quraysh harusnya memberitahu kita segala yang kita perlu ketahui mengenai nabi tunggal Islam ini. Ia tidak berkata ‘tidak.’ Ia ragu-ragu, dan jelas tergoda untuk menyembah Al-Lat dan Al-Uzza jika itu berarti uang, seks, dan kekuasaan. “Biar saya lihat, apa wahyu yang datang padaku dari Tuhan-ku [bukan Allah].’ jawabnya.”

Walau aku tak dapat membuktikannya menggunakan Tradisi Islam, dalam opiniku, Muhammad pergi ke istri tuanya, Khadijah, dan bertanya padanya apa yang harus ia lakukan. Bagaimanapun, ia adalah pendiri Islam—inspirasi di balik Rencana Nabi Sukses ini. Kupikir Khadijah menolak kesepakatan tsb. Banyak istri nantinya yang akan jadi saingannya. Dan walaupun ia akan menikmati prestise sebagai salah satu pemegang saham Ka’aba Inc., apa yang akan dilakukannya dengan lebih banyak uang? Ia sudah lewat 70 tahun dan hampir meninggal.

So, Khadijah membatalkan kesepakatan: “Lantas, turunlah wahyu dari Lauhul Mahfudz, mushaf abadi: ‘Katakanlah, ‘Hai orang-orang kafir, aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” Sorry, Tabari, aku tahu kok apa yang dikatakan hadis, dan ini tidak benar. Surah ke-109, asal kutipan ini, termasuk dalam surah-surah yang turun pertama. Diturunkan satu dekade sebelum tawar-menawar/kesepakatan ini terjadi. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi?

Khadijah meninggal (atau dibunuh?), dan Muhammad menerima kesepakatan tsb. Baris berikutnya dlm The History of al-Tabari, Muhammad di Mekah, memastikan teori-ku: “Iblis menempatkan Wahyu Palsu di lidah Rasullullah.” Dirasuki Iblis, Muhammad salah pilih. Muhammad menyerah pada desakan setan dlm dirinya dan mulai menyembah Al-Lat dan Al-Uzza. Sebagai seorang nabi dia sudah berakhir.

http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doom_11_Satans_Bargain.Islam

Advertisements
This entry was posted in BAB 11 and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s